Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

5/28/2022

Komunikasi, Penerjemahan dan Pemahaman Lintas Budaya

APERO FUBLIC.- Setiap detik manusia menggunakan bahasa untuk menangkap dan mengungkap, merumuskan dan menyampaikan gagasan, perasaan, keinginan, harapan dan cita-citanya. Setiap saat manusia terlibat dalam berbagai kegiatan komunikasi dengan sesama, bahkan dengan diri sendiri. Komunikasi antar penutur bahasa yang sama sesekali menimbulkan kesalahpahaman. Kesalahpahaman akan lebih besar lagi jika penutur berasal dari budaya berbeda meskipun mereka menggunakan bahasa yang sama. Peran penting penerjemahan dan pemahaman lintas budaya tercipta atau disadari keberadaannya justru karena adanya kesalahpahaman antara orang-orang yang berbeda latar belakang bahasa dan budayanya.

Kasus perbedaan persepsi yang ditimbulkan oleh perbedaan bahasa dan budaya bisa terjadi di tingkat lokal, regional atau pun internasional, meskipun mereka menggunakan bahasa yang sedikit agak berbeda atau persis sama Misalnya, kata bono (kedengaran seperti bunuh) di daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kalau mendengar seseorang mengatakan ‘Kau kubono,’ pendengar bukan orang Musi Banyuasin mungkin mendapat kesan bahwa orang Musi Banyuasin suka membunuh, padahal artinya, ‘Kupukul kau.’ Jika seorang ayah mengatakan ‘Kubono,’ tidaklah mengkin ayah akan membunuh anaknya. Di Medan orang menggunakan kata motor dan semalam yang bisa berubah artinya kalau dipahami oleh orang Palembang. Dalam bahasa Melayu Medan, motor artinya mobil sedang untuk orang Palembang artinya perahu motor atau sepeda motor. Semalam di Medan artinya kemarin, dan di Palembang artinya tadi malam.

Di tingkat regional, pengguna bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia dalam hal tertentu mengalami kesulitan saling memahami karena pemakaian istilah tertentu yang mempunyai makna berbeda, atau konsep sama yang terungkap dengan istilah berbeda. Ketika kita sudah duduk di bis, misalnya, jika ada orang Malaysia bertanya, ‘Duduk dimana?’ apa yang harus kita lakukan? Padahal maksud jiran kita tadi bertanya, ‘Tinggal di mana?’ Kalau kita telusuri justru jiran kita tadi benar kalau melihat makna kata dasarnya dan kita bandingkan struktur morfologi kata bentukannya.

Kita menggunakan istilah kartu penduduk untuk identitas alamat kita. Penduduk artinya seseorang tinggal di suatu tempat, dan kita tidak pernah mengatakan kartu *peninggal untuk mengatakan identitas seseorang untuk mengetahui di mana dia tinggal. Dalam tayangan suatu program televisi tanggal 28 April 2010, Krisdayanti hendak dicomblangi oleh Siti Nurhaliza dengan seorang duda Malaysia.

Siti Nurhaliza menggunakan kata datuk untuk merujuk kepada duda yang sudah tua tersebut sedang Krisdayanti menggunakan kata kakek dalam merujuk kepada orang yang sama. Hal yang menarik justru dampak tayangan film anak-anak Ipin dan Upin di TPI. Film berseri ini ternyata memberi kesempatan anak-anak Indonesia belajar bahasa Malaysia. Ternyata anak-anak yang suka menonton film tersebut belajar menggunakan kata-kata dan logat bahasa Malaysia ketika mereka berkomunikasi dengan sesama dan dengan orang tuanya. Ini dapat dianggap proses pendidikan multikultural.              

Kesalahpahaman juga muncul karena pemakaian istilah tertentu atau perilaku tertentu di tingkat internasional, yang pada dasarnya mengacu kepada perbedaan bahasa dan budaya. Di Inggris, permainan bola kaki disebut football, sedang di Amerika Serikat disebut soccer.Football di Amerika Serikat sangat berbeda dengan football di Inggris. Ketika Kruschov, pemimpin Uni Soviet terkenal di era Sukarno berkuasa di Indonesia, mengunjungi Amerika Serikat, dia mengepalkan kedua tangan, mengacungkan dan mengerak-gerakkan kedua tangannya dengan maksud atau makna ‘saya senang bertemu dengan anda, saya datang membawa good will, demi persahabatan bangsa Amerika Serikat dan Uni Soviet’ Namun warga Amerika Serikat menjadi marah karena gerakan Kruschov mempunyai makna terbalik, seperti jago tinju yang merayakan kemenangan, dan gerakan tersebut menggambarkan sikap negatif di mata orang Amerika.

Episode di bawah ini menggambarkan perbedaan budaya meskipun para mitra menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Inggris. Latar belakang budaya masing-masing sangat kuat mempengaruhi perilaku mereka. Ketika seorang Amerika dari Texas ingin mendirikan perusahaan di Indonesia, dia mengundang tiga mitra Indonesia dan empat mitra Jepang. Rapat dijadwalkan mulai pukul 9 pagi. Tiga mitra Indonesia ini membawa tiga teman lainnya (yang tidak diundang) dan datang terlambat sekitar 45 menit.

Empat mitra Jepang datang di ruang rapat tepat waktu tetapi menyusun kembali kursi duduk sehingga mereka menjadi satu kelompok, padahal di mata pengusaha Texas susunan kursi yang disiapkannya bertujuan membaurkan mitra kerja agar mereka bisa langsung berkomunikasi. Mitra Jepang yang mengelompok sesama mereka dianggap tidak mau membaur. Tamu tak diundang ikut rapat. Mengapa mitra Indonesia membawa teman lainnya? Terlambat 30–60 menit untuk mitra Indonesia ini bukan masalah.

Ketika sajian rapat hanya secangkir kopi, mitra Indonesia mengganggap pengusaha Amerika tersebut pelit. Mengapa mitra Jepang harus duduk berdekatan, tidak sesuai tempat yang disediakan? Mengapa mereka harus konsultasi terlebih dahulu? Apa mereka tidak bisa mengambil keputusan cepat dan mandiri? Peristiwa di atas menggambarkan kuatnya pengaruh budaya asal yang tanpa disadari selalu dibawa dan ditampilkan ketika kelompok budaya berbeda berkomunikasi dan karenanya memerlukan penerjemahan prilaku.

Kejelian dan sikap tanggap terhadap perbedaan ini penting untuk dicermati dengan keyakinan bahwa siapa pun orangnya dan dari mana saja asal budayanya sekalipun menggunakan bahasa yang sama. Untuk mencapai kesalingpahaman, setiap orang harus menunda sikap mengadili atau menghakimi bahwa pihak lain salah atau tidak tahu sopan santun. Justru sikap terbuka dan ingin belajar dari orang lain diperlukan untuk menjembatani komunikasi antar bahasa dan budaya.

Keterampilan pemahaman lintas budaya mengharuskan seseorang memiliki kemampuan mengerti aspek-aspek budaya dari kelompok lain dan mampu berkomunikasi sejalan dengan konsep budaya kelompok tersebut. Di Malang, ketika ditawari minum apa saat makan siang bisa menimbulkan respons aneh bagi wong Palembang. Kalau kita minta teh, kita disodori teh manis padahal ini tidak lazim untuk wong Palembang. Wong Palembang mengantisipasi teh tawar bukan teh manis.

Oleh. Ridho Dwi Pamgestu.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 28 Mei 2022. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

Sultan Nuku Muhammad Amiruddin Penguasa Tidore sampai Papua.

APERO FUBLIC.- Nuku atau Muhamad Amiruddin lahir di Soasiu pada 1738. Nama kecil beliau Kaicil Syaifuddin. Dia putra kedua dari Sultan Jamaluddin (1757-1779), dari Kesultanan Tidore. Mulai terjadi konflik dengan Belanda saat kedatangan Belanda yang ingin menguasai Kerajaan Tidore terutama memonopoli perdagangan. Waktu itu, Tidore dalam kepemimpinan Sultan Jamaluddin yang menolak Belanda. Hingga akhirnya Sultan Jamaluddin ditangkap Belanda dan dibuang ke Batavia.

Belanda kemudian mengangkat Kaicil Gay Jira menjadi pemimpin Tidore, kemudian digantikan oleh anaknya Patra Alam. Penobatan tersebut ditetang oleh Pangeran Nuku dan adiknya Kamaluddin. Berdasarkan adat kebiasaan pengangkatan Sultan atau Raja haruslah keturunan langsung dari sultan atau raja.

Politik Belanda kembali berubah, mereka menyingkirkan Patra Alam dan mengangkat Pangeran Kamaluddin menjadi Sultan, Ternate dan Tidore. Sehingga beberapa saat kemudian, Pangeran Nuku kemudian berbalik bertengkar dengan adiknya Kamaluddin yang diangkat oleh Belanda sebagai Sultan.

Sultan Nuku atau Sultan Muhamad Amiruddin kemudian pergi menjauh diam-diam dia membangun armada kora-kora yang besar di Papua dan sekitar pulau Seram. Kemudian Seram bagian timur dipilih menjadi pusat pertahanan oleh beliau. Pada tahun 1787 lokasi pertahanan beliau diketahui Belanda dan mengirim pasukan untuk menghancurkan pertahanannya di sana. Pangeran Nuku kemudian mundur dan membangun kembali pasukannya di Pulau Gorong.

Untuk memperkuat pertahanan Pangeran Nuku membeli senjata pada Inggris. Selama delapan tahun beliau terus memperkuat diri. Hingga pada waktunya beliau melancarkan serangan pada benteng Belanda di Tidore. Serangan yang mendadak membuat Belanda tidak dapat berbuat banyak. Kemudian mereka kalah dan menyerah.

Setelah Pangeran Nuku berhasil merebut kembali pulau Tidore. Sultan Kamaluddin melarikan diri ke Ternate. Kemudian pangeran Nuku mengangkat dirinya menjadi Sultan Tidore. Bergelar Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan. Beliau juga digelari rakyatanya dengan “Jou Barakati” bermakna Pemimpin Yang Diberkahi.

Masa pemerintahan beliau dihitung dari 1797-1805, dimana Kesultanan Tidore meliputi Pulau Tidore, Halmahera Tengah, Seram Timur, dan Papua. Sejarah mencatat beliau dalam kepemimpinannya mencapai 25 tahun dia berjuang dalam peperangan-peperangan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menghalau penjajah Belanda.

Sultan Nuku mangkat pada  tanggal 7 November 1805. Atas perjuangan dan perlawanannya terhadap penjajah Belanda. Beliau kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 Agustus 1995 dengan Keputusan Presiden No. 71/TK/1995.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 28 Mei 2022.

Sumber gambar. wikipedia

Sy. Apero Fublic

5/27/2022

Mengenal Pahlawan Nasional: Sultan Syarif Kasim II

APERO FUBLIC.- Sultan Syarif Kasim II adalah Sultan Kesultanan Siak ke 12. Beliau dikenal juga dengan Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin. Beliau lahir pada 1 Desember 1893 di Kesultanan Siak Inderapura. Ayahnya bernama Sultan Syarif Hasyim atau Yang Dipertuan Besar As-Sayyidi Syarif Hasyim Abdul Jalil Saifuddin sultan Siak ke 11.

Beliau naik tahta pada usia 16 tahun setelah ayahnya wafat tahun 1908. Karena dia masih terlalu muda serta sedang mengikuti pendidikan di Batavia (Jakarta). Maka dia dinobatkan menjadi sultan pada 13 Maret 1915 pada umur 21 tahun. Setelah dinobatkan menjadi Sultan. Dalam kepemimpinannya Kesultanan Siak menjadi penentang Belanda. Beliau menentang atas klaim Belanda kalau Ratu Belanda adalah pemimpin tertinggi para Sultan atau Raja di Hindia Belanda.

Karena dia seorang yang berpendidikan menyadari sekali kalau pentingnya pendidikan untuk sebuah kemajuan masyarakat. Dengan pendidikanlah akan membuka pemikiran yang maju dan terdepan bagi suatu bangsa. Karena itu, beliau mendirikan sekolah-sekolah dan memberikan beasiswa bagi putra-putri siak yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke Medan atau ke Batavia (Jakarta).

Karena pemikiran yang maju dan tinggi Sultan Syarif Kasim II mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan beliau menyatakan kalau Kesultanan Siak bagian dari Republik Indonesia. Untuk mendukung Pemerintahan Indonesia yang masih baru beliau menyumbangkan uang sebanyak 13 juta gulden pemerintah. Selain itu, beliau juga berperan memberikan kesadaran pada sultan-sultan di Sumatera Timur untuk turut memihak Republik Indonesia. Secara langsung Sultan Syarif Kasim bertolak langsung ke Yogyakarta mengutarakan ikrar bergabung dengan Republik Indonesia.

Sultan Syarif Kasim II wafat pada 23 April 1968 di Pekanbaru. Karena jasa-jasa beliau pada rakyat, bangsa dan negara serta bentuk dukungannya pada Pemerintah saat kemerdekaan. Maka beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dengan Keputusan Presiden No. 109/TK/1998 pada 6 November 1998.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Rama Saputra.
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber foto. wikipedia

Sy. Apero Fublic

Pahlawan Nasional: La Madukeleng Dari Wajo

APERO FUBLIC.- La Madukeleng seorang perantau dari Wajo dan menetap Negeri Pasir dan menjadi Sultan di sana. Lahir di Wajo tepat pada tahun 1700 Masehi, di Wajo. Dia begitu merajai lautan di sekitar Makasar sehingga VOC menjulukinya, bajak laut. Puluhan tahun dia telah pergi merantau, maka pada suatu hari datanglah utusan dari Wajo.

Utusan membawa surat mennyatakan kalau Wajo dalam masalah besar. Ancaman VOC yang terus menerus dan merajalelah. Sehingga beliau kembali memenuhi panggilan tanah leluhurnya. La Madukeleng seorang bangsawan Wajo itu kemudian mengumpulkan kekuatannya, persenjataan dan membangun armada. Kapal angkutan mereka jenis kapal cepat (Bintak), dan dapat memuat meriam-meriam yang di beli dari orang Inggris.

Pasukannya terdiri dua angkatan, Darat dan Laut. Pasukannya adalah pasukan yang istimewa dan terlati. Sudah berpengalaman dalam pertempuran di berbagai tempat, seperti Semenanjung Malaya, Johor, Sulawesi yang terdiri dari orang-orang dari Bugis, Pasir, Kutai, Makasar,  dan lainnya.

La Madukeleng kemudian berangkat menuju Makasar melalui Mandar. Dalam perjalanannya armadanya dua kali di cegat pasukan laut VOC Belanda (8 dan 12 Maret 1743). Namun armada Belanda yang terdiri dari enam kapal tidak dapat mengalahkan armada beliau yang berpengalaman dalam perang laut.

Kembali armada La Madukeleng diserang Belanda saat melewati pulau Lae-Lae. Pasukan VOC yang berada di dalam benteng menembaki mereka dengan meriam-meriam benteng. Tidak tinggal diam mereka juga membalas dengan gencar.

Sementara itu, Gubernur VOC di Makasar Johan Santijn mendengar kedatangan pasukan La Madukeleng. Kemudian segerah mengirim armada yang besar untuk menghancurkan armada La Madukeleng di sekitar pulau Lae-Lae. Namun diluar dugaan mereka, hampir semua armada VOC tenggelam oleh pasukan La Madukeleng yang pemberani dan berpengalaman. Dalam kegigihannya akhirnya La Madukeleng berhasil mencapai pelabuhan Gowa dan disambut teman-temannya.

Armada Belanda sudah tidak berdaya sehingga tidak ada gangguan lagi pada mereka. Lalu melanjutkan pelayaran menuju Bone, Ujung Palette. Dari sana bertolak ke Peneki dalam mengemban tugas untuk memanggu jabatan Arung yang diwariskan orang tuanya, dengan gelar Arung Motawa Wajo XXXIV, sebagai pemimpin Wajo ke 34 dia diangkat pada 8 November 1736 di Paria.

Selama kepemimpinannya 29 tahun, dia berhasil menghalau VOC, dan memperluas wilayah kekuasaannya. Kemudian dia digelari “Petta Pamaradekangi Wajona To Wajoe.” Gelar bermakna yang memerdekakan tanah Wajo dan rakyatnya. Beliau wafat pada usia ke 65 tahun. Atas jasa-jasanya yang telah berjuang menentang penjajah Belanda maka beliau dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia dengan penetapan Keputusan Presiden No. 109/TK/1998 tertanggal 6 November 1998.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Totong Mahipal
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber gambar: wikipedia

Sy. Apero Fublic

MAPALA: Kendalah Wisudah Tepat Waktu

APERO FUBLIC.- Kita sering mengenal mahasiswa dengan gelar, “Mahasiswa Abadi.” Gelar tersebut bukan tanpa alasan karena biasanya dia kuliah sudah sangat lama. Sehingga kuota mahasiswa menumpuk dan semakain sesak di kampus. Kemudian ada juga gelar MAPALA, tapi bukan nama organisasi Mahasiwa Pencinta Lingkungan dan Alam. Mapala yang saya maksud adalah singkatan dari Mahasiswa Paling Lama yang menjadi gelar paling tradisonal di kampus-kampus.

Sesungguhnya mahasiswa yang menyelesaikan studi tepat waktu bukan mahasiswa yang pintar dan cerdas. Tapi mahasiswa yang tekun dan aktif dalam belajar. Sehingga nilainya memenuhi target dan tidak ada mengulang mata kuliah. Kemudian dalam mendekati smester akhir telah aktif memulai pencarian masalah skripsi, seminar proposal dan penyusunan skripsi.

Sebagai mahasiswa, pastinya ingin lulus kuliah tepat waktu. Selain dapat menghemat biaya kuliah, lulus kuliah tepat waktu juga bisa menjadi kebanggaan orang tua serta diri sendiri. Biasanya untuk lulus kuliah perguruan tinggi untuk jenjang S1 selama 4 tahun atau sampai 8 semester.

Namun setelah selesai melakukan KKN mahasiswa banyak bersantai-santai dalam pembuatan skripsi. Dimana ini akan membuat mahasiswa tidak lulus tepat waktu. Dalam hal ini pembagian waktu sangatlah penting. Membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dengan organiasi atau bekerja harus secara seimbang.

Untuk itu, agar selalu disiplin dan konsiten dengan pembagian waktu tersebut. Kamu perlu mengingat, tugas utama dirimu adalah menjadi mahasiswa dan belajar dengan baik agar bisa lulus tepat waktu. Aktif terus dalam mengikuti kuliah sehingga tidak banyak tertinggal nilai dan matakuliah. Kalau terlalu banyak mengulang matakuliah, akan memperlambat kalender kuliah kita. Usahakan juga agar nilai tidak terlalu rendah sehingga mencapai target untuk mengusulkan judul penelitian skripsi.

Sehingga kita tidak banyak membuang waktu bertahun-tahun dikampus. Coba bayangkan, biayah kita dalam masah kuliah satu smester. Dari biayah tugas, SPP, biayah makan, transportasi kita dan lainnya. Tentu semua itu membuat kerugian bagi kita, terutama kedua orang tua kita yang membiayai kita. Sekedarnya saja nongkrong dan berleha-leha di tempat wisata atau hiburan.

Nah, bergeraklah sebelum terlambat dan membuat penyesalan dan kerugian. Pesan ini saya sampaikan untuk adik-adik yang mahasiswa baru, mulailah kuliah dengan baik dari smester pertama sampai smester akhir. Kejar skripsi dengan cepat dan jadilah salah satu dari yang tepat waktu.

Oleh : Ricky Hidayat
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Mei 2022.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakutas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

5/26/2022

Mengenal Pahlawan Nasional Dari Papua: Frans Kaisiepo

APERO FUBLIC.- Frans Kaisiepo lahir di Biak pada 10 Oktober 1921. Dia menjadi salah satu penentang Belanda di tanah Papua. Saat terjadi perundingan di Sulawesi Selatan dia hadir dan menentang penyatuan Papua dengan NIT (Negara Indonesia Timur) bentukan Belanda. Sekembalinya dari konferensi dia kembali ke Biak terus mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Perlawanan dia dan rakyat Biak mereka lakukan sampai Papua bergabung dengan Republik Indonesia.

Jiwa kebangsaan Frans Kaisiepo tumbuh sejak dia berkenalan dengan Sugoro  Atmoprasojo seorang mantan guru Taman Siswa yang diasingkan ke Digul, Papua. Dari Sugoro dia banyak mendapat informasi tentang perjuangan dan pergerakan rakyat Indonesia. Maka beliau bertekad untuk terjun langsung dalam kanca perjuangan.

Perjuangannya dia tuangkan dalam pergerakan, lalu pada bulan Juli 1946 dia menggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM). Karena itulah saat dia terlibat dalam Konferensi Malino dia menolak penggabungan Papua dengan negara boneka bentukan Belanda NIT (Negara Indonesia Timur).

Saat Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Belanda dan Negara Indonesia di Den Hag. Frans Kaisiepo menolak diangkat sebagai anggota delegasi Belanda. Akibatnya dia dihukum Belanda dan dia dihukum buang ke daerah terpencil. KMB menghasilkan keputusan pengakuan kedaulatan terhadap Negara Republik Indonesia. Namun Belanda bersikeras bahwa mereka ingin terus menjajah Papua dan Papua tetap bagian dari Belanda. Sehingga untuk membebaskan Papua dari cengkeraman Belanda. Maka pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan operari TRIKORA untuk membebaskan Papua. Masa TRIKORA Frans Kaisiepo membatu tentara mendarat di Papua.

Pada 1 Mei 1963 secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kalau Papua lepas dari Belanda dan menjadi bagian dari Indonesia sebagaimana wilayah lainnya di Nusantara. Maka wilayah Negara Indonesia didepenisikan bahwa seluruh wilayah bekas jajahan Belanda atau yang dikenal dengan Hindia Belanda. Frans Kaisiepo kemudian diangkat Pemerintah sebagai Gubernur untuk Papua. Kemudian dia bertugas untuk melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

Pada 14 Juli hingga 4 Agustus 1969, Pepera berlangsung dan menghasilkan suara bulat bahwa Papua menjadi bagian dari negara Republik Indonesia. Frans Kaisiepo menjabat Gubernur Papua sampai tahun 1973 kemudian pensiun. Enam tahun setelah pensiun beliau wafat dan dimakamkan di taman Makam Pahlawan Cenderawasi, Jayapura. Atas jasa-jasa beliau yang sangat besar maka Pemerintah  Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 77/TK/1993/ pada 14 September 1993.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero.
Palembang, 26 Mei 2022.

Sember foto: wikipedia

Sy. Apero Fublic

Mengenal Tokoh: Haji Andi Sultan Daeng Raja

APERO FUBLIC.-
Haji Andi Sultan Daeng Raja  putra dari Passari Petta Tanra Karaeng  Gantarang  dan Andi Ninong. Lahir pada 20 Mei 1894 di Gantarang.  Daeng Raja masuk sekolah pada tahun 1902 di sekolah Volksschool atau Sekolah Rakyat di Bulukumba. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS) di Bantaeng. Setelah selesai di ELS dia melanjutkan pendidikan di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Makasar.

Pada usia dua puluh tahun dia bekerja menjadi juru tulis di kantor pemerintah Onder Afdeeling Makasar. Karirnya terus menanjak hingga di tahun 1930 dimana dia ditunjuk menjadi jaksa pada Landraad Bulukumba. Haji Andi Sultan Daeng Raja  tidak menyukai penjajahan Belanda atan Bangsa Indonesia. Sikap dan sifat mereka yang selalu berbuat sewenang-wenang.

Haji Andi Sultan Daeng pergi ke Jakarta (Batavia) dan mengikuti kongres Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 dan diikuti Sumpah Pemuda. Menjelang kemerdekaan beliau mengikuti rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai wakil dari Sulawesi Selatan. Setelah itu, dia juga membawa kabar kemerdekaan Indonesia pada rakyat di Bulukumba.

Beliau dituduh ikut dalam berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sehingga dia diasing ke Manado, Sulawesi Utara sampai tahun 1950 ketika kedaulatan Indonesia diakui oleh Pemerintah Belanda. Sebelum ditangkap dia sempat mengusulkan dibentuknya Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah mengumpulkan pemuda di Sulawesi untuk membelah Indonesia.

Para pejuang Bulukumba kemudian membentuk laskar pemuda  dengan nama Laskar Pemberontak Bulukumba Angkatan Rakyat (PBAR). Walau di dalam penjara Daeng Raja diangkat sebagai Bapak Agung. Semua kegiatan PBAR dipantau oleh Daeng Raja dengan perantaran keluarganya yang datang menjenguknya. Darisanalah dia dapat memberikan perintah pada para laskarnya.

Setelah Indonesia merdeka beliau pun bebas dari tahanan. Beliau kembali ke Bulukumba. Setelah mundur dari kedudukan sebagai Kepala Adat Gantarang, Pemerintah mengangkatnya menjadi bupati Bantaeng pada tahun 1951. Pata tahun 1956 beliau diangkat menjadi Residen diperbantukan pada Gubernur Sulawesi Selatan atas Keputusan Presiden. Setahun kemudian beliau pun diangkat menjadi Angota Konstituante. Beliau sakit dan dibawa ke rumah sakit Pelamonia Makasar dan disana beliau wafat pada 17 Mei 1963. Atas jasa-jasa beliau Pemerintah Republik Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2006. Berdasaran Keputusan Presiden No. 85/TK/2006/3 November 2006.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber gambar. wikipedia.

Sy. Apero Fublic

Peran Penting Inovasi dan Kreativitas Dalam Membangun Sebuah Usaha.

APERO FUBLIC.- Semakin pesatnya pekembangan zaman semakin tinggi juga kebutuhan pada manusia, baik itu kebutuhan sangan, pandang maupun papan dan ini juga berdampak dalam membuka usaha. Buchari Alma dalam bukunya Pengantar Bisnis, menjelaskan defenisi usaha yaitu, suatu kegiatan individu untuk melakukan sesuatu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kunci dari kewirausahaan adalah pengambilan resiko, menjalankan usaha sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan usaha baru, pendekatan yang inovatif, mandiri.

Jadi, jika menciptakan sebuah usaha harus siap untuk menerima dan menajlankan resikonya begitu juga menjawab tantangan yang ada pada masyarakat yaitu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui usaha atau bisnis yang dibuat perlu diperhatikan dan perlu memiliki inovasi dan kreativitas pada diri seorang usahawan. Inovasi dan kreativitas dapat membantu menyumbangkan ide-ide yang sesuai dengan kebutuhan pasar.


Tanpa adanya inovasi perusahaan tidak akan dapat bertahan lama. Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan berbah-ubah. Pelanggan tidak selamanya akan mengkonsumsi produk yang sama. Pelanggan akan mencari produk lain dari perusahaan lain yang dirasakan dapat memuaskan kebutuha mereka. Maka penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran penting menumbuhkan inovasi dan kreativitas dalam membangun sebuah usaha.


Peranan inovasi dalam sebuah usaha sangat penting karena kemampuan inovatif seorang wirausahawan merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. Baldacchino (2009) menyatakan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.


Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Kreativitas kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang. Pemikiran kreatif dan pengembangan ide memang tidak mudah. Contoh sederhana tadi terjadi dalam waktu yang tak terduga. Mengalir seperti air.


Memahami kreativitas (daya cipta) akan memberikan dasar yang kuat untuk membuat modul atau perangkat tentang kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah adanya kemampuan yang kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang baru, misalnya: sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai corporate baru, proses-proses manufacture yang baru, produkproduk dan jasa-jasa baru, cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan keputusan.


Untuk meningkatkan daya kreativitas dapat dilakukan dengan memperbanyak akumulasi pengetahuan yang produktif. Selanjutnya pikiran sadar dan pikiran bawah sadar manusia akan melakukan proses inkubasi. Pada tahap ke tiga yaitu pengalaman ide, ide akan mencuat walaupun sering kali ide itu muncul justru pada saat tidak sedang melakukan pekerjaan yang relevan. Pada tahap ke empat dilakukan evaluasi dan implementasi ide.


Tahapan ini adalah yang paling berat karena dibutuhkan komitmen dan dedikasi untuk merealisasikan ide menjadi sesuatu yang konkret. Hasil di tahapan ini adalah inovasi (Wijayanto; 2012)Larsen, P and Lewis, A, (2007)  menyatakan bahwa salah satu karakter yang sangat penting dari wirausahawan adalah kemampuannya berinovasi. Tanpa adanya inovasi perusahaan tidak akan dapat bertahan lama. Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan berbah-ubah.


Pelanggan tidak selamanya akan mengkonsumsi produk yang sama. Pelanggan akan mencari produk lain dari perusahaan lain yang dirasakan dapat memuaskan kebutuha mereka. Untuk itulah diperlukan adanya inovasi terus menerus jika perusahaan akan berlangsung lebih lanjut dan tetap berdiri dengan usahanya.


Dalam mengimplementasikan inovasi, kreativitas terhadap sesuatu menjadi satu kombinasi baru yang dapat menghasilkan. Definisi baru disini tidak selalu berarti original, melainkan kebaruan atau diperbaharui, yang berarti juga adalah improvement, karena inovasi tidak harus selalu barang atau jasa baru, melainkan perbaikan atau pengembangan dari barang atau jasa yang telah ada. Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi sangat penting karena terdapat alasan berikut:


1.Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses.

2.Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang menimbulkan inovasi.

3.Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuhan kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga

4.Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan produk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu.

5.Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan menciptakan posisi korporat yang lebih baik.


Peranan Inovasi dan Kreativitas dalam Pengembangan Produk dan Jasa Inovasi memegang peranan penting dalam mengembangkan produk dan jasa dalam bisnis. Berbagai kesuksesan wirausaha di dunia disebabkan oleh kreativitas dalam mengembangkan produk. Persaingan yang ketat dalam berwirausaha mendorong wirausaha untuk memiliki kreativitas yang tinggi.


Daya kreativitas tersebut harus dilandasi cara berpikir yang maju, gagasan-gagasan baru yang berbeda dibandingkan produk-produk yang telah ada. Berbagai gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu dan memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha yang pada awalnya kelihatan mustahil.


Saat ini berbagai hasil inovasi yang didasarkan kreativitas wirausaha menjadi produk dan jasa yang unggul. Wirausaha melalui proses kreatif dan inovatif menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa yang kemudian menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. Perusahaan seperti Microsoft, Sony, dan Toyota Motor, merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi di bidang teknologi.


Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ernani Hardiyati dalam jurnalnya yang berjudul Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil Dari hasil perhitungan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent adalah besar, hal tersebut dapat dilihat pada nilai koefisien determinasi (R2 ) yaitu sebesar 0,702.


Hasil perhitungan tersebut dapat dijelaskan bahwa pengaruh kreativitas dan inovasi terhadap kewirausahaan dapat dijelaskan sebesar 70,20% sedangkan sisanya sebesar 29,80% dan hasil berdasarkan uji t pada tabel 3 analisis regresi secara parsial dapat dijelaskan bahwa variabel kreativitas (X1) dari hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi yaitu sebesar 0,007 <, (5%) hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan variabel kreativitas (X1) terhadap kewirausahaan dengan asumsi variabel kreativitas berpengaruh secara konstan.

 

Oleh: Moliza Gusriani

Editor. Desti, S.Sos.

Tatafoto. Dadang Saputra

Palembang, 26 Mei 2022.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

 

Sy. Apero Fublic

5/22/2022

Meninjau Keadaan Islam di Lombok pada Abad ke-19.

APERO FUBLIC.- Pulau Lombok tidak begitu luas, terletak diantara Pulau Sumbawa dan Pulau Bali. Di pulau ini tinggal sekelompok masyarakat Melayu Sasak yang beragama Islam. Orang Sasak adalah masyarakat yang kuat dan tangguh, terutama dalam memegang agama Islam. Hal demikian terbukti pada masa Pulau Lombok dikuasai Kerajaan Mataram. Di kawasan lain di Nusantara umat Islam tidak ada yang mendapat tekanan penguasa sebagaimana di Pulau Lombok. Keadaan umat Islam sangat memprihatikan dan menderita. Begitulah keadaan umat Islam apabila dalam penguasaan yang bukan Islam.

Tekanan-tekanan oleh penguasa seperti diskriminasi antara rakyat beragama Hindu dengan umat Islam. Pertama adalah usaha-usaha mengaburkan ajaran Islam yang murni dengan cara memasukkan dan memaksakan sinkretisme Hindu dan Islam. Hal demikian cukup berhasil dimana kita sekarang masih mengenal adanya aliran Islam yang tidak sesuai dengan syariat Islam di Lombok. Kedua, merusak akidah umat Islam dimana judi-judi dipaksakan. Setiap pemimpin orang Sasak mengadakan judi di desa-desa mereka. Selain itu, penguasa Mataram juga mendapat pajak judi.

Ketiga, menyingkirkan para haji atau ulama yang berpengaruh. Penyingkiran dengan cara difitna akan memberontak kemudian dibunuh dengan kejam. Seperti yang terjadi pada tahun 1855. Namun orang Sasak tetap teguh memegang agamanya. Pada tahun 1856 sebanyak 400 keluarga pergi menyeberang meninggalkan Pulau Sumbawa. Mereka menghindari penindasan dan menyelamatkan agama mereka.

Keempat, dalam hal kewajiban negara. Penguasa Mataram membedakan perlakuan antara yang beragama Hindu dan beragama Islam. Undang-undang negara menetapkan kalau orang yang beragama Hindu bebas dari membayar pajak dan tidak terkena bekerja paksa untuk penguasa Mataram. Sedangkan orang Islam membayar pajak dan mendapat kewajiban kerja paksa yang dinamakan, ngayah. Tapi akan bebas dari membayar pajak dan tidak lagi kerja rodi kalau keluar dari agama Islam.

Kelima, setiap wanita muslimah yang menikah dengan laki-laki Hindu wajib mengikut agama suaminya. Semua anak-anaknya juga harus ikut agama suaminya. Keenam, penguasa Mataram menekan jumlah orang yang naik haji. Sehingga orang yang naik haji sangat sedikit. Mereka tidak mau umat Islam menjadi pintar dan dakwa berkembang baik. Ketujuh, di Lombok Barat orang Islam yang menjalankan ibada Shalat di buru dan dihina-hinakan. Sehingga mereka shalat bersembunyi-sembunyi. Hal demikian kemungkinan menimbulkan aliran Islam yang lain di Lombok.

Demikianlah keadaan umat Islam di Lombok pada abad ke sembilan belas. Semua dapat direbut dan dikuasai oleh orang Mataram. Tapi mereka tidak dapat merebut agama yang ada di dalam hati orang Lombok Islam. Dalam pada itu, membuat usaha-usaha setiap orang Islam Lombok berusaha membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Mataram. Sehingga terus terjadi pemberontakan dan perlawanan-perlawanan terus menerus dan membuat suasana Lombok panas terus menerus. Hal demikian membuat keresahan di hati Raja Mataram.

Raja Mataram A.A. Gede Ngurah Karangasem berusaha mencari jalan keluarnya. Agar Kerajaannya tentram dan lepas dari kekacauan. Raja juga memikirkan politik jangka panjangnya diamana dia berkuasa di pulau yang dihuni hampir semuanya umat Islam. Kemudian Raja Mataram tersebut menikahi seorang muslima bernama Dinda Aminah seorang putri Sasak anak Dea Guru dari daerah Kalijaga. Dinda Aminah setelah menikah dengan raja Mataram namanya diganti menjadi Dinda Nawangsasih. Pernikahan tersebut juga dikarenakan raja Mataram pernah bermimpi kejatuhan bulan. Dalam petunjuk mimpi raja harus menikahi seorang putri sasak agar mendamaikan kerajaannya.

Walau menikah dengan laki-laki hindu, Dinda Aminah tetap teguh memegang agamanya. Dia menggunakan pengaruhnya dan raja menyetujui untuk memperbaiki keadaan rakyat yang beragama Islam. Di Ampenan raja mengizinkan berdirinya sebuah masjid. Di pusat pemerintahan Cakranegara juga dibangun masjid. Salah seorang cucu raja bernama Imam Sumantri memeluk agama Islam. Di istana juga diadakan pelajaran membaca Al-Quran untuk anak-anak orang Islam. Atas saran Dinda Aminah setiap orang diperbolehkan naik haji. Bahkan raja Mataram memberikan uang pada orang-orang yang akan berangkat haji. Sejak itu, keadaan Kerajaan Mataram beransur-ansur membaik dan damai. Raja sangat menyadari apabilah umat Islam ditekan terus menerus akan membahayakan kedudukan mereka. Pemikiran raja terbukti saat terjadi perang Praya II, dan berlanjut keruntuhan Kerajaan Mataram pada tahun 1894.

Namun tindakan raja Mataram A.A. Gede Ngura Karangasem tidak disukai oleh anaknya bernama A.A. Made Karangasem. Sewaktu pengaruh Islam muali naik, mereka khawatir. Karena itu, dia mulai mencari teman bersekongkol untuk menghancurkan pengaruh Islam. A.A. Made mulai mengatur untuk menyingkirkan pemimpin-pemimpin orang sasak, memfitnah lalu membunuhnya. Perbuatan A.A. Made Karangasem sangat bertolak belakang dengan kebijakan ayahnya, Raja Mataram.

Tidak hanya disitu, A.A. Made menggerakkan orang Sasak untuk membangun tempat-tempat pemujaan. Mereka dipaksa, bekerja tidak di bayar dan anak istri mereka terlantar. Perbuatan A.A. Made yang sewenang-wenang telah menyebabkan kekacauan di Mataram. Raja kemudian mengetahui sifat buruk anaknya. Namun dia sudah sangat terlambat mengatasi permasalahan. Selain kesalahan perbuatan A.A. Made, juga adanya tekanan dari Belanda untuk menghukum A.A. Made. Raja kemudian memutuskan untuk menghukum sendiri anaknya, lalu mayatnya dibuang ke laut tanpa upacara keagamaan.

Keadaan umat Islam di Lombok berbeda dengan keadaan umat Islam di Kerajaan Sumbawa, Dompu, Bima, dan Sanggar dimana Islam maju dengan pesatnya. Ditambah lagi saat Gunung Tambora meletus pada 1815 memusnakan pemukiman, sawah, ternak, kebun dan ladang. Membuat umat Islam sadar kehidupan dunia hanya sementara dan Allah akan mencabut nikmatnya kalau manusia hidup dengan baik, dan beribadah.

Oleh. Joni Apero
Palembang, 23 Mei 2022.
Sumber: Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977/1978.

Sy. Apero Fublic

Asal Usul Nama Pulau Lombok (NTB)

APERO FUBLIC.- Lombok nama sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sekaligus pulau induk provinsinya dimana terdapat ibukota provinsinya, Mataram. Di Lombok terdapat Gunung Rinjani yang terkenal itu. Pulau Lombok lebih kecil dari pulau Sumbawa. Dipisahkan oleh selat Alas, dan dipisahkan selat Lombok dengan pulau Bali.

Masyarakat Lombok secara umum dikenal dengan orang Sasak. Asal usul mereka secara ras juga berasal dari migrasi Asia Tenggara yang dikenal dengan Melayu Tua dan Melayu Muda. Maka sering ditulis dengan istilah Melayu Sasak. Mereka beragama Islam yang taat, juga masyarakat yang kaya dengan sastra lisan, seni, dan budaya.

Sesunggunya, nama pulau Lombok memiliki nama-nama yang berbeda-beda dari zaman ke zaman. Sumber pertama yang diungkap peneliti bersumber dari lontar dan babad. Sehingga diketahui nama Lombok pada masa sebelumnya. Dalam naskah lontar negarakertagama atau Decawanana mendapati dua nama, Lombok Mirah untuk penyebutan Lombok bagian Barat, dan Sasak Adi untuk penyebutan Lombok Timur.

Dalam sastra lisan masyarakat pulau Lombok dinamakan Pulau Sasak. Penamaan sasak dikarenakan keadaan hutan, semak-semak yang sangat lebat dan rapat bagaikan dinding. Sehingga muncul kata penyebutan seksek yang kemudian berkembang menjadi nama Sasak.

Dr. C.H. Goris menguraikan arti kata sasak secara etimologis. Kata sasak berawal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta sak dan saka. Kata sak dalam bahasa sanskerta berarti pergi. Sedangkan kata saka berarti asal. Menurut Goris orang sasak adalah orang yang pergi dari pulau Jawa kemudian mendiami pulau Lombok. Dia berpegang pada silsilah para bangsawan disana yang digubah dalam bahasa Jawa Madya dan aksara jejawan (aksara sasak).

Tapi teori ini seperti kurang tepat, hanya sebatas perujukan silsilah yang diambil dalam kesastraan. Mengingat kebiasaan masyarakat Nusantara untuk mengangkat derajad mereka sering menghubungkan keturunan mereka pemimpin daerah lain yang lebih kuat. Ataupun ada yang pindah kemungkin kaulah mereka saja dan tidak meliputi semua penduduk, hal demikian biasa.

Kemudian teori Dr. van Teeuw mengatakan kalau nama Sasak berasal dari keadaan penduduk asli pulau Lombok yang memakai kain tembasaq (kain putih). Dari perulangan kata tembasaq menjadi kata sasak.

Menurut peneliti Indonesia nama sasak dinamakan untuk pulau Lombok sebelumnya karena adanya kerajaan pertama di sana yang bernama Kerajaan Sasak. Menurut keterangan Pedroo Dela Faille Kerajaan Sasak berada dibagian Barat Daya pulau Lombok. Sedangan keterangan Dr. van Teeuw Kerajaan Sasak berada di tenggara pulau Lombok.

Selain itu, mengetahui nama Sasak berdasarkan informasi Ditjen Kebudayaan Provinsi Bali, menjelaskan kalau di Pujungan Tabanan Bali terdapat sebuah tongtong perunggu yang dikeramatkan penduduk. Pada tongtong tersebut tertulis aksara kwadrat berbunyi “sasak dana prihan, srih javanira,” Makna tulisan tersebut untuk mengingat kemenangan atas negeri Sasak. Kemungkinan tongtong tersebut berasal dari abad ke-12 masehi. Dari sumber itu menjelaskan keberadaan kerajaan Sasak.

Sementara dalam babad Sangupati, pulau Lombok bernama Pulau Meneng, berarti pulau sepi. Kemungkinan penamaan tersebut berdasarkan keadaan penduduknya yang masih sedikit sehingga keadaan sepi.

Pulau Lombok sampai akhir abad ke-19 lebih terkenal dengan nama Selaparang. Nama Selaparang adalah nama kerajaan di Lombok Timur yang terkenal. Karena pengaruh kerajaan tersebut yang kuat membuat diluar dan di dalam pulau dinamakan orang dengan Selaparang. Kerajaan ini berdiri sampai abad ke-14. Kerajaan Selaparang awalnya bernama Watu Parang kemudian berkembang menjadi Selaparang. Dalam bahasa kawi kata sela berarti batu, dan parang berarti karang. Pada catatan kedatangan Patih Gajah Mada dari Majapahit mencatat nama Lombok dengan Selapawis. Kata sela berarti batu, sedangkan pawis berarti ditaklukkan.

Kemudian nama pulau Lombok ditulis juga dalam sastra-sastra klasik, babad Lombok. Dalam cerita dikatakan bahwa raja yang memerintah seluruh pulau Lombok, bernama Lombok. Tinggal di sebuah teluk yang indah. Kemungkinan masa itu, pulau Lombok bersatu dalam kepemimpinan Raja bernama Lombok tersebut. Pada masa itu, selat Alas adalah lalu lintas yang ramai. Menjadi tempat kapal-kapal dan perahu membongkar dan memuat barang lamu mengambil air minum. Memang di teluk tersebut terdapat sumber mata air sampai sekarang.

Dalam sumber VOC yang pertama kali diberitakan oleh Steven van der Hagen tahun 1603. Bahwa dari pulau Lombok terdapat banyak beras yang murah dan hampir setiap hari diangkut dengan sampan ke Bali. Dengan demikian, yang mempopulerkan nama Lombok adalah dari luar daerah. Orang-orang datang dan pergi keluar menyebut beras dari Kerajaan Lombok. Sedangkan bagi penduduk asli Pulau Lombok daerah mereka bernama gumi sasak atau gumi selaparang.

Demikianlah sedikit keterangan tentang asal usul nama Pulau Lombok. Ciri penamaan sebuah tempat secara tradisional selalu berkembang secara sendiri. Dari nama tempat kemudian berkembangkan juga menjadi nama suku atau etnis. Kalau kita melihat demikian berarti penamaan suku yang kita kenal sekarang di seluruh Indonesia adalah nama daerah secara tradisional.

Sebagai contoh di Sumatera Selatan misalnya ada suku ogan, suku komering, suku musi. Nama-nama tersebut disebut dari tempat mereka bermukim disekitar sungai-sungai yang mereka diami. Suku bukan pembeda orang, bukan pula untuk pembeda ras-antar satu suku dengan suku yang lainnya. Tapi suku hanyalah sebuah hasil perkembangan budaya yang dibuat atau berkembang sendiri oleh masyarakat sebagai identitas atau alamat tempat tinggal saja, dahulunya. Itu pun berguna saat mereka pergi jauh dari tempat tinggal mereka. Atau orang lain menyebut tempat tinggal mereka.

Di zaman kita sekarang sering kali kesukuan membuat perpecahan dan merasa berbeda dari suku yang lainnya. Dijadikan alat politik, alat separatis, rasa kedaerahan. Bahkan ada suku yang ingin mendominasi suku yang lainnya. Merasa bangga dengan suku-nya. Padahal nama suku hanyalah nama tempat tinggal secara tradisional, misalnya diambil dari nama sungai, nama pulau atau benda dan tetumbuhan yang ditemukan penduduk saat membuat kampung mereka pertamakalinya.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Arip Muhtiar, S.Hum.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 22 Mei 2022.
Sumber: Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 1977/1988.

Sy. Apero Fublic

Masuknya Islam di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa (1500-1800)

APERO FUBLIC.- Runtuhnya Kerajaan Majapahit beberapa dekade setelah penaklukan Lombok. Membuat kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Lombok berdiri sendiri-sendiri. Diantaranya Kerajaan Lombok, Kerajaan Langko, Kerajaan Pajenggik, Kerajaan Parwa, Kerajaan Sokong dan Kerajaan Bayan dan beberapa desa-desa otonom berdiri sendiri-sendiri.

Diantara kerajaan tersebut yang paling menonjol adalah Kerajaan Lombok atau Selaparang. Berpusat di Teluk Lombok yang indah dan banyak sumber air bersih. Sehingga Lombok menjadi kerajaan yang ramai, banyak di datangi pedagang dari Palembang, Banten, Gersik, Sulawesi.

Runtunya Majapahit disambut bangkitnya Kesultanan Mataram. Menjelang kedatangan Islam di Kerajaan Lombok terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Demung Brangbatuh. Dia menuntut balas atas kematian adiknya patih Sandubaya. Raja Lombok waktu itu melakukan bunudiri. Kedudukannya kemudian digantikan Prabu Rangkesari dan dia dapat memadamkan pemberontakan.

Beberapa tahun kemudian tibalah Pangeran Prapen anak Sunan Ratu Giri yang membawa Islam dan berhasil mengislamkan Kerajaan Lombok (Selaparang). Dari Kerajaan Lombok (Selaparang) agama Islam terus menyebar ke Kerajaan Pejanggik, Parwa, Sokong, Bayan dan desa-desa kecil lainnya. Dalam beberapa tahun kemudian hampir seluruh Pulau Lombok memeluk Islam, tinggal Pajarakan dan Pengantap. Sementara di Sokong rakyatnya yang tidak mau memeluk Islam pergi lari ke hutan dan pegunungan. Dari Lombok Raden Prapen kemudian melanjutkan dakwa ke Pulau Sumbawa. Dia berhasil dan Sumbawa menerima Islam dengan damai. Setelah selesai menyampaikan dakwa Pangeran Prapen kembali ke Demak.

Beberapa waktu setelah Pangeran Prapen meninggalkan Lombok. Prabu Rangkesari memindahkan ibukota kerajaannya atas usul Patih Banda Yuda. Sehingga letak Kota Selaparang menjadi setrategis dan sulit di serang musuh. Sejak itu, dibawa pemerintahan Prabu Rangkesari kerajaan Lombok atau Selaparang mencapai kejayaannya. Kerajaan Lombok memegang hegemoni di Pulau Lombok karena menjadi pusat penyebaran agama Islam. Hubungan Kerajaan Selaparang (Lombok) sangat erat dengan Kesultanan Demak, dititikberatkan pada hubungan tentang agama Islam (religious).

Kerajaan Gelgel tidak menyukai kemajuan Kerajaan Lombok atau Selaparang. Terutama berkembangnya Islam dengan pesat dan maju. Gelgel khawatir dengan kekuatan kerajaan Lombok dan merasa terancam. Oleh karena itu, pada tahun 1520 Kerajaan Gelgel menyerang kerajaan Lombok (Selaparang). Tetapi serangan Gelgel tidak berhasil.

Sepuluh tahun kemudian pada tahun 1530, Kerajaan Gelgel ingin merusak Islam dari dalam. Oleh karena itu, mereka mengirim seorang bernama Dankiang Nirartha yang memasukkan paham baru berupa sinkretisme Hindu-Islam. Walau Dankiang Nirartha tidak lama di Lombok. Tapi paham sesatnya sudah mempengaruhi beberapa orang pemimpin umat Islam yang belum lama memeluk Islam.

Beberapa waktu kemudian Raja Kerajaan Gelgel bernama Waturenggong meninggal. Kemudian digantikan oleh rajah yang lemah bernama Raja Bekung. Begitu juga Kerajaan Selaparang atau Kerajaan Lombok menjadi lemah dan tidak dapat menyatukan kerajaan-kerajaan di Lombok. Sedangkan kerajaan-kerajaan kecil-kecil itu berkembang sangat lambat sekali. Namun, agama Islam terus tertanam di dalam jiwa orang Lombok dan orang Sumbawa.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Deni Saputra
Palembang, 22 Mei 2022.
Sumber: Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977/1978.

Sy. Apero Fublic