Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Sosiologi
Dalam Perspektif Sosiologi Hukum : Pandangan Masyarakat Terhadap Dampak Positif dan Negatif Makanan Bergizi Gratis (MBG)
APERO FUBLIC I OPINI.-- Makanan Bergizi Gratis yang populer disebut MBG, merupakan Program Nasional yang diluncurkan Oleh Presiden Prabowa Subianto Pada tahun 2025, Program ini bertujuan untuk memberikan makanan bergızi secara gratis kepada anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh indonesia.
Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kesehatan, menekan angkа stunting, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini. Dalam presepektif sosiologi hukum, program ini berfungsi sebagai ketidakadilan gizi, dengan mengatur distribusi makanan sehat. Sehingga hukum menjadi alat kontrol terhadap ketimpangan sosial.
Proggram MBG adalah salah satu inisiatif yang Saat ini tengah ramai di bicarakan
masyarakat. Banyak pro dan kontra dari Program ini karena masyarakat beranggapan program ini tidak begitu berarti. Karena hanya menguras anggaran negara.
Kalau ditelusuri, program ini juga memiliki dampak positif dan negatif. Selain itu, program MBG ini bisa dikatakan seperti rekaya sosial belaka. Banyak masyarakat yang menilai MBG sebagai produk politik yang tidak bertujuan jelas. Sarat dengan manipulasi dana anggaran oleh pengelola.
Sebagaimana kita ketahui dari berita dimana kepala BGN telah menjadi tersangka korupsi dana MBG ini. Masalah kesehatan makanan, kehalalan, dan tidak adanya pengawasan yang terpercaya.
1. Dampak Positif MBG
Diantaranya peningkatan kesehatan anak, kualitas pendidikan yang cukup meningkat mendapatkan gizi yang cukup, MBG juga bisa melibatkan petani dan UMKM sebagai pemasok makanan bergızi. Program ini sepertinya juga dapat mengurangi kesenjangan dari keluarga kurang mampu.
2. Dampak Negatif dari MBG
Resiko Keracunan makanan Seperti makanan basi dan tidak layak untuk dimakan, kualitas gizi apakah makanan sesuai dengan standar gizi dan kesehatan. Potensi korupsi dana MBG yang sangat besar. Kemudian makanan basi, busuk, atau membeli stok bahan makanan tidak halal, lalu tetap diolah dan disuguhkan pada penerima.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan sosial yang bertujuan meningkatkan kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan mengurangi stunting. Dalam persepektif sosiologi hukum, MBG berperan menciptakan keadilan sosial untuk mengurangi kesenjangan masyarakat.
Menurut penilaian saya program MBG memiliki manfaat baik, tetapi perlu adanya perbaikan dalam sistem distribusi, jaminan kesehatan makanan, pengawasan yang ketat, agar pelaksanaanya transparan, tepat Sasaran, dan bebas dari korupsi seperti banyak berita viral - viral sekarang.
Oleh : Amelia Riski Rahmadani
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment