-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sejarah Daerah Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Prasasti Kanton: Membuktikan Kebesaran dan Kemakmuran Kedatuan Sriwijaya dan Hubungan Diplomatik dengan Cina
Sejarah Daerah Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum

Prasasti Kanton: Membuktikan Kebesaran dan Kemakmuran Kedatuan Sriwijaya dan Hubungan Diplomatik dengan Cina

Kedatuan Sriwijaya Merupakan Negara Tradisional Bangsa Indonesia. NKRI Negara Modern Bangsa Indonesia.
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
20 Oct, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Peta Kekuasaan Kedatuan Sriwijaya (wikipedia)


APERO FUBLIC. SEJARAH.- Prasasti Kanton merupakan prasasti peringatan dan laporan pihak petinggi dan pengurus kelenteng agama Tao atas sumbangan besar Maha Datu Kedatuan Sriwijaya (San-fo-tsi) untuk membangun Kembali kelenteng yang hancur dibakar oleh penjahat bernama Lang bersama pengikutnya dari Kwan-Yuen. Kelenteng Tien-ching dibangun pada masa pemerintahan Tsin-tsung.
Masa ini Kekaisaran Cina dizaman dinasti Tang dalam pemerintahan Kaisar Chih-Ping. Sumbangan Pembangunan kelenteng dari Maha Datu Sriwijaya sebanyak 400.000 uang emas. Tentu hal ini memberikan gambaran betapa kayanya dan besarnya Kedatuan Sriwjaya. Prasasti ini berangka tahun 1079.

Berikut terjemahan bunyi Prasasti Kanton hasil bacaan dari professor Gonda;


Agama Tao berasal dari Luo-tan. Timbulnya pada masa pemerintahan dinasti Tang dan berkembang pada masa pemerintahan kaisar Chang dari dinasti Tang. Lao-tsu menulis tentang Taote-ching. Kata-katanya tinggi lagi mulia. Bukankah demikian asal-mulanya? Kaisar Ming menganjurkan kepada rakyat untuk memuja Tao dan membangun klenteng Kai-yuen. Bukankah ini suatu kemajuan? Kaisar Tsin-tsung sendiri pemeluk Tao dan selama pemerintahannya di Siang-fu membangun klenteng Tien-ching. Pembangunannya diumumkan di seluruh wilayahnya. Tidakkah itu berarti bahwa agama Tao itu mengalami perkembangan sepenuhnya?
Disudut Selatan kota Kanton, disebuah kota di kaki gunung, disitu didirikan salah satu klenteng hal itu menunjukkan bahwa di tempat itu Tao dipuja dengan giat.
Pada tahun keempat masa pemerintahan Haung-yiu penjahat Lang dari Kwan-Yuen sekoyong-koyong berlayar ke hilir sungai dan secara diam-diam datang ditepi tembok pusat kota Fan-yun. Ia menimbulkan musibah pada klenteng tersebut. Kelenteng itu dibakarnya sampai menjadi abu. Siapakah yang akan membangun kembali reruntuhan yang berserakan dimuka. Tiap orang memandangnya ? tidak adakah diantara orang yang mencari kebahagiaan yang sungguh-sungguh, yang sanggup menumpahkan perhatiannya kepada hal itu? Kota Lima Kambing (Kanton) terletak di dekat laut besar. Kota itu mempunyai hubungan dengan berbagai negara asing. Disitu tempat bertemu para pedagang.
Pada masa pemerintahan Chih-ping ada seorang raja dari San-Fo-Tsi, namanya Sang Prabu Ti-hua-ka-lo. Ia memberi perintah kepada seorang hambahnya Chih-lo-lo untuk mengirimkan perahu-perahunya ke kota itu. Chih-lo-lo melihat kelenteng rusak, kakinya telah terpendam dalam rerumputan. Sekembalinya ia memberikan laporan kepada sang prabu.
Pada saat itu sang prabu mulai cenderung kepada Tao. Pada tahun keempat ia mengirim orang yang bernama Si-li-sa-wen ke Kanton untuk menemui kepala mandala. Kemudian mulai menyelenggarakan pembangunan kembali gapura besar kelenteng.
Pada tahun pertama masa pemerintahan His-ming, Sha-wen pulang sebelum Pembangunan ruang seluruhnya selesai. Ia datang lagi pada tahun kedua untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia mendirikan auditorium sabda kaisar disebelah barat mandala.
She-wen pulang lagi kenegerinya. Pada tahun ketiga, Sri Maharaja mengirim utusan lagi membawa berbagai barang untuk keperluan LO-yin-chih, seorang pendeta dari Lu-san. Ia meminta agar Lo-yin-chih suka menjadi pengurus dan Ho Teck suka menjadi pengawas kelenteng. Pada tahun itu juga ia membentuk panitia pembeli ladang padi seharga serratus ribu uang emas untuk membelanjai pengawasan kelenteng. Lo-yin-chih mengundurkan diri untuk kembali ke gunung tempat lamanya. Utusan Sri Maharaja lalu mendesak gubernur untuk mengangkat Ho Teck sebagai penggantinya. Selanjutnya utusan itu meneruskan Pembangunan ruang Pao-tsin, ruang utara dan ruang vegetarian.
Untuk menyempurnakan Pembangunan kelenteng, dibuatkan area Tao ditempat persajian Tian-ti Bersama para pengawalnya. Ketika Sha-wen pulang kenegerinya untuk menyiarkan agama Tao, Ho Teck Sun memberikan pesan, agar suka membujuk Sang Prabu ……………. (terputus akibat kerusakan). Sekarang seorang hakim bernama Ma-tu-hau-lo ahli kebudayaan datang ke istana dengan membawa upeti. Izin untuk menerima sumbangan telah diberikan. Sumbangan itu dimaksudkan untuk membangun ruang San-ching dan perpustakaan kaisar …………. (tidak terbaca). Telah dicor sebuah lonceng dan menaranya pun telah didirikan. Sumbangan yang berjumlah 400.000 uang emas untuk membeli ladang padi guna pembinaan klenteng sudah diterima. Maksud itu dipuji oleh istana kaisar. Kehormatan gemilang diberikan kepada orang-orang yang bersangkutan. Gelar “jendral agung” yang membantu pembaharuan tempat ibadah dan keutamaan diberikan kepada Sri Maharaja. Ho Teck Sun dinyatakan sebagai tokoh besar penyembah tao.
Sampai tahun kedua masa pemerintahan Yuan-Fong dalam pangsa waktu 7 atau 8 bulan, rencana itu telah selesai dilaksanakan. Kebagusan biara memberikan pemandangan yang cemerlang. Angin bertiup, lonceng berbunyi. Dibawah terik matahari biara itu memancarkan sinar gemerlap. Sumbangan 400.000 uang emas digunakan untuk membeli ladang padi ditepi sungai seluas 190 oddmu, terletak di Teluk Naga disebelah pulau, dekat desa San-Kuil di Distrik Nan-hai. Hasil tanamannya setiap tahun 758 hu. Ladang lain lagi yang menghasilkan pada sebanyak 90 hu dan yang terletak di desa Liang-tang di Distrik Ching-yuen juga telah dibeli. Ladang itu menghasilkan pada sebanyak 700 hu setiap tahun. Ini digunakan untuk pembiayaan para pendeta Tao. Seratus ribu uang emas sisanya didermakan kepada klenteng Ching-hui-si untuk membeli ladang padi guna menyokong pada pendeta pria dan Wanita.
Sesudah membangun klenteng tersebut, sang prabhu lalu melepaskan perahu berlayar kearah negeri yang dituju tanpa takut akan bahaya, sedangkan sebelumnya diliputi ketakutan. Ini membuktikan bahwa Yang Mahatinggi memberikan restu dan anugerah.
Sebagai saksi yang melihat mukjizat ini dengan mata sendiri, saya cenderung untuk memanjatkan doa kepada yang dimuliakan Tsong Tao dan membuat laporan ini pada tahun kedua masa pemerintahan Yuang-fong pada hari dua lipat Sembilan.

Bacaan: Prof. Gonda (Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia).

Kedatuan Sriwijaya merupakan negara tradisonal Bangsa Indonesia. Hal demikian dicatat dengan baik atas pengakuan oleh negara asing. Salah satu syarat sebuah negara resmi adalah adanya pengakuan dari negara asing. Kemudian adanya hubungan diplomatik yang yang resmi dan tercatat dengan baik.

Hubungan diplomatik Kedatuan Sriwijaya dengan Dinasti Tang telah dibuktikan dengan adanya prasasti Kanton ini. Di dalam naskah ini juga kita mengetahui kalau arti dari kata Kanton adalah Kota Lima Kambing.

Disusun: Tim Redaksi
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Sejarah Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Dari Buah Segar ke Buah Kering: Peran Teknologi Pengeringan Sebagai Strategi Pengawetan Buah

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, March 10, 2026 0
Dari Buah Segar ke Buah Kering: Peran Teknologi Pengeringan Sebagai Strategi Pengawetan Buah
APERO FUBLIC   I  OPINI . -  Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang kaya akan produksi buah. Namun dibalik melimpahnya produksi tersebut, k…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026453
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangkinang Banjarnegara Banten Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Gunung Sitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Ketapang Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan KONSEL Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu Labura LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut MORUT Muara Enim Muaro Jambi MUBA MURA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 58 Berita 1404 Berita Daerah 1443 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1163 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 36 Cerita Rakyat 12 Cerpen 18 Dongeng 67 Ekonomi 27 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 1 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 18 Kampus 302 Kesehatan 22 Kisah Legenda 10 Kuliner 25 Mitos 15 Opini 241 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 39 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 56 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 36 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 152 Tokoh Wanita 10 UKM-Bisnis 24 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us