Feature
Kampus
KKN
Mahasiswi
Ngawi
Pendidikan
Atasi Sampah Tanpa Asap! Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Tekan Kebiasaan Bakar Sampah di Ngawi Melalui Rocket Stove
APERO FUBLIC I NGAWI.– Permasalahan terkait pengelolaan sampah yang ramah lingkungan masih banyak menjadi tantangan yang dihadapi banyak masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi (02/08/2026).
Berdasarkan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya selama masa awal pengabdian, ditemukan sebagian besar masyarakat desa yang memiliki kebiasaan membakar sampah rumahtangga ataupun sampah hasil pertanian dengan cara dibakar secara terbuka.
Pembakaran ini dilakukan karena melihat kondisi lingkungan yang dirasa masih hijau karena wilayah persawahan, cara paling praktis, dan tempat pembuangan sampah setiap dusun masih belum terjangkau. Sehingga masyarakat sebagian besar memilih untuk membakar sampah rumah tangga tersebut diarea pekarangan rumah dibandingkan membuang langsung ke TPS terdekat atau mengolah sampahnya sendiri.
Praktik yang dilakukan masyarakat desa ini memang dianggap sebagai sebuah hal sederhana dan kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, tetapi tanpa disadari kebiasaan tersebut akan memberikan dampak jangka panjang dengan munculnya potensi pencemaran udara yang dapat mengganggu kesehatan, serta kualitas lingkungan baik ke tanah atau sumber air.
Adanya kondisi ini, mendorong mahasiswa KKN untuk tidak hanya memberikan edukasi terkait cara penglolaan sampah, tetapi menghadirkan solusi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara bersama.
Sebagai aksi tindak lanjut dari hasil observasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 34 membangun Rocket Stove, sebuah tungku pembakaran limbah sampah dengan teknologi sederhana yang dirancang agar proses pembakaran lebih efisien dengan menghasilkan asap yang lebih minim dan sisa sampah yang dibakar keseluruhan hangus.
Pembangunan Rocket Stove ini dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juli 2026 secara gotong royong oleh mahasiswa KKN. Seluruh tahapan ini dimulai secara keseluruhan mulai dari, penentuan lokasi, persiapan bahan material, penyusunan kontruksi, hingga pelaksanaan uji coba penggunaan.
Setelah melalui proses pembangunan dan uji coba, Rocket Stove ini secara resmi telah diresmikan secara bersama pada tanggal 15 Juli 2026 yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kader lingkungan, serta warga Dusun Ingasrejo, Desa Beran.
Dalam kegiatan peresmian ini, mahasiswa juga memberikan demonstrasi secara langsung terkait penggunaan Rocket Stove sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pentingnya mengelola sampah yang lebih ramah lingkungan.
Kepala Desa Beran juga menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN. Menurut beliau, program ini sangat menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa.
“Mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi menawarkan solusi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini bisa dijadikan contoh untuk membangun Rocket Stove dibeberapa titik hingga pribadi dirumah warga langsung” ujarnya.
Apresiasi serupa juga diberikan secara langsung oleh Kepala Dusun Ingasrejo yang menilai pembangunan Rocket Stove ini memberikan pengetahuan baru yang lebih efektif terkait sampah.
“Selama ini memang masyarakat terbiasa membakar sampah dipekarangan, tapi ini inovasi bagus yang lebih aman dan ramah lingkungan” tuturnya.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 34, pembangunan Rocket Stove ini bukan hanya sebagai bentuk program kerja, melainkan menjadi upaya dalam gerakan membangun kesadaran bersama terkait persoalan lingkungan yang membutuhkan aksi nyata.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk budaya masyarakat dalam mengelola sampah yang lebih bertanggung jawab dan memperhatikan dampak lingkungan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat, hasil Rocket Stove ini diharapkan tidak hanya menjadi peninggalan fasilitas secara fisik, tetapi sebagai symbol aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Penulis: Amelia Devi Rulistanti
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok 34 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment