Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Budikdamber Jadi Solusi Pemanfaatan Pekarangan, Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 UNHAS Edukasi Warga Desa Borong Loe
APERO FUBLIC I BANTAENG.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) bagi masyarakat Desa Borong Loe, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (28/7).
Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang teknik budidaya ikan yang sederhana, hemat biaya, dan tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga dapat diterapkan di pekarangan rumah sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi rumah tangga.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep Budikdamber, manfaat sistem budidaya terpadu, pemilihan benih ikan, persiapan media, hingga cara pemeliharaan agar ikan dapat tumbuh optimal. Setelah itu, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan Budikdamber secara langsung menggunakan ember sebagai media budidaya.
Melalui praktik tersebut, masyarakat dapat memahami setiap tahapan dengan lebih mudah dan memperoleh gambaran mengenai penerapan Budikdamber di lingkungan rumah masing-masing.
Penanggung jawab program kerja Budikdamber, Andi Aristya Indah Anwar dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
"Kami menghadirkan program Budikdamber di Desa Borong Loe dengan harapan besar dapat menginovasi cara berpikir masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini belum optimal. Melalui sistem ini, warga tidak hanya mendapatkan sumber pangan berupa ikan dan sayur, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru berskala rumah tangga. Kami yakin jika ini dijalankan secara konsisten, Budikdamber bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di desa ini," ujar Andi Aristya Indah Anwar selaku Penanggung Jawab Program Kerja Budikdamber.
Antusiasme masyarakat terlihat selama pelatihan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai teknik pemeliharaan ikan, pemanfaatan tanaman pendamping, serta peluang pengembangan Budikdamber sebagai usaha rumahan. Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
"Kegiatan hari ini membuka pikiran saya. Ternyata dari hal kecil seperti ember bekas kita bisa berinovasi. Saya baru pertama kali ikut, tapi sudah semangat untuk melanjutkan. Harapan saya, Budikdamber ini bisa terus hidup di Desa Borong Loe dan menginspirasi warga lain untuk membuat juga," ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap Budikdamber dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Borong Loe sebagai inovasi sederhana yang mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan produktivitas pekarangan, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Oleh: Andi Aristya Indah Anwar
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment