Esai
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Teknologi
Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung Kembangkan Sistem IoT untuk Pakan Otomatis dan Monitoring
APERO FUBLIC I KAMPUS.– Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) telah berhasil mengembangkan sebuah proyek berbasis Internet of Things (IoT) yang berfokus pada pemantauan kualitas air dan pemberian pakan otomatis untuk akuarium ikan guppy.
Proyek ini muncul dari kepedulian mahasiswa terhadap perawatan ikan hias yang masih banyak dilakukan secara manual, terutama dalam hal pemantauan kondisi air dan ketepatan waktu pemberian pakan.
Ide awal proyek ini berasal dari pengamatan terhadap kesulitan yang sering dialami oleh para penghobi ikan hias dalam memantau kondisi akuarium secara rutin, terutama ketika mereka sibuk atau tidak berada di rumah.
Ketidakmampuan untuk memantau kondisi air dengan baik dan jadwal pemberian pakan yang tidak teratur dapat berdampak langsung pada kesehatan ikan guppy.
Dari permasalahan yang ada, mahasiswa kemudian mulai mengembangkan dan merancang sebuah sistem yang diharapkan dapat membantu pemilik akuarium dalam memantau kondisi air dan mengatur pemberian pakan secara lebih mudah.
Keunggulan utama proyek ini terletak pada kemampuannya dalam memantau kondisi air akuarium secara real-time menggunakan sensor turbidity untuk mengukur tingkat kekeruhan air dan sensor TDS untuk mengukur kadar zat padatan terlarut.
Kedua sensor tersebut dihubungkan dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengolahan data. Data yang diperoleh dapat dipantau langsung melalui aplikasi Blynk pada smartphone, sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi air kapan saja.
Selain itu, sistem pemberian pakan otomatis yang terhubung memungkinkan pengguna untuk mengatur jadwal pakan dengan mudah tanpa perlu memberikan pakan secara manual setiap hari.
Dari segi keamanan dan pengembangan sistem, proyek ini dirancang untuk bekerja secara bertahap. Tahap awal berfokus pada pemantauan dan pemberian pakan dasar.
Pengembangan selanjutnya memungkinkan penambahan fitur keamanan, seperti notifikasi ketika kualitas air berada di luar batas aman, serta penggunaan sumber daya cadangan agar sistem tetap berfungsi saat terjadi gangguan listrik.
Proses pembuatan proyek ini dilakukan secara berkelompok dengan bimbingan kepada dosen. Seluruh tahapan, mulai dari perancangan konsep, pemilihan komponen, perakitan perangkat keras, pemrograman, hingga pengujian sistem, dilakukan secara bertahap.
Selama proses pengembangan, mahasiswa menghadapi beberapa tantangan, seperti penyesuaian pembacaan sensor agar lebih stabil, menjaga koneksi internet agar sistem tetap terhubung, serta mengatur kerja motor servo agar pakan dapat dikeluarkan dalam jumlah yang sesuai.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang pemrograman dan perancangan sistem elektronika, tetapi juga memahami pentingnya kerja tim, pemecahan masalah, dan penerapan teknologi secara nyata.
Proyek ini menjadi contoh penerapan pembelajaran vokasi yang menekankan pada keterampilan praktis dan solusi langsung terhadap permasalahan di masyarakat. Dengan adanya sistem ini, diharapkan pengelolaan akuarium ikan guppy dapat dilakukan dengan lebih mudah, dan teratur.
Kedepannya, proyek ini masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi kemampuan maupun penerapan pada tingkat penggunaan budidaya ikan hias yang lebih besar.
DISUSUN: Tim Kelompok
Daffa Abdudohir
Annisa Nedia Amarobit T
Salwa Adila
Ridho Dwi Ramadan
Rehandika
Hanif Nugraha
Ikadek Bina Merta
Ghiyas Alipsha Affandi
Jawad Al Ghufari
Jovanka Alfaredzy.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika di Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Esai

Post a Comment