-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Keislaman Pendidikan Psikologi Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Anak Kecil Meniru Gerakan Salat
Keislaman Pendidikan Psikologi

Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Anak Kecil Meniru Gerakan Salat

By. Aisyah Novida Fitriyana - Zahrotus Sania As Shufi - Nuriyyatus Subchiyyah
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
30 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  Pendidikan agama bagi anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter spiritual dan moral yang harus ditanamkan sejak dini. Salah satu praktik ibadah utama yang harus diajarkan oleh orang tua dan guru adalah shalat, mengikuti anjuran Rasulullah saw agar anak terbiasa melaksanakan shalat sejak usia tujuh tahun. 

Namun, dalam praktik pengajaran, mengajarkan shalat kepada anak-anak kecil bukanlah hal yang sederhana karena sifat alami mereka yang mudah merasa bosan, cepat jenuh, dan memiliki perhatian yang terbatas. Selama ini, banyak pendidik yang masih menggunakan cara tradisional yang monoton, seperti hanya menunjukkan gambar gerakan shalat atau memberikan instruksi secara singkat.

Hal ini mengakibatkan keterampilan anak dalam meniru dan memahami gerakan shalat menjadi terbatas karena media visual yang pasif tidak dapat merangsang keterampilan motorik dan pemahaman mereka dengan baik.

Untuk mengatasi problematika tersebut, dibutuhkan sebuah pemberian rangsangan metode belajar yang bervariasi dan mampu beradaptasi dengan pertumbuhan psikologis anak, salah satunya adalah metode demonstrasi.

Metode demonstrasi terbukti karena memberikan pengalaman langsung kepada anak melalui praktik nyata, pengulangan yang konsisten, serta pengawasan secara berkala. Secara teoritis, pendekatan yang bertahap dan aplikatif ini sangat sejalan dengan prinsip-prinsip psikologi perkembangan yang kontemporer.

Berdasarkan jurang antara pentingnya latihan salat yang benar dan masih banyaknya pola pengajaran yang kaku, tulisan ini akan mengeksplorasi bagaimana integrasi antara pelaksanaan metode demonstrasi di lapangan dengan dasar psikologi Agama pada anak yang dapat meningkatkan kemampuan beribadah anak tanpa menimbulkan stres psikologis.
Penelitian terdahulu umumnya hanya menguji efektivitas metode demonstrasi dari sudut pandang hasil belajar atau perkembangan motorik anak secara umum.

Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan praktik metode demonstrasi tersebut dengan lensa psikologi perkembangan barat dan psikologi agama secara simultan, guna membedah aspek kognitif sekaligus spiritualitas anak usia dini secara komprehensif.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan library research dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui teori-teori psikologi perkembangan serta psikologi agama anak.

Sebagai pedoman penulisan artikel ini, peneliti mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang membahas pendidikan anak dalam perspektif hadist, khususnya mengenai perintah Salat sejak usia dini. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa Rasulullah saw memberikan teladan dalam mendidik anak dengan pendekatan kasih sayang, kelembutan, dan pembiasaan bertahap sesuai tahap perkembangan psikologis anak.

Nilai-nilai tersebut tercermin dalam salah satu hadist Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 495, terdapat pada kitab Abu Daud (Abu Daud Sulaiman ibn al-Asy’ats & as-Sijistani.) juz 1 halaman 185 yang berbunyi:

حَدَّثَنَا مُؤمَّلُ بْنُ هِشَامٍ - يَعْنِي الْيَشْكُري - حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ سَوارٍ أبي حَمْزَةَ - قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهُوَ سَوَّارُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو حَمْزَةَ الْمُزَنِيُّ الصَّيْرَفِيُّ - عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه " مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرْقُوا بَيْنَهُمْ فِي وسلم المضاجع

Telah menceritakan kepada kami Mu'ammal bin Hisyam Al-Yasykuri telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Sawwar Abu Hamzah berkata Abu Dawud. Dia adalah Sawwar bin Dawud Abu Hamzah Al Muzani Ash Shairafi dari Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan Shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya.”

Selain itu hadist perintah sholat juga sejalan dengan teori psikologi behaviorisme. Teori belajar behaviorisme dipahami sebagai pendekatan yang memusatkan perhatian pada proses belajar melalui rangkaian kejadian yang muncul dari lingkungan tempat seorang anak berinteraksi.

Dalam kerangka ini, kondisi eksternal dianggap sebagai faktor yang menentukan arah perkembangan respons seseorang, sehingga lingkungan berperan sebagai panggung utama terbentuknya perubahan perilaku (Schunk, 2012).

Penjelasan tersebut sejalan dengan pandangan Nahar (Nahar, 2016) yang menegaskan bahwa teori ini menempatkan guru sebagai penyaji stimulus yang dirancang secara sistematis kepada peserta didik, sedangkan respons yang muncul diamati dan diukur secara cermat untuk mengetahui apakah terdapat pergeseran perilaku yang nyata.

Pemandangan seorang anak usia dini yang tiba-tiba menggelar sajadah kecil, lalu ikut melakukan gerakan rukuk dan sujud di samping orang tuanya, tentu sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat Muslim. Anak-anak tersebut tampak begitu antusias menggerakkan tubuhnya, meskipun pelafalan bacaan salat mereka belum terdengar fasih, keliru, atau bahkan tidak bersuara sama sekali.

Di ruang publik atau masjid, fenomena ini terkadang disikapi secara keliru oleh sebagian orang dewasa yang menganggapnya sebagai gangguan terhadap kekhusyukan ritual ibadah. Namun, jika ditinjau dari kacamata psikologi agama, fenomena meniru gerakan shalat ini memiliki nilai esensial yang sangat mendalam.

Perilaku tersebut bukan sekadar aktivitas motorik acak tanpa makna atau sekadar kebetulan belaka, melainkan sebuah manifestasi alami dari fase krusial perkembangan jiwa keagamaan serta peletakan fondasi spiritual paling awal pada diri seorang anak manusia.

Jika dibedah melalui lensa psikologi perkembangan, fenomena imitasi ibadah ini dapat dijelaskan secara runtut melalui Social Learning Theory (Teori Belajar Sosial) yang dicetuskan oleh Albert Bandura (1977). 

Berdasarkan teori ini, anak-anak pada rentang usia keemasan (golden age) merupakan pengamat lingkungan yang sangat ulung dan aktif menyerap stimulus eksternal. Orang tua, guru, atau pengasuh terdekat bertindak sebagai model utama (role model) yang perilakunya direkam secara visual oleh anak. 

Ketika anak secara berulang kali melihat orang dewasa di dekatnya melakukan ritual salat, memori visual mengenai transisi gerakan takbir, rukuk, hingga sujud akan disimpan secara kuat dalam sistem kognitif mereka. Melalui mekanisme yang disebut Bandura sebagai reproduksi motorik, anak kemudian mencoba merefleksikan kembali memori visual tersebut ke dalam tindakan fisik nyata. 

Dorongan utama anak untuk “ikut shalat” pada fase ini murni didorong oleh motif sosial keperilakuan, yaitu keinginan meniru sosok yang mereka anggap sebagai figur otoritas yang aman, penuh kasih sayang, dan patut dicontoh dalam ekosistem keluarga.

Selaras dengan aspek imitasi sosial tersebut, disiplin ilmu psikologi agama mengklasifikasikan tahapan beragama anak seusia ini ke dalam teori perkembangan iman yang spesifik. James Fowler (1981), seorang tokoh pemikir psikologi perkembangan spiritual, menyebut fase awal masa kanak-kanak ini sebagai tahap Intuitive Projective Faith (Iman Intuitif Proyektif).

Pada fase perkembangan ini, pemahaman anak mengenai konsep ketuhanan, dosa, pahala, surga, neraka, maupun aturan fikih ibadah belum bersifat abstrak, logis, atau teologis mendalam. Struktur kognitif anak belum mampu mencerna mengapa manusia harus tunduk dan menyembah Allah SWT sebagai Sang Pencipta. 

Alhasil, orientasi keagamaan mereka dikonstruksikan oleh persepsi inderawi, imajinasi, dan contoh konkret religiusitas yang ditunjukkan oleh lingkungan sekitarnya. Aktivitas meniru gerakan shalat diproyeksikan oleh anak sebagai bentuk keterlibatan afektif dalam aktivitas orang dewasa yang mereka sayangi, bukan sebagai bentuk kesadaran syariat.

Senada dengan kerangka pikir Fowler, Prof. Jalaluddin (2012) dalam literatur psikologi agama di Indonesia menegaskan bahwa sifat beragama pada anak usia dini berada pada tingkatan yang disebut unreflective (tak mendalam). Ciri utama dari sifat unreflective ini adalah kecenderungan anak untuk menerima, menyerap, dan mempraktikkan ajaran atau ritual keagamaan secara mutlak tanpa adanya sikap kritis atau pemahaman substansial.

Sifat beragama anak juga sangat dipengaruhi oleh egosentrisme perkembangan, di mana mereka menganggap aktivitas gerakan shalat sebagai sebuah “permainan atau kegiatan bersama” ang menarik, menyenangkan, dan mendatangkan kepuasan emosional.

Ketika anak melihat orang tuanya memberikan atensi positif, pujian, atau senyuman saat mereka ikut bersujud, hal tersebut menjadi penguat psikologis (positive reinforcement) yang membuat anak merasa dihargai dan aman, sehingga mereka terdorong untuk mengulangi perilaku meniru tersebut di lain waktu.

Dengan demikian, sifat unreflective yang dijelaskan Jalaluddin sejatinya merupakan manifestasi kognitif dari tahap iman intuitif Fowler, yang dalam realitas perilakunya dimanifestasikan melalui proses imitasi sosial oleh Bandura.

Meskipun komponen kognitif anak belum memahami esensi teologis dari setiap rukun salat yang mereka tiru, fenomena meniru ini memiliki signifikansi psikologis dan nilai edukatif yang luar biasa besar bagi masa depan mereka. Secara neuropsikologis, proses imitasi fisik yang dilakukan secara konsisten dan berulang-ulang sejak usia dini akan menginisiasi mekanisme pembiasaan yang kuat atau habit forming (Wood & Neal, 2007). 

Ketika seluruh komponen fisik shalat terekam di dalam memori jangka panjang long term memory anak sejak dini, ikatan emosional emotional bonding yang positif terhadap simbol-simbol keagamaan akan terbangun secara otomatis. Anak akan mengasosiasikan aroma sajadah, kain mukena, suara azan, maupun ketenangan suasana shalat dengan rasa aman dan cinta kasih.

Fondasi afektif yang menyenangkan inilah yang nantinya menjadi modal utama dan memudahkan proses internalisasi nilai-nilai ketakwaan serta kesadaran beribadah yang sesungguhnya saat anak mulai memasuki usia tamyiz atau usia sekolah formal 7 tahun ke atas.

Berdasarkan seluruh uraian komprehensif di atas, dapat disimpulkan bahwa fenomena anak kecil meniru gerakan shalat merupakan manifestasi perkembangan psikologis yang sangat sehat, yang lahir dari perpaduan proses imitasi sosial dan fase iman intuitif anak. 

Perilaku tiruan ini tidak boleh dianggap remeh, diabaikan, atau bahkan dilarang secara kasar oleh orang dewasa hanya karena gerakan anak dinilai belum sempurna atau dianggap mengganggu kekhusyukan shalat jamaah. 

Sebaliknya, psikologi agama memandang fase imitasi ini sebagai momentum emas (golden age) bagi orang tua dan pendidik untuk menanamkan benih religiusitas awal melalui pendekatan yang penuh kasih, toleran, dan tanpa paksaan.

Dengan memberikan apresiasi, validasi emosional, dan keteladanan yang konsisten, proses meniru yang awalnya bersifat mekanis-motorik ini secara perlahan akan bertransformasi menjadi kesadaran spiritual yang kukuh, tulus, dan mandiri seiring dengan bertambahnya kematangan usia dan kognitif sang anak di masa depan.


PENULIS:
- Aisyah Novida Fitriyana
- Zahrotus Sania As Shufi
- Nuriyyatus Subchiyyah
Mahasiswa Universitas Islam Negri Sunan Kudus, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Bimbingan Konseling Islam.
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Keislaman
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bupati dan Forkopimda Khidmat Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia

PT. Media Apero Fublic- Friday, August 14, 2026 0
Bupati dan Forkopimda Khidmat Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia
APERO FUBLIC   I  BANYUASIN.-   Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH.,MH bersama Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, S.T.,MM.,M.BA.,IPU ASEAN ENG …

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261686
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Ketika Mimpi Berubah Arah
    APERO FUBLIC I  Namaku Revalin. Ada satu hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatanku. Hari itu bukan hari kelulusa...
  • Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
    APERO FUBLIC I  Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Ketika Mimpi Berubah Arah

Ketika Mimpi Berubah Arah

Thursday, July 16, 2026
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Thursday, July 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1861 Berita Daerah 1768 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1239 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 126 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1043 Kesehatan 43 Kisah Legenda 10 Kuliner 32 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 208 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 41 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us