Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Teknologi
Mahasiswa KKN PPM 145 ITERA: Laksanakan Program Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aroma Terapi Bernilai Jual
APERO FUBLIC I MAHASISWA.- Lampung, 26 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 145 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan program inovatif berupa pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aroma terapi yang bernilai jual.
Program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam upaya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas memasak sehari-hari dan umumnya dibuang tanpa melalui proses pengolahan.
Pembuangan minyak jelantah secara langsung dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air, serta berpotensi membahayakan kesehatan apabila digunakan kembali untuk menggoreng.
Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemanfaatan minyak jelantah yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai guna.
Melalui program ini, mahasiswa KKN PPM 145 ITERA memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya minyak jelantah serta memperkenalkan teknik pemurnian sederhana yang dapat mengubah minyak jelantah menjadi bahan yang layak digunakan kembali.
Minyak jelantah yang telah dimurnikan kemudian diolah menjadi lilin aroma terapi dengan penambahan palm wax, essential oil, pewarna, dan hiasan kering, sehingga menghasilkan produk yang fungsional sekaligus memiliki nilai estetika.
Lilin aroma terapi dipilih sebagai produk olahan karena memiliki tingkat pemanfaatan yang luas, baik sebagai pengharum ruangan, media relaksasi, maupun dekorasi rumah.
Selain itu, proses pembuatannya relatif mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri sebagai usaha skala rumahan.
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa KKN PPM 145 ITERA juga melakukan analisis ekonomi sederhana untuk mengetahui potensi usaha dari produk lilin aroma terapi. Dari satu kali proses produksi, dapat dihasilkan sekitar 115 unit lilin aroma terapi dengan biaya produksi yang terjangkau.
Dengan harga jual yang sesuai dengan daya beli masyarakat, produk ini mampu memberikan potensi keuntungan hingga sekitar 60 persen, sehingga dinilai layak untuk dikembangkan sebagai peluang usaha mikro.
Program pemanfaatan minyak jelantah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, sekaligus mendorong terciptanya kegiatan ekonomi kreatif yang berbasis lingkungan.
Mahasiswa KKN PPM 145 ITERA berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha kecil dan menengah yang ramah lingkungan.
Tentang KKN PPM 145 ITERA
KKN PPM 145 ITERA merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sumatera dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PENULIS:
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment