Kampus
Keislaman
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Khidmat HMI ke-79: Reaktualisasi Nilai Filosofis Insan Kamil dalam Pengabdian Bangsa
APERO FUBLIC I OPINI.- Sejak didirikan oleh Lafran Pane pada 14 Rabiul Awal 1366 H (5 Februari 1947), HMI telah menempuh perjalanan panjang sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia.
Memasuki usia ke-79, HMI tidak hanya sekadar merayakan usia, tetapi melakukan refleksi filosofis atas eksistensinya di tengah arus perubahan zaman.
Secara filosofis, fondasi HMI tertuang dalam Pasal 4 AD HMI yang menetapkan tujuan organisasi: "Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT".
Aspek Ontologis: HMI memandang mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab ganda (transendental kepada Tuhan dan sosial kepada manusia).
Aspek Epistemologis: Melalui independensi etis dan organisatoris, kader didorong untuk memiliki kebebasan berpikir demi melahirkan pembaruan.
Kata "Khidmat" menunjukkan kerendahan hati dan totalitas dalam melayani kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Harlah kali ini menjadi pengingat agar organisasi tetap kuat secara ideologis dan tidak terjebak dalam pragmatisme politik atau kepentingan senior semata.
Filosofi HMI ke-79 adalah komitmen untuk terus mencetak Insan Kamil yang mampu mensinergikan kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Keberlanjutan HMI bergantung pada kemampuannya menjaga independensi dan konsistensi dalam mengabdi bagi kedaulatan bangsa.
PENULIS: Fahmi Odarth
Mahasiswa dari Universitas A.m Sangadji Ambon, Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment