Esai
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pamulang
Pendidikan
Pendekatan Pembelajaran Modern: Teknologi Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Guru.
APERO FUBLIC I ESAI.- Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kehadiran gawai, aplikasi belajar, dan kecerdasan buatan sering dianggap sebagai solusi cepat untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul kekhawatiran bahwa peran guru perlahan tergeser oleh teknologi. Padahal, pembelajaran yang bermakna tidak hanya soal transfer informasi, tetapi juga tentang nilai, keteladanan, dan interaksi manusiawi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin.
LEAD/PEMBUKA
Penggunaan teknologi yang berlebihan tanpa pendampingan guru dapat membuat pembelajaran menjadi kurang bermakna. Siswa sering hanya menerima materi secara pasif melalui layar tanpa bimbingan dan interaksi langsung. Akibatnya, motivasi belajar menurun dan pemahaman siswa tidak berkembang secara optimal.
PROBLEMATIKA/PERMASALAHAN
Kesenjangan antara guru dan siswa dalam pemanfaatan teknologi saya anggap menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Karena, diera saat ini siswa merupakan generasi muda yang lahir di era digital sehingga terbiasa memanfaatkan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka tumbuh bersama derasnya arus informasi dan hidup bersama teknologi komunikasi digital. Menurut saya, pola komunikasi dan manajemen pengetahuan mereka pun dimediasi oleh teknologi.
Jadi, tidak heran wacana digital native makin banyak digunakan dalam berbagai kajian dan literatur. Dalam perspektif pendidikan modern, guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan pendidik karakter.
Teori konstruktivisme menegaskan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi, diskusi, dan refleksi, bukan sekadar menerima informasi.
Teknologi memang mampu menyediakan sumber belajar yang luas dan cepat, tetapi tidak memiliki empati, intuisi, serta kemampuan memahami kondisi psikologis siswa.
Oleh karena itu, teknologi seharusnya diposisikan sebagai alat bantu yang memperkaya metode pembelajaran guru, bukan sebagai pengganti peran pedagogisnya.
KAITAN DENGAN TEORI
Pendekatan pembelajaran modern yang ideal adalah pendekatan yang menempatkan guru dan teknologi dalam hubungan saling melengkapi.
Guru tetap menjadi pusat pembelajaran yang mengarahkan, memotivasi, dan menanamkan nilai, sementara teknologi dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas, variasi media, dan efisiensi belajar.
Sekolah perlu membekali guru dengan kemampuan literasi digital agar teknologi digunakan secara bijak dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran tidak kehilangan sentuhan manusiawi, dan teknologi benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan menggantikan peran guru sebagai pendidik sejati.
Saran yang dapat penulis berikan yaitu mengharuskan seorang guru menerapkan profesionalismenya dalam menggunakan teknologi pembelajaran, artinya guru mampu berkembang, beradadaptasi dan banyak belajar hal baru sesuai dengan era digital khususnya teknologi dan informasi yang kian cepat, seperti seorang guru mampu berkarya membuat, mengoperasikan berbagai media pembelajaran.
Sebagai guru yang mendidik dan mengajar pada eta digital ini, tentu saja harus selalu meningkatkan kompetensi sehingga tidak ketinggalan zaman dan mampu menjawab kebutuhan siswa. Standar kompetensi guru seperti sudah dituangkan dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
REFLEKSI/REKOMENDASI SOLUSI
Referensi Jurnal:
Sitompul, B. (2022). Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Di Eta Digital. Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, 6 (3).
Hidayat, A., & Andira, A. (2019). Peran guru dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(2), 45–54.
Sari, R. P. (2020). Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5(1), 12–20.
Susanto, A. (2021). Guru dan tantangan pembelajaran digital. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(3), 233–241.
Oleh: Yeti Ramadhani dan Nova Melinda, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang.
PENULIS: NOVA MELINDA DAN YETI RAMADHANI
Mahasiswi dari Universitas Pamulang
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Esai

Post a Comment