Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Teknologi
Internet Bikin Remaja Lebih Kreatif ? Ini Fakta di Baliknya
APERO FUBLIC I OPINI.- Pada Era digital sekarang, internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja. Internet telah membuka pintu yang luas untuk mengakses informasi tanpa batas. Perkembangan teknologi internet yang begitu pesat saat ini banyak melahirkan berbagai jenis media sosial seperti Instagram, YouTube, TikTok, X, dan masih banyak lagi.
Media sosial pun kini menjadi salah satu ruang utama bagi remaja untuk mengekspresikan diri secara bebas dan kreatif. Melalui media sosial, remaja menyalurkan ekspresi diri melalui kegiatan-kegiatan yang produktif, kreatif dan menyenangkan.
Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membantu kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis dan memperkuat koneksi hubungan sosial dan budaya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan sejauh mana perkembangan internet berpengaruh terhadap kreativitas remaja?.
Pada dasarnya, kreativitas telah dimiliki setiap individu sejak lahir, hanya saja belum berkembang dengan baik karena belum ada tempat untuk menyalurkan kreativitasnya ataupun mengasahnya. Internet pun dianggap sebagai salah satu sarana yang menyediakan ruang tersebut. Bagi remaja, internet berfungsi sebagai sumber informasi sekaligus inspirasi yang dapat mendorong ide-ide kreatif dan inovatif.
Salah satu bentuk kreativitas tersebut dengan menggunakan sosial media sebagai ajang untuk mengekspresikan diri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Estiyani (2018) mengungkapkan bahwa para remaja memanfaatkan sosial media sebagai wadah ekspresi diri seperti mengunggah foto dan konten personal lainnya.
Menurut penelitian Husna dkk., (2022) platform yang paling digemari oleh kalangan remaja adalah TikTok. Melalui TikTok, remaja mengekspresikan diri mereka dengan mengunggah video dance modern, berkolaborasi dengan kreator lain, hingga berbagi konten edukatif. Agar tetap relevan dan menarik perhatian penonton, remaja dituntut untuk berpikir kreatif, mulai membuat konsep konten, pengambilan gambar, hingga proses pengeditan yang sesuai dengan perkembangan zaman agar tetap diminati oleh semua orang.
Selain video, sosial media juga dimanfaatkan sebagai tempat baru oleh remaja untuk menyalurkan hobi di bidang karya seni rupa dan desain. Platform seperti Facebook, Youtube, dan Instagram kerap digunakan sebagai etalase karya visual remaja (Widyaswari & Widnyana, 2018). Aktivitas ini tak hanya semata untuk menyalurkan hobi saja, tetapi juga untuk membangun personal branding, membuka peluang kolaborasi dengan kreator-kreator lain, serta memperluas koneksi sosial. Hal tersebut turut memperkuat motivasi remaja untuk terus bereksplorasi secara kreatif di media sosial.
Kreativitas remaja juga tercermin melalui karya tulis di media sosial, seperti curahan perasaan, kritik sosial kepada pemerintah, hingga membuat cerita fiksi. Keberadaan sosial media yang didukung oleh perkembangan internet yang pesat memungkinkan remaja untuk mencoba ide atau hal baru dan bereksperimen dengan berbagai bentuk ekspresi, baik melalui desain grafis, pengeditan video, maupun penulisan kreatif.
Jika dilihat dari sudut pandang psikologi, khususnya teori perkembangan psikososial Erik Erikson (1989), masa remaja berada pada tahap identity vs. identity confusion. Pada tahap ini, remaja cenderung mencari dan membentuk identitas diri yang unik dan berbeda. Perkembangan internet yang menyediakan berbagai platform sosial media memberikan ruang bagi remaja untuk mengeksplorasi minat serta aktivitas yang mereka anggap menarik.
Kondisi ini mendorong remaja untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan menemukan karakteristik yang membedakan mereka dari orang lain. Dengan demikian, keberadaan teknologi internet berperan dalam meningkatkan kreativitas remaja dalam mengekspresikan diri, sejalan dengan arus modernisasi yang terus berkembang.
REFERENSI
Erikson E. H (1989). Identitas dan Siklus Hidup Manusia. Jakarta: Penerbit Gramedia
Estiyani, R. (2018). Ekspresi diri melalui media sosial dan maknanya pada remaja SMP (Skripsi dipublikasikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Husna, F., Triantoro, D. A., & Nafisah, R. (2022). TikTok Islam: Ekspresi Anak Muda, Media media baru, dan kreativitas di masa pandemi. Idarotuna, 4(2), 86-96.
Widyaswari, I. G. A. A. W., & Widnyana, I. G. N. (2018). Sosial Media Sebagai Sarana Kreasi dan Ekspresi Karya Seni Rupa dan Desain. Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya, 13(02), 104-111.
Ditulis/Oleh: Made Agus Nanda Ari Resawan
(Mahasiswa Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana)
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment