-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Kampus Mahasiswa Opini Pendidikan Jejak Budaya Lama di Tengah Gempuran Teknologi: Mampukah Kita Bertahan di Era Globalisasi?
Budaya Kampus Mahasiswa Opini Pendidikan

Jejak Budaya Lama di Tengah Gempuran Teknologi: Mampukah Kita Bertahan di Era Globalisasi?

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
17 Dec, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  OPINI.-  Perubahan besar dalam pola hidup masyarakat Indonesia dapat terasa jelas dari cara kita berhubungan dan bekerja hingga memahami budaya. Laju teknologi komunikasi yang begitu cepat membuat batas ruang dan waktu seperti runtuh. Apa yang sebelumnya menjadi bagian akrab dari keseharian kini perlahan bergeser ke pinggir. Di tengah perubahan tersebut budaya masa lampau berjuang mempertahankan posisinya sebagai identitas kolektif sementara globalisasi menawarkan berbagai bentuk kebudayaan baru yang begitu mudah diserap oleh generasi muda.

Perubahan ini terlihat jelas pada kehidupan keluarga di banyak daerah. Seorang guru di Lombok Timur pernah menceritakan bagaimana murid-muridnya kini lebih kerap membicarakan tren Korea Selatan daripada cerita rakyat setempat seperti Legenda Batu Golog atau Putri Mandalika. Ketika ia mengajak murid-murid untuk mementaskan drama tradisional, sebagian besar lebih memilih meniru gaya idol K-pop yang mereka lihat setiap hari melalui gawai. Guru itu mengaku tidak menyalahkan mereka budaya yang muncul di layar memang tampak lebih menarik dan praktis diakses kapan saja. Namun ia merasakan ada ruang yang hilang: ruang di mana nilai budaya lokal seharusnya tumbuh.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Lombok. Di Jawa Barat seorang pengrajin angklung di daerah Cibiru (Bandung) menuturkan bahwa pesanan angklung dari sekolah-sekolah terus menurun selama lima tahun terakhir. Banyak sekolah lebih memilih kegiatan seni berbasis digital atau kompetisi modern dance yang dianggap lebih relevan dengan anak sekarang. Padahal angklung pernah menjadi kebanggaan bersama yang bahkan diakui UNESCO. Pengrajin itu menyimpan harapan agar teknologi bisa menjadi bagian dari solusi. Ia kemudian mencoba membuat video tutorial angklung di media sosial dan dari situlah pesanan mulai datang kembali, meski tidak sebanyak dulu.

Teknologi memang membawa dua sisi: ancaman dan peluang. Arus globalisasi memudahkan budaya asing mengalir masuk. Namun teknologi juga memberi kesempatan bagi budaya lokal untuk bangkit jika dimanfaatkan dengan kreatif. Tantangan utamanya adalah bagaimana masyarakat memaknai budaya di tengah gempuran kemajuan digital.

Dalam satu pertemuan komunitas budaya di Yogyakarta, seorang praktisi seni pernah menyampaikan kegelisahannya. Ia bercerita bahwa kesenian ketoprak yang dulu rutin dipentaskan, kini hanya digelar beberapa kali setahun. Tempat duduk yang dulu penuh sesak kini hanya terisi setengah. Ketika ditanya mengapa, warga mengaku lebih memilih menonton serial daring karena lebih praktis dan bisa ditonton kapan saja. Namun yang paling menyentuh adalah cerita seorang pemain ketoprak berusia 68 tahun. Ia mengatakan sudah siap jika kelak panggung ketoprak sepi, tetapi belum siap jika suatu hari cucunya tidak mengenal apa itu ketoprak. Kalimat itu menggambarkan betapa perubahan zaman memunculkan kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya yang membentuk identitas bangsa.

Namun tidak semua cerita bernuansa kehilangan. Ada pula pengalaman inspiratif yang menunjukkan bahwa budaya masa lampau mampu menemukan tempat baru dalam dunia digital. Di Nusa Tenggara Timur, misalnya didalam tarian tradisional Likurai sempat mulai jarang dipentaskan. Banyak anak muda merasa tarian itu tidak sesuai dengan gaya mereka. Namun keadaan berubah ketika seorang pemuda lokal mengunggah rekaman Likurai versi kolaborasi modern menggabungkan musik original dengan sentuhan kontemporer. Video itu mendadak viral di TikTok. Beberapa sekolah kemudian menjadikan Likurai sebagai bagian dari pertunjukan pada acara besar. Peristiwa ini menunjukkan bahwa budaya dapat bertahan ketika dikemas melalui pendekatan kreatif tanpa menghilangkan nilai dasarnya.

Globalisasi memang memiliki kekuatan besar untuk mengubah cara masyarakat memandang dunianya. Di Jakarta fenomena budaya populer global begitu mudah ditemukan. Mulai dari kuliner hingga gaya berpakaian, semuanya terasa bergerak cepat mengikuti tren internasional. Di satu sisi kondisi ini mencerminkan kreativitas masyarakat kota besar yang terbuka pada perubahan. Namun di sisi lain, budaya lokal justru sering kali kalah bersaing karena kurang mendapat ruang di media digital.

Seorang pegiat kuliner Betawi bahkan mengakui bahwa banyak anak muda Jakarta lebih mengenal ramen atau makanan western daripada kerak telor dan selendang mayang. Ia pun memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kuliner Betawi dengan pendekatan visual yang modern. Dalam waktu beberapa bulan, ia sukses membuat makanan tradisional itu kembali diperbincangkan generasi muda.

Hanya di sinilah teknologi komunikasi memainkan peran penting. Internet, media sosial, dan platform berbasis video bukan hanya sekadar alat hiburan, tetapi sarana untuk menghidupkan kembali budaya masa lampau. Banyak pengrajin batik kini mengunggah proses membatik ke platform digital, menampilkan filosofi di balik motif-motif lokal. Beberapa di antara mereka bahkan berhasil meningkatkan penjualan berkat minat baru dari generasi muda. Teknologi memberikan ruang untuk bercerita, dan cerita itulah yang membuat budaya kembali relevan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan gaya hidup digital membawa tantangan serius. Di daerah pedesaan Jawa Tengah, seorang perangkat desa mengaku khawatir karena remaja di desanya lebih sering berkumpul untuk bermain gim daring daripada mengikuti kegiatan karawitan yang sebelumnya rutin dilaksanakan. Tradisi gotong royong pun mulai berkurang karena anak muda merasa mereka tidak perlu keluar rumah untuk bersosialisasi. Ketika jejaring sosial bergeser ke ruang digital kegiatan budaya yang membutuhkan interaksi langsung pun ikut terpinggirkan.

Pengalaman serupa terjadi pada komunitas adat di Kalimantan Barat. Masyarakat Dayak Iban yang dulu rajin mengadakan ritual adat, kini mengeluh karena sebagian pemuda lebih memilih pergi ke kota dan bekerja di sektor digital. Mereka merasa upacara adat tidak lagi relevan dengan kebutuhan hidup modern. Namun tetua adat di sana menempuh jalan baru. Mereka memulai dokumentasi adat melalui foto, video, dan seminar daring yang mengundang akademisi dan masyarakat luar. Mereka sadar bahwa generasi muda harus diajak memahami budaya menggunakan bahasa zaman mereka sendiri.

Hilangnya perhatian generasi muda terhadap budaya lama bukan karena tidak peduli, tetapi karena budaya tersebut tidak hadir dalam ruang yang mereka kunjungi. Jika budaya hanya berada di panggung tradisional, sementara anak muda hidup di layar digital, maka jarak itu yang harus dijembatani. Platform komunikasi modern dapat menjadi jembatan bukan penghalang apabila digunakan dengan strategi yang tepat.

Globalisasi memberikan peluang besar untuk memperkenalkan budaya lokal ke dunia. Contoh paling nyata terlihat dalam perjalanan kebudayaan Bali. Tari Kecak, Barong, dan berbagai tradisi lainnya dikenal bukan hanya oleh wisatawan, tetapi juga oleh masyarakat global melalui dokumentasi digital. Wisatawan dari berbagai negara datang karena mereka menemukan informasi budaya Bali secara daring dan dari sana budaya itu hidup lebih lama dan lebih luas daripada sebelumnya. ketika budaya lokal mampu tampil dalam format modern, globalisasi dapat menjadi kekuatan pelestarian bukan perusak.

Namun tetap ada pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan. Di beberapa daerah, budaya lama masih dijalankan hanya sebatas seremoni tanpa pemahaman mendalam. Banyak upacara adat berlangsung hanya karena tuntutan acara, bukan karena nilai yang benar-benar dihayati. Dalam situasi ini, teknologi tidak akan banyak membantu jika masyarakatnya sendiri tidak menempatkan budaya sebagai bagian dari identitas yang harus dirawat.

Tantangan budaya lokal di era teknologi bukan hanya terletak pada perubahan cara hidup, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk menata ulang strategi pelestarian. Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu berperan lebih dalam memperkenalkan budaya melalui pendekatan yang sesuai generasi digital. Banyak sekolah yang berhasil mengintegrasikan budaya lokal ke dalam kurikulum dengan pendekatan kreatif, seperti membuat vlog bertema budaya, proyek dokumentasi tradisi, hingga karya seni digital. Cara ini lebih dekat dengan dunia anak muda sehingga nilai budaya lebih mudah diterima.

Beberapa kota besar seperti Bandung, Makassar, dan Surabaya, komunitas kreatif juga mulai memadukan teknologi dengan tradisi. Festival budaya dikemas dalam bentuk pertunjukan interaktif, memadukan seni tradisional dengan pencahayaan modern, animasi visual, dan narasi yang relevan dengan isu masa kini. Perpaduan ini membuktikan bahwa budaya lama dapat tampil modern tanpa kehilangan ruhnya. Yang diperlukan adalah keberanian untuk beradaptasi dan merancang ulang cara budaya disampaikan.

Dalam hal ini pengalaman masyarakat di berbagai daerah menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan generasi muda. Anak-anak muda yang akrab dengan teknologi justru memiliki keahlian unik yang dapat menjadi modal penting. Mereka dapat membuat dokumentasi digital, mengelola media sosial, hingga merancang konten kreatif yang dapat menarik perhatian publik. Jika mereka diberi ruang untuk berkreasi di dalam dunia budaya, maka tradisi tidak akan tersingkir, melainkan menemukan bentuk baru yang lebih relevan.

Perubahan zaman memang tidak dapat dihentikan. Teknologi akan terus berkembang, globalisasi akan terus mengalir. Tetapi nilai budaya tidak harus hilang begitu saja. Ia bisa bertransformasi, menyesuaikan diri, dan mengambil posisi baru di tengah kehidupan modern. diperlukan hanyalah kemauan untuk memahami bahwa budaya bukan sekadar kenangan tetapi juga bagian dari jati diri yang memberikan arah dan makna.

Perjalanan panjang bangsa Indonesia, budaya selalu menjadi perekat yang menjaga keberagaman tetap utuh. Di tengah gempuran teknologi dan globalisasi, peran itu justru semakin penting. Ketika identitas global semakin seragam, budaya lokal menjadi penanda yang membuat kita berbeda sekaligus istimewa. Jika masyarakat mampu merawat tradisi dan memadukannya dengan inovasi, maka budaya tidak akan tenggelam justru akan hidup dalam bentuk yang lebih kuat, lebih luas, dan lebih dekat dengan generasi masa depan.

Oleh. Najla Hanna Nisrina Yafi 
Mahasiswi Universitas Pamulang 
Fakultas keguruan ilmu pendidikan PGSD
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbud: Di Mana Letak Akuntabilitas Hukum?

PT. Media Apero Fublic- Saturday, June 27, 2026 0
Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbud: Di Mana Letak Akuntabilitas Hukum?
APERO FUBLIC   I    OPINI .--    Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekn…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261282
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV so Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .- Mengintegrasikan disiplin ilmu akademis ke dalam realitas sosial menjadi esensi utama yang dibawa o...
  • Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat
    APERO FUBLIC   I  BANDUNG .— Tingginya jumlah angkatan kerja di Jawa Barat belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memad...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Thursday, June 04, 2026
Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Monday, June 15, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 67 Berita 1643 Berita Daerah 1616 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1202 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 56 Cerita Rakyat 12 Cerpen 27 Dongeng 67 Ekonomi 99 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 858 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 635 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 63 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 52 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 193 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us