Energi
Kampus
Mahasiswa
Opini
Teknologi
Mahasiswa ITS Raih Juara 2 SINEPA 2026 lewat Inovasi Energi dari Sampah Plastik
APERO FUBLIC I OPINI.- Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Hendry Dwi Jatmiko, Dini Eryka Dyah Putri Tiana, dan Ananda Fortuna Larasati berhasil meraih Juara 2 pada lomba SRIWIJAYA INNOVATION NATIONAL ESSAY AND POSTER AWARD (SINEPA) 2026 pada subtema energi.
Tim ini mengusung judul paper “Inovasi Pengolahan Sampah Plastik Melalui Proses Pirolisis Katalitik dengan Katalis Zeolit Alam sebagai Energi Alternatif Berbasis Teknologi IoT.”
Prestasi ini menunjukkan kontribusi mahasiswa ITS dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan lingkungan sekaligus kebutuhan energi di masa depan.
Paper yang diusung oleh tim tersebut berangkat dari permasalahan meningkatnya jumlah sampah plastik di Indonesia. Plastik menjadi salah satu jenis sampah yang sulit terurai secara alami dan dapat membutuhkan waktu hingga ratusan bahkan ribuan tahun untuk terdegradasi.
Data menunjukkan bahwa produksi sampah plastik di Indonesia mencapai jutaan ton setiap tahun, sehingga diperlukan inovasi teknologi yang mampu mengolah limbah tersebut secara efektif sekaligus memberikan nilai tambah berupa energi alternatif.
Melalui penelitian ini, tim mengusulkan metode pirolisis katalitik untuk mengolah sampah plastik, khususnya jenis polietilen (PE), menjadi bahan bakar alternatif. Pirolisis merupakan proses pemanasan plastik pada suhu tinggi tanpa adanya oksigen sehingga rantai polimer pada plastik dapat terurai menjadi fraksi gas, cair, dan padatan.
Dalam penelitian ini, digunakan katalis zeolit alam yang berfungsi untuk mempercepat proses reaksi serta meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan bakar yang dihasilkan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses pirolisis pada suhu sekitar 450°C menghasilkan produk minyak paling optimal dengan persentase mencapai lebih dari 70%. Minyak hasil pirolisis tersebut memiliki nilai kalor yang mendekati bahan bakar fosil seperti minyak tanah dan bensin, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Selain membantu mengurangi limbah plastik, metode ini juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Keunggulan inovasi ini juga terletak pada integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem alat pirolisis. Berbagai sensor seperti sensor suhu, pH, level air, dan gas amonia digunakan untuk memantau proses secara real-time sehingga proses konversi plastik menjadi bahan bakar dapat berlangsung lebih efisien dan aman.
Selain itu, sistem aplikasi berbasis IoT juga dirancang untuk membantu masyarakat dalam pengumpulan sampah plastik serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan energi alternatif.
Prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa ITS ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi serta berkontribusi dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui semangat riset dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi kreatif untuk menjawab berbagai tantangan global, khususnya di bidang energi dan keberlanjutan.
PENULIS: Ghefira Putri Prisilia
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Energi

Post a Comment