Smartphone di Ruang Kuliah: Penunjang Belajar atau Pengalih Perhatian?
APERO FUBLIC I OPINI.- Di banyak ruang kuliah, mahasiswa yang sesekali menatap layar smartphone saat dosen menjelaskan sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Teknologi digital membuat perangkat ini nyaris tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Meski sebagian memanfaatkannya untuk belajar dan mencatat materi kuliah, tidak sedikit yang justru terdistraksi oleh media sosial, video, atau pesan pribadi. Pertanyaannya kemudian muncul: apakah smartphone benar-benar menjadi penunjang belajar di ruang kuliah, atau justru lebih sering mengalihkan perhatian dari pembelajaran?.
Sebagian mahasiswa menggunakan perangkat tersebut untuk mencari referensi tambahan, membuka materi kuliah, atau mencatat penjelasan dosen secara digital. Namun di sisi lain, ada pula yang memakainya untuk membuka media sosial, menonton video, atau membalas pesan pribadi saat perkuliahan berlangsung. Situasi ini menunjukkan bahwa kehadiran smartphone di ruang kuliah memiliki dua sisi: dapat membantu kegiatan belajar, tetapi juga berpotensi mengganggu konsentrasi.
Jika dimanfaatkan dengan tepat, smartphone sebenarnya dapat menjadi alat belajar yang cukup efektif. Melalui perangkat ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai sumber informasi seperti artikel ilmiah, buku digital, hingga jurnal akademik yang tersedia di internet. Kemudahan tersebut membuat mahasiswa tidak hanya bergantung pada materi yang disampaikan dosen di kelas.
Selain itu, berbagai aplikasi pembelajaran juga memungkinkan mahasiswa menyimpan catatan kuliah secara lebih praktis. Catatan tersebut dapat diakses kembali kapan saja ketika mahasiswa ingin mempelajari ulang materi yang telah dibahas.
Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2022, sebagian besar pengguna internet di Indonesia berasal dari kelompok usia muda yang aktif memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aktivitas.
Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi digital yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar. Meskipun memiliki berbagai manfaat, penggunaan smartphone di ruang kuliah juga dapat menimbulkan persoalan. Tidak sedikit mahasiswa yang tergoda membuka media sosial,
menonton video pendek, atau menggunakan aplikasi hiburan ketika dosen sedang menjelaskan materi. Kebiasaan tersebut sering terjadi tanpa disadari. Mahasiswa mungkin hanya berniat melihat layar smartphone sebentar, tetapi kemudian perhatiannya justru teralihkan dari penjelasan dosen. Jika hal ini terjadi terus-menerus, pemahaman terhadap materi tentu menjadi kurang optimal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas belajar. Tanpa kedisiplinan dalam menggunakannya, smartphone justrudapat menjadi distraksi yang mengganggu fokus mahasiswa di ruang kuliah.
Pada dasarnya, persoalan ini bukan terletak pada keberadaan smartphone itu sendiri, melainkan pada cara penggunaannya. Perangkat digital hanyalah alat yang dapat memberikan manfaat atau justru menimbulkan gangguan, tergantung pada bagaimana penggunanya memanfaatkannya.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran untuk menggunakan smartphone secara lebih bijak selama perkuliahan berlangsung. Perangkat tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran, seperti mencari referensi tambahan, membaca materi kuliah, atau mencatat poin penting dari penjelasan dosen.
Di sisi lain, dosen juga dapat memberikan arahan mengenai penggunaan perangkat digital di kelas agar teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sekadar menjadi sumber distraksi.
Maka dari itu, smartphone di ruang kuliah dapat menjadi alat belajar sekaligus sumber gangguan. Semua bergantung pada bagaimana mahasiswa menggunakan teknologi tersebut dalam kegiatan perkuliahan. Secanggih apa pun teknologi yang tersedia, keberhasilan belajar tetap ditentukan oleh kesadaran dan tanggung jawab mahasiswa dalam memanfaatkannya.
Penutup
Sebelum membuka layar smartphone lagi saat kuliah, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah ini benar-benar membantu saya belajar, atau justru membuat saya terganggu?” Kesadaran kecil ini dapat menentukan apakah teknologi menjadi sahabat belajar atau justru musuh konsentrasi.

Post a Comment