Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Bela Negara : Mahasiswa Perbankan Syariah UMRI Sambangi Al-Muzzaki, Ajak Anak-Anak Kenali Bahaya Bullying Sejak Dini
(Gambar 1. Mahasiswa Perbankan Syariah Umri Berkunjung Ke Panti Asuhan Al-Muzakki)
APERO FUBLIC I PEKANBARU.— Dalam rangka menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya perundungan (bullying) sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Lindungi Teman dan Bela Negara: Edukasi Pencegahan Bullying sebagai Wujud Cinta Tanah Air" di Panti Asuhan Al-Muzakki, Jalan Melur Ujung, Pekanbaru (7/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa UMRI yang ditujukan langsung kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak panti asuhan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga mereka yang baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif agar pesan-pesan edukatif yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh para peserta sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan mereka.
(Gambar 2. Suasana Penyampaian Materi)
Kegiatan dibuka dengan kata sambutan dari pengelola Panti Asuhan Al-Muzakki. Dalam sambutannya, pengelola menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh mahasiswa Perbankan Syariah UMRI yang telah menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak asuh.
Kehadiran para mahasiswa dinilai membawa dampak positif yang besar, tidak hanya dari sisi pengetahuan yang diberikan, melainkan juga dari sisi moral dan motivasi bagi para anak panti untuk terus bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Sesi inti kegiatan diisi oleh pemateri utama, Zahra, mahasiswi Perbankan Syariah UMRI memaparkan materi seputar pengenalan bullying, bentuk-bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun panti, serta dampak psikologis yang ditimbulkannya bagi korban. Materi disampaikan dalam bahasa yang sederhana namun berbobot, disesuaikan dengan latar belakang dan usia dari anak-anak panti itu sendiri.
(Gambar 3. Sesi Ice Breaking)
Zahra juga menekankan bahwa tindakan melindungi teman dari perundungan merupakan salah satu bentuk nyata bela negara di tingkat paling dasar. "Bullying itu sering kali kelihatan sepele di awal. Cuma ejekan, cuma bercanda, cuma panggil nama yang bukan namanya. Tapi justru karena dianggap sepele, kita nggak sadar itu terus berulang dan jadi kebiasaan," ujar Zahra kepada anak-anak panti.
Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan jauh lebih serius dari yang terlihat. "Lama-lama yang kita kira cuma candaan itu bisa mempengaruhi kondisi psikologis orang yang kita bully. Mereka bisa tumbuh dengan rasa percaya diri yang hancur, dan itu bisa terbawa sampai mereka dewasa.”
Sesi yang paling dinantikan oleh para peserta adalah ice breaking bertajuk "Tebak Gaya" yang berhasil memecah suasana dan membuat seluruh ruangan dipenuhi gelak tawa serta sorak-sorai keceriaan. Permainan ini dirancang secara kreatif untuk membangun keberanian berekspresi dan kerja sama.
(Gambar 4. Sesi Ice Breaking Seputar Pengetahuan Umum)
Tidak dapat dipungkiri bahwa menghadapi anak-anak dengan berbagai karakter dan latar belakang merupakan sebuah tantangan tersendiri. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim mahasiswa tidak luput dari beberapa dinamika ketika berinteraksi dengan anak-anak usia sekolah mulai dari peserta yang kurang fokus, aktif bergerak, hingga yang sulit diajak duduk.
Namun demikian, kami, mahasiswa Perbankan Syariah UMRI, meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikannya masing-masing. Kami hadir sebagai kakak yang menghadirkan perhatian, kehangatan, dan kepedulian yang tulus. Kami percaya bahwa perubahan tidak selalu terjadi secara instan.
Menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan konsistensi. Itulah mengapa kami merancang sosialisasi ini dengan pendekatan yang adaptif dan empati, karena kami memahami bahwa tugas mendidik generasi muda adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa.
Gambar 5. Penyerahan Cenderamata Kepada Pengurus Panti Al-Muzzaki)
Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen mahasiswa Perbankan Syariah UMRI untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif memberikan kontribusi sosial yang bermakna kepada masyarakat. Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa diajak untuk peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jembatan untuk menciptakan perubahan positif.
Penulis: Ella Fazira
Perbankan Syariah, Fakultas Studi Islam, Universitas Muhammadiyah Riau.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment