Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Perkuat Identitas Wilayah, Mahasiswa KKN-T UNHAS Pasang Plang Batas di Desa Borong Loe
APERO FUBLIC I BANTAENG.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program Penguatan Identitas Wilayah melalui Pemasangan Plang Batas Dusun dan Revitalisasi Batas Desa di Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap selama kurang lebih dua minggu dengan pemasangan terakhir dilakukan pada Sabtu (8/8/2026).
Program ini mencakup pemasangan plang batas pada 8 titik batas dusun serta revitalisasi pada 3 titik batas desa yang berada di wilayah Desa Borong Loe. Kegiatan tersebut bertujuan memperjelas identitas dan batas wilayah, sekaligus memperbarui kondisi penanda batas yang sebelumnya sudah kurang terlihat atau membutuhkan perbaikan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T melakukan sejumlah tahapan, mulai dari survei dan penentuan lokasi, pengukuran, persiapan material, pembuatan plang, hingga pemasangan di setiap titik yang telah ditentukan.
Material kayu digunakan sebagai bahan utama plang karena mudah diperoleh dan dapat memberikan tampilan penanda wilayah yang sederhana serta sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih dua minggu. Selain melibatkan mahasiswa KKN-T, beberapa warga Desa Borong Loe turut membantu, khususnya pada tahap pemasangan plang di lapangan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus kerja sama dalam menyelesaikan program yang manfaatnya akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Penanggung jawab program kerja, Putri Atiqah Rana, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas dan karakter wilayah Desa Borong Loe.
"Melalui pemasangan plang batas dusun dan revitalisasi batas desa ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mengenali wilayahnya masing-masing. Kami juga berharap hasil dari program ini dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujar Putri Atiqah Rana selaku Penanggung Jawab Program Kerja.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah dusun dan masyarakat setempat. Salah satu Kepala Dusun yang wilayahnya menjadi lokasi pemasangan turut mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T.
"Kami sangat terbantu dengan adanya pemasangan plang batas ini karena masyarakat maupun orang dari luar dusun jadi lebih mudah mengetahui batas wilayah. Kami juga berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu memperjelas dan memperbaiki tanda batas di wilayah kami. Mudah-mudahan plang ini bisa dijaga bersama," ujar salah satu kepala dusun di Desa Borong Loe.
Pemasangan terakhir pada 8 Agustus 2026 menjadi tahap akhir dari rangkaian pengerjaan yang telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Dengan selesainya seluruh tahapan, sebanyak 8 titik batas dusun telah dipasangi plang baru dan 3 titik batas desa telah direvitalisasi menggunakan material kayu.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap keberadaan plang batas dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Borong Loe. Selain berfungsi sebagai penanda dan petunjuk wilayah, keberadaan plang tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas setiap dusun dan desa serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas dan karakter wilayahnya.
Oleh: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment