Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN Tematik Unhas Sukses Edukasi Warga Desa Bonto Rannu Cara pembuatan Pakan Fermentasi (Silase) dari hijauan
APERO FUBLIC I Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat. Salah satu mahasiswa, Suhaela dari Fakultas Peternakan, menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan Pakan Fermentasi (Silase) berbahan dasar Rumput hijauan ternak di Dusun Pammelangan, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/6/2026).
Kegiatan bertajuk “Pembuatan Pakan Fermentasi Silase dari Rumput Hijauan untuk Pakan Ternak Ruminansia” tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para peternak. Tingginya partisipasi warga mencerminkan besarnya antusiasme untuk mempelajari teknik pembuatan pakan fermentasi sebagai solusi penyediaan pakan berkualitas, terutama pada musim kemarau ketika hijauan pakan mulai terbatas.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah rumput gajah menjadi silase yang bernilai gizi baik, tahan disimpan lebih lama, serta dapat mendukung peningkatan produktivitas ternak.
Dalam pelatihan tersebut, Suhaela tidak hanya menyampaikan materi mengenai pentingnya pakan fermentasi silase sebagai alternatif penyediaan pakan ternak, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatannya.
Peserta diajak memahami setiap tahapan pembuatan silase, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran dan fermentasi, hingga menghasilkan silase yang berkualitas, tahan disimpan dalam waktu lama, dan siap diberikan kepada ternak ruminansia.
Menurut Suhaela, pembuatan pakan fermentasi silase merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan hijauan pakan, terutama pada musim kemarau. Melalui proses fermentasi, rumput hijau dapat diawetkan sehingga memiliki masa simpan lebih lama tanpa mengurangi kualitas nutrisinya.
Selain itu, teknologi silase juga membantu peternak memanfaatkan hijauan yang melimpah pada musim hujan sebagai cadangan pakan, sehingga ketersediaan pakan ternak tetap terjaga sepanjang tahun.
Melalui proses fermentasi yang tepat, rumput Hijauan dapat diolah menjadi pakan silase yang memiliki kualitas nutrisi lebih baik dan daya simpan yang lebih lama. Pembuatan silase diharapkan dapat membantu peternak menyediakan cadangan pakan, terutama pada musim kemarau ketika hijauan sulit diperoleh, sehingga kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi dan produktivitas ternak dapat terus terjaga.
Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin dalam mendukung ketahanan pakan ternak melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di desa.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah rumput Hijauan menjadi pakan fermentasi silase yang berkualitas, sehingga ketersediaan pakan ternak tetap terjamin sepanjang tahun.
Melalui edukasi dan praktik langsung tersebut, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat menerapkan teknologi pembuatan silase secara mandiri sebagai solusi penyediaan cadangan pakan, khususnya pada musim kemarau.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak, mengoptimalkan pemanfaatan hijauan yang melimpah, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Desa Bonto Rannu.
Oleh: Suhaela
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas), Fakultas peternakan, Prodi peternakan. Gelombang 116.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment