Feature
Kampus
Kesehatan
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Cegah Penyakit Tular Air, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Pemetaan dan Uji Kualitas Sumber Air di Desa Sribit
APERO FUBLIC I KLATEN.— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Nadhira Rindya Naura dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang bertugas di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, melaksanakan Program Kerja Multidisiplin berupa "Konservasi Sumber Air Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tular Air (Waterborne Disease)".
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, dengan menyasar sejumlah titik sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan minum dan memasak sehari-hari.
Program ini digagas atas dasar kekhawatiran terhadap risiko penyakit tular air seperti diare, tifoid, dan penyakit kulit, yang dapat muncul akibat kualitas sumber air yang belum terpantau secara berkala. Sumber air seperti sumur warga rentan mengalami perubahan kualitas akibat berbagai faktor lingkungan, sehingga pemantauan sederhana menjadi langkah penting sebagai upaya pencegahan dini.
Pemetaan dan Pengujian Kualitas Air Secara Langsung
Kegiatan diawali dengan pemetaan sumber air yang digunakan warga, khususnya yang dimanfaatkan untuk kebutuhan minum dan memasak. Setelah titik-titik sumber air teridentifikasi, mahasiswa KKN melakukan pengujian kualitas air secara sederhana menggunakan kertas lakmus pH pada setiap titik yang telah dipetakan.
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan air (pH) sebagai salah satu indikator awal kelayakan air untuk dikonsumsi. Metode ini dipilih karena mudah dilakukan, tidak memerlukan biaya besar, dan dapat menjadi langkah awal deteksi sebelum air dikonsumsi lebih lanjut oleh warga.
Edukasi Langsung sekaligus Sosialisasi kepada Warga
Salah satu hal yang membedakan program ini adalah pendekatannya yang langsung menyentuh masyarakat: hasil pengujian pH pada setiap titik sumber air langsung dijelaskan kepada warga pemilik sumber air di lokasi pengujian. Pendekatan ini sekaligus menjadi sesi edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kualitas sumber air yang mereka gunakan sehari-hari.
Melalui interaksi langsung tersebut, warga tidak hanya mengetahui hasil pengujian, tetapi juga memahami mengapa kualitas air perlu diperhatikan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi kualitas air yang kurang baik.
Upaya Pencegahan Berbasis Masyarakat
Program ini merupakan salah satu bentuk pendekatan preventif berbasis masyarakat dalam bidang kesehatan lingkungan, di mana warga dilibatkan secara langsung dalam proses pemantauan, bukan hanya sebagai objek sosialisasi semata. Dengan cara ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air bersih dapat tumbuh secara berkelanjutan, bahkan setelah program KKN berakhir.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan di Desa Sribit, sekaligus memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Oleh: Tim KKN Desa Sribit
Liputan: Nadhira Rindya Naura
Editor. Tim Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian publikasi Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tahun 2026 di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment