Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengajak Siswa SD Negeri Rejosari Cegah Bullying melalui Edukasi dan Pohon Ungkapan
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 bersama siswa-siswi SD Negeri Rejosari saat sosialisasi cegah bullying dan pembuatan pohon ungkapan di desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal (Dok. KKN).
APERO FUBLIC I KENDAL. -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying yang ditujukan khusus bagi siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri Rejosari, Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah dan meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya bullying agar sekolah aman tanpa adanya bullying.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk lebih mengenali berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying.
Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, dampak bullying, hingga cara mencegah bullying di lingkungan sekolah. Adanya solusi yang ditawarkan yaitu sosialisasi dengan penyampaian materi secara interaktif dan juga pembuatan pohon ungkapan sebagai media refleksi dan deteksi dini.
Selain penyampaian materi pada sesi pertama, siswa juga diajak menyaksikan video inspiratif yang berkaitan dengan bullying untuk memberikan gambaran yang lebih nyata tentang bullying dan dampaknya terhadap orang lain. Kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dan perasaan lewat pohon ungkapan, siswa diberi kesempatan untuk menuliskan pengalaman yang pernah mereka alami selama di sekolah lalu menempelkannya di pohon ungkapan yang sudah disediakan.
Sesi ini dapat menjadi refleksi diri dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan emosi, dan menyadari pentingnya membangun hubungan yang saling menghargai di sekolah.
Menurut Nayla, salah satu pemateri sosialisasi anti-bullying, kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa bullying bukan sekedar candaan, tetapi perilaku yang dapat memberikan dampak bagi orang lain.
“Kami ingin para siswa-siswi bisa memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan dengan teman perlu dipikirkan dampaknya. Jika melihat teman diperlakukan tidak baik, jangan ikut menertawakan dan membiarkannya. Kasih dukungan dan bantu untuk menyampaikan kepada guru atau orang yang dapat dipercaya. Harapannya setelah kegiatan ini, siswa lebih peduli, dan ikut menjaga suasana sekolah agar tetap aman dan nyaman.”
Para siswa turut diajak untuk berani ketika melihat ataupun mengalami tindakan bullying. Mahasiswa juga menyampaikan bahwa pencegahan bullying dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menghargai perbedaan, menjaga ucapan maupun tindakan, serta menciptakan pertemanan yang saling menghormati.
Sosialisasi ini mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah. Para guru mendukung dan membantu selama kegiatan ini berlangsung, sementara para peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias. Interaksi antara mahasiswa dengan siswa membuat kegiatan berlangsung secara aktif dan tidak hanya satu arah.
Salah satu wali kelas SD Negeri Rejosari, mengatakan kegiatan sosialisasi ini sangat penting karena memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa dengan adanya penyampaian materi yang interaktif dan pembuatan pohon ungkapan yang dinilai menjadi media untuk membantu siswa menyampaikan perasaan ataupun pengalaman yang mungkin sulit diutarakan secara langsung.
“kegiatan seperti ini sangat baik untuk anak-anak, karena tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk memahami bullying lewat video dan contoh nyata. Pohon ungkapan juga memberikan ruang bagi siswa untuk menuliskan apa yang mereka rasakan. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat dan mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.”
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa SD Negeri Rejosari dalam membangun hubungan pertemanan yang lebih baik. Diharapkan, pemahaman tentang bullying tidak berhenti setelah sosialisasi selesai, tapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Posko 205 dalam mendukung pembentukan karakter siswa sejak dini sekaligus menciptakan suasana sekolah yang lebih nyaman, aman, dan mendukung proses belajar.
Penulis: KKN Posko 205
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 Desa Rejosari.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
.
Via
Feature

Post a Comment