Kampus
Mahasiswa
Opini
Antara Potensi Maritim dan Realitas Tantangan: Mengkaji Permasalahan Olahraga Dayung di Indonesia
Pendahuluan
APERO FUBLIC I ESAI.- Indonesia yang kaya akan sungai, danau, dan garis pantai seharusnya menjadi rajanya olahraga dayung. Lahan latihan yang melimpah ditambah dengan budaya masyarakat yang akrab di air membuat kita punya modal besar.
Hal ini terbukti saat Indonesia berhasil meraih medali perak dunia dan 13 medali di SEA Games 2025. Namun sayang, prestasi gemilang ini masih diselimuti oleh berbagai permasalahan sistemik yang belum tuntas, yang bisa menghambat perkembangan olahraga ini ke depannya.
Keterbatasan Infrastruktur dan Fasilitas
Salah satu tantangan terbesar adalah belum memadainya infrastruktur olahraga. Jumlah lintasan berstandar internasional masih sangat sedikit dan tidak merata, sehingga banyak atlet terpaksa berlatih di sungai umum yang kondisinya tidak ideal, mulai dari arus yang berbahaya hingga air yang kotor.
Kondisi ini tentu menyulitkan atlet untuk mengasah kemampuan secara maksimal. Selain itu, keterbatasan juga terjadi pada peralatan. Karena harga perahu dan alat standar dunia sangat mahal dan harus didatangkan dari luar, banyak klub yang masih menggunakan peralatan jadul. Hal inilah yang membuat kemampuan teknis atlet kita sering kali kalah dibandingkan pesaing asing.
Isu Pendanaan dan Kesejahteraan
Masalah pendanaan juga menjadi tantangan berat. Karena kurang populer dibanding olahraga utama, dukungan dana dari pemerintah dan sponsor masih sangat minim. Padahal, biaya yang dibutuhkan untuk latihan, perawatan alat, dan mengikuti kompetisi internasional sangat besar.
Hal ini tentu berpengaruh pada nasib atlet, di mana banyak yang berjuang keras namun belum sejahtera dan tidak ada kepastian karir di masa depan. Kondisi inilah yang membuat anak muda enggan terjun ke dunia ini.
Sistem Pembinaan dan Regenerasi
Sebenarnya bibit atlet dayung itu banyak dan tersebar dari Sumatera sampai Papua. Tapi sayangnya, cara kita membina mereka masih belum merata dan teratur. Pencarian bakat belum sampai ke pelosok desa, dan turnamen di daerah juga jarang diadakan.
Akibatnya, banyak anak hebat yang justru tidak ketahuan atau berhenti di tengah jalan. Masalah lain ada pada pelatihnya sendiri. Masih kurang orang yang punya lisensi resmi dan paham tentang ilmu olahraga modern. Padahal sekarang, mau menang di kancah dunia tidak cukup cuma kuat badannya saja, tapi harus pintar menggunakan data dan teknologi latihan.
Kurangnya Popularitas dan Eksposur
Kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim dengan perairan yang sangat luas menawarkan potensi besar bagi kemajuan olahraga dayung. Keakraban masyarakat dengan lingkungan air dan kualitas fisik atlet yang unggul seharusnya menjadi modal utama untuk bersaing secara global.
Potensi tersebut mulai terwujud melalui pencapaian sejarah di Kejuaraan Dunia dan perolehan 13 medali di SEA Games 2025. Sayangnya, capaian ini belum diimbangi dengan pembenahan sistem, sehingga berbagai masalah mendasar masih menjadi tantangan yang menghambat kemajuan jangka panjang.
Kesimpulan
Mengembangkan olahraga dayung di Indonesia rasanya memang berat, ibarat berenang atau mendayung melawan arus. Potensinya jelas ada, tapi masalah yang menumpuk tidak sedikit. Kalau ingin benar-benar diperhitungkan dunia, tidak bisa main-main, butuh kerja keras jangka panjang.
Pemerintah dan pengurus harus berhenti hanya mengejar medali instan, dan mulai membangun sistem dari bawah sampai atas. Mulai dari bikin lapangan yang layak, memperhatikan nasib atlet, sampai mengenalkan ke masyarakat. Kalau semua itu dilakukan, baru deh kelebihan kita sebagai negara maritim bisa terlihat hasilnya.
Sumber:
1. YayasanWalhi - Perkembangan Olahraga Dayung di Indonesia: Antara Potensi Maritim dan Tantangan Modern
https://yayasanwalhi.or.id/perkembangan-olahraga-dayung-di-indonesia-antara-potensi-maritim-dan-tantangan-modern/
2. QJournal Indonesia - Perkembangan Olahraga Dayung di Indonesia
https://qjournal.co.id/perkembangan-olahraga-dayung-di-indonesia/
Nama: Shifa Febiana Putri
Mata Kuliah: Kewarganegaraan. UTS Kewarganegaraan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment