Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Ketika Ruang Hidup Satwa Hilang: Peran Mahasiswa Biologi dalam Konservasi Satwa Liar Indonesia
Gambar 1. Orangutan Indonesia jadi perhatian dunia Sumber foto: sumut.antaranews.com
APERO FUBLIC I Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dari satwa hingga fauna. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia, tetapi kekayaan hayati ini berkurang karena menyempitnya habitat mereka, khususnya pada satwa.
Berubahnya fungsi hutan menjadi lahan perkebunan, pertambangan dan juga pemukiman dapat memecah ruang hidup bagi satwa dan sudah tidak dapat menjadi rumah bagi mereka. Banyaknya satwa yang turun ke pemukiman bukan salah para satwa, mereka hanya ingin punya rumah seperti layaknya manusia.
Orangutan kehilangan pohon pakan dan sarangnya sehingga terdesak ke lahan pertanian, harimau sumatra kehilangan wilayah jelajah dan mangsa alaminya, sedangkan gajah yang habitatnya luas juga kerap memasuki kebun warga karena jalur migrasinya telah terputus.
Akibatnya, konflik antara manusia dan satwa meningkat dan sering berakhir dengan kerugian di kedua pihak, seperti warga yang kehilangan hasil panen dan merasa terancam, sementara satwa terluka, diburu, atau mati. Pola ini menunjukkan bahwa persoalannya tidak berhenti pada satu spesies, melainkan mencerminkan rusaknya hubungan antara manusia dan lingkungannya.
Dalam situasi seperti ini, saya dapat berpendapat bahwa mahasiswa biologi tidak perlu menunggu menjadi peneliti, ilmuwan atau bekerja di lembaga konservasi untuk ikut berkontribusi. Pandangan bahwa konservasi satwa hanya urusan para professional yang memang seharusnya mengelola dan menjaga sering membuat mahasiswa merasa ilmunya baru berguna di masa depan.
Padahal, pengetahuan dan ilmu mengenai ekologi, zoologi, dan biodiversitas yang dipelajari di bangku kuliah sudah dapat diterapkan sekarang melalui kegiatan sederhana di lingkungan sekitar, mulai dari lingkungan kampus, desa, hingga taman kota. Mahasiswa memiliki bekal untuk mengenali jenis, memahami peran ekologis, dan membaca tanda-tanda kerusakan lingkungan, yang belum tentu dimiliki masyarakat umum.
Langkah konkret yang dapat dilakukan cukup bermacam-macam. Mahasiswa dapat melakukan inventarisasi satwa, seperti burung, serangga, amfibi, dan reptil, di sekitar tempat tinggal untuk menghasilkan data dasar keanekaragaman hayati lokal.
Mahasiswa juga dapat menanam dan merawat vegetasi lokal yang menjadi sumber pakan dan tempat berlindung satwa, serta dapat menyelenggarakan edukasi dan kampanye agar masyarakat memahami pentingnya habitat satwa yang utuh. Penelitian sederhana, misalnya pemantauan keberadaan jenis tertentu atau pengamatan dampak perubahan lahan, dapat melengkapi upaya tersebut dengan dasar ilmiah.
Namun, kegiatan ini akan jauh lebih efektif bila dilakukan bersama masyarakat dan lembaga terkait, seperti pemerintah desa, komunitas pecinta alam, dan balai konservasi, karena keberlanjutan konservasi bergantung pada rasa memiliki dari orang-orang yang hidup berdampingan dengan alam.
Menjaga satwa sekaligus habitatnya juga merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Di bumi ini, satwa-satwa juga berhak mendapatkan rumah untuk tempat tinggal mereka. Kita sebagai warga negara Indonesia harus ikut serta melestarikan dan menjaga kekayaan alam Indonesia. Keanekaragaman hayati merupakan warisan bersama untuk generasi ke generasi, sehingga menjaganya bukan hanya menjadi pilihan namun kewajiban kita pula.
Khususnya pada mahasiwa biologi dengan adanya ilmu yang mendasari, dapat berperan sebagai penghubung antara pengetahuan ilmiah dan dengan masyarakat dengan menerjemahkan temuan-temuan akademik yang dapat menjadi pemahaman yang bisa mudah dimengerti oleh masyarakat sehingga dapat melakukan tindakan untuk menjaga keanekaragaman hayati bersama.
Dengan adanya kontribusi mahasiswa, keanekaragaman hayati di Indonesia dapat terlestarikan dan mewujudkan hidup yang damai antara manusia dan satwa yang berdampingan.
Oleh: Nisrina Keisha
Mahasiswi Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Referensi:
https://sumut.antaranews.com/berita/529650/orangutan-indonesia-jadi-perhatian-dunia?page=all.
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment