Puisi
Sastra Kita
Senyuman Manis Kakak Perempuanku
Senyuman Manis Kakak Perempuanku
Wahai kak perempuanku..
Masa lalu sempat membentangi, jarak keita berdua.
Mengira benci bertahta di antara kita.
Namun hari itu, di depan pintu kosanmu yang sederhana,
Tatapanku terpana,
Dengan gedung yang kau tinggali,
Kegersangan masa lalu ini, masih terasa begitu menyayat
Aku dan harapanku..
Pelukan dari seorang kaka
Pikiranku ertusuk tajam,
Dada yang sesak bak udara tak mengalir.
Segala prasangkaku runtuh,
Berganti dengan getaran yang meraja.
Langkahku gontai, membawa tubuh yang layu dan rapuh.
Mencari tempat berteduh saat dunia terasa runtuh.
Deret pitu terbuka..
Dan keajaibanpun seketika menyapa,
Wahai adikku..
Tatapanmu luruh, menyambutku tanpa banyak kata.
Di bibirmu terukir senyuman manis yang paling teduh,
Kehangatan langka yang membuat jiwaku tak lagi runtuh.
Senyuman itu adalah cinta yang menumbuhkan,
Membasahi hatiku yang gersang oleh kesepian.
Purwokerto, Juni 2026
Oleh : Toifatus Solihah
Mahasiswi UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan(PAI).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Puisi

Post a Comment