Feature
Kampus
Lingkungan Hidup
Mahasiswi
Pendidikan
Menjaga Sungai, Menjaga Kehidupan: Mengatasi Ancaman Sampah Plastik
(Sumber: Kompas.com)
APERO FUBLIC I Menurut saya, program pencegahan sampah plastik di Surabaya penting karena sampah plastik yang masuk ke sungai dapat mengganggu ekosistem perairan sebelum akhirnya terbawa ke laut. Program ini sudah diterapkan di Kali Tebu dan Kali Mrutu dengan pemasangan trash boom untuk menahan sampah plastik.
Berdasarkan berita Kompas.com, sekitar 1 ton sampah plastik per hari berhasil diangkat dari aliran sungai melalui kerja sama pemerintah dan organisasi lingkungan.
Menurut saya, penanganan tersebut perlu disertai dengan pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Berita tersebut menyebutkan bahwa Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari, sehingga pemasangan trash boom saja belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan.
Sampah perlu dipilah sejak dari rumah, kemudian sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Upaya ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan pemilahan, pengemasan, dan penjualan sampah.
Solusi yang menurut saya perlu diperkuat adalah pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari rumah, edukasi masyarakat, serta pengawasan pembuangan sampah ke sungai. Trash boom tetap diperlukan sebagai penghalang agar sampah tidak langsung menuju laut, tetapi keberhasilan program sebaiknya tidak hanya dilihat dari banyaknya sampah yang berhasil diambil.
Berita tersebut juga menekankan bahwa keberhasilan dapat dilihat dari semakin sedikitnya sampah yang dibuang sejak dari sumbernya. Dengan demikian, pencegahan dari hulu hingga hilir dapat membantu menjaga kebersihan sungai sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan perairan.
Penulis: Nur Arofah Akmalia
Mahasiswi Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment