Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PKM
Dorong Peran Aktif Pemuda/i, Kegiatan Penguatan Komunikasi Organisasi Digelar di Lingkungan RT 01 RW 01 Kebon Pisang
APERO FUBLIC I CILEGON.— Upaya peningkatan kapasitas pemuda di tingkat lingkungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Salah satunya melalui kegiatan penguatan komunikasi dan manajemen organisasi bagi pemuda/i yang digelar di Lingkungan Kebon Pisang, RT 01 RW 01, Kota Cilegon, pada Senin (22/06/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa dalam rangka mendorong peran aktif pemuda dalam organisasi serta memperkuat kemampuan komunikasi, koordinasi, dan manajemen kegiatan di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim mahasiswa yang terdiri dari Satria Mardani, Adelia Octa Ramadhini, Siti Farah Nur Maulida, Nazwa Nurfazliyah, dan Moh Akmal Hakim. Mereka berperan sebagai fasilitator dalam memberikan materi, mengarahkan diskusi, serta mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dan pemudi setempat yang menunjukkan antusiasme sejak awal acara. Program dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan praktik langsung agar peserta dapat memahami konsep komunikasi organisasi secara lebih aplikatif.
Dalam sesi awal, peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep dasar komunikasi organisasi. Materi ini menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun kerja sama tim, menghindari miskomunikasi, serta menciptakan koordinasi yang solid dalam suatu organisasi kepemudaan.
Peserta juga diajak memahami bahwa komunikasi tidak hanya sebatas penyampaian pesan, tetapi juga mencakup kemampuan mendengarkan, memahami peran masing-masing anggota, serta membangun hubungan kerja yang harmonis dalam kelompok.
Selain itu, materi dilanjutkan dengan pembahasan struktur organisasi kepemudaan. Dalam sesi ini dijelaskan pembagian peran seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas, hingga divisi-divisi teknis lainnya. Penjelasan ini bertujuan agar pemuda memahami pentingnya pembagian tugas yang jelas untuk menciptakan organisasi yang efektif dan tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan.
Tidak hanya komunikasi organisasi, peserta juga diberikan materi terkait dasar-dasar manajemen kegiatan atau event management. Dalam materi ini dijelaskan tahapan-tahapan penting dalam mengelola sebuah kegiatan, mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), hingga evaluasi (controlling).
Peserta diajak memahami bahwa setiap kegiatan membutuhkan perencanaan yang matang agar tujuan dapat tercapai secara efektif. Selain itu, evaluasi juga menjadi bagian penting untuk menilai keberhasilan kegiatan serta memperbaiki kekurangan pada kegiatan selanjutnya.
Untuk meningkatkan keterlibatan, panitia juga mengadakan kuis edukatif yang dikemas secara ringan namun tetap edukatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap sesi. Banyak peserta yang terlibat dalam diskusi dan memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait pengalaman mereka dalam kegiatan organisasi di lingkungan masing-masing.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya komunikasi yang baik dalam organisasi, terutama dalam menjaga kekompakan dan kelancaran kegiatan kepemudaan.
Menurutnya, selama ini banyak kegiatan pemuda yang berjalan kurang optimal akibat kurangnya koordinasi dan pembagian peran yang jelas. Dengan adanya pelatihan ini, peserta merasa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana seharusnya sebuah organisasi dikelola.
Salah satu anggota tim pelaksana, Satria Mardani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya pemuda di tingkat lingkungan.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dalam hal komunikasi dan manajemen organisasi menjadi hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pemuda dapat lebih aktif, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu mengelola organisasi secara lebih terarah dan terstruktur,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembentukan kesadaran pemuda akan pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan dalam organisasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara panitia dan peserta sebagai bentuk laporan kegiatan sekaligus dokumentasi akademik. Dokumentasi ini juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pemuda di Lingkungan Kebon Pisang RT 01 RW 01 dapat lebih aktif dalam kegiatan organisasi, memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik, serta mampu mengelola kegiatan sosial secara lebih terstruktur dan berkelanjutan di masa mendatang.
PENULIS:
- Satria Mardani
- Nazwa Nurfazliyah
- Siti Farah Nur Maulida
- Adelia Octa Ramadhini
- Moh Akmal Hakim
Mahasiswa Universitas Bina Bangsa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment