Feature
JATIM
Kampus
KKN
Mahasiswa
Ngawi
Pendidikan
Gali Potensi Desa, Mahasiswa PPM IAI Ngawi Kelompok 3 Bedah Strategi Keberlanjutan Bisnis Penggemukan Sapi di Bintoyo
APERO FUBLIC I NGAWI.– Mahasiswa Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kelompok 3 Institut Agama Islam (IAI) Ngawi melakukan aksi turun lapangan dengan menggelar observasi strategis di Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Senin (20/7/2026).
Langkah ini diambil untuk membedah secara mendalam potensi unggulan sektor peternakan yang menjadi pilar penggerak ekonomi warga setempat.
Observasi lapangan ini berpusat di peternakan milik Pak Danang, seorang pengusaha lokal yang telah konsisten dan sukses mengelola bisnis penggemukan sapi sejak tahun 2004. Kehadiran para mahasiswa disambut hangat sebagai ruang kolaborasi untuk saling berbagi ilmu serta pengalaman nyata seputar manajemen budidaya ternak.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Danang mengupas tuntas formula keberhasilan usahanya yang telah bertahan lebih dari dua dekade. Mahasiswa diajak melihat langsung rantai operasional peternakan, mulai dari akurasi pemilihan bibit unggul, manajemen formulasi pakan, mitigasi risiko kesehatan ternak, hingga kalkulasi penentuan harga jual yang kompetitif di pasaran.
Tidak hanya berfokus pada aspek penggemukan dan profitabilitas, orientasi keberlanjutan lingkungan juga menjadi sorotan utama. Pak Danang menekankan pentingnya standarisasi higienitas kandang, program vaksinasi berkala, serta inovasi sirkular berupa pemanfaatan limbah urin sapi untuk diolah kembali menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis tinggi.
Ketua Kelompok 3 PPM IAI Ngawi, Khamid Ibnu Atthoillah, menilai bahwa observasi ini menjadi jembatan penting untuk mengintegrasikan ilmu ekonomi Islam yang dipelajari di kampus dengan realitas sektor riil di pedesaan.
“Peternakan ini adalah potret nyata bagaimana ketahanan pangan dan ekonomi lokal digerakkan dari desa. Dari Pak Danang, kami belajar bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya soal profit, tetapi juga manajemen risiko kesehatan ternak dan inovasi ramah lingkungan. Data holistik yang kami himpun ini akan dianalisis lebih lanjut sebagai basis formula untuk menyusun program pemberdayaan yang adaptif bagi masyarakat Desa Bintoyo,” urai Khamid secara mendalam.
Penulis: PPM IAI Ngawi Kelompok 03
Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Ngawi.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment