5/22/2022

Asal Usul Nama Pulau Lombok (NTB)

APERO FUBLIC.- Lombok nama sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sekaligus pulau induk provinsinya dimana terdapat ibukota provinsinya, Mataram. Di Lombok terdapat Gunung Rinjani yang terkenal itu. Pulau Lombok lebih kecil dari pulau Sumbawa. Dipisahkan oleh selat Alas, dan dipisahkan selat Lombok dengan pulau Bali.

Masyarakat Lombok secara umum dikenal dengan orang Sasak. Asal usul mereka secara ras juga berasal dari migrasi Asia Tenggara yang dikenal dengan Melayu Tua dan Melayu Muda. Maka sering ditulis dengan istilah Melayu Sasak. Mereka beragama Islam yang taat, juga masyarakat yang kaya dengan sastra lisan, seni, dan budaya.

Sesunggunya, nama pulau Lombok memiliki nama-nama yang berbeda-beda dari zaman ke zaman. Sumber pertama yang diungkap peneliti bersumber dari lontar dan babad. Sehingga diketahui nama Lombok pada masa sebelumnya. Dalam naskah lontar negarakertagama atau Decawanana mendapati dua nama, Lombok Mirah untuk penyebutan Lombok bagian Barat, dan Sasak Adi untuk penyebutan Lombok Timur.

Dalam sastra lisan masyarakat pulau Lombok dinamakan Pulau Sasak. Penamaan sasak dikarenakan keadaan hutan, semak-semak yang sangat lebat dan rapat bagaikan dinding. Sehingga muncul kata penyebutan seksek yang kemudian berkembang menjadi nama Sasak.

Dr. C.H. Goris menguraikan arti kata sasak secara etimologis. Kata sasak berawal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta sak dan saka. Kata sak dalam bahasa sanskerta berarti pergi. Sedangkan kata saka berarti asal. Menurut Goris orang sasak adalah orang yang pergi dari pulau Jawa kemudian mendiami pulau Lombok. Dia berpegang pada silsilah para bangsawan disana yang digubah dalam bahasa Jawa Madya dan aksara jejawan (aksara sasak).

Tapi teori ini seperti kurang tepat, hanya sebatas perujukan silsilah yang diambil dalam kesastraan. Mengingat kebiasaan masyarakat Nusantara untuk mengangkat derajad mereka sering menghubungkan keturunan mereka pemimpin daerah lain yang lebih kuat. Ataupun ada yang pindah kemungkin kaulah mereka saja dan tidak meliputi semua penduduk, hal demikian biasa.

Kemudian teori Dr. van Teeuw mengatakan kalau nama Sasak berasal dari keadaan penduduk asli pulau Lombok yang memakai kain tembasaq (kain putih). Dari perulangan kata tembasaq menjadi kata sasak.

Menurut peneliti Indonesia nama sasak dinamakan untuk pulau Lombok sebelumnya karena adanya kerajaan pertama di sana yang bernama Kerajaan Sasak. Menurut keterangan Pedroo Dela Faille Kerajaan Sasak berada dibagian Barat Daya pulau Lombok. Sedangan keterangan Dr. van Teeuw Kerajaan Sasak berada di tenggara pulau Lombok.

Selain itu, mengetahui nama Sasak berdasarkan informasi Ditjen Kebudayaan Provinsi Bali, menjelaskan kalau di Pujungan Tabanan Bali terdapat sebuah tongtong perunggu yang dikeramatkan penduduk. Pada tongtong tersebut tertulis aksara kwadrat berbunyi “sasak dana prihan, srih javanira,” Makna tulisan tersebut untuk mengingat kemenangan atas negeri Sasak. Kemungkinan tongtong tersebut berasal dari abad ke-12 masehi. Dari sumber itu menjelaskan keberadaan kerajaan Sasak.

Sementara dalam babad Sangupati, pulau Lombok bernama Pulau Meneng, berarti pulau sepi. Kemungkinan penamaan tersebut berdasarkan keadaan penduduknya yang masih sedikit sehingga keadaan sepi.

Pulau Lombok sampai akhir abad ke-19 lebih terkenal dengan nama Selaparang. Nama Selaparang adalah nama kerajaan di Lombok Timur yang terkenal. Karena pengaruh kerajaan tersebut yang kuat membuat diluar dan di dalam pulau dinamakan orang dengan Selaparang. Kerajaan ini berdiri sampai abad ke-14. Kerajaan Selaparang awalnya bernama Watu Parang kemudian berkembang menjadi Selaparang. Dalam bahasa kawi kata sela berarti batu, dan parang berarti karang. Pada catatan kedatangan Patih Gajah Mada dari Majapahit mencatat nama Lombok dengan Selapawis. Kata sela berarti batu, sedangkan pawis berarti ditaklukkan.

Kemudian nama pulau Lombok ditulis juga dalam sastra-sastra klasik, babad Lombok. Dalam cerita dikatakan bahwa raja yang memerintah seluruh pulau Lombok, bernama Lombok. Tinggal di sebuah teluk yang indah. Kemungkinan masa itu, pulau Lombok bersatu dalam kepemimpinan Raja bernama Lombok tersebut. Pada masa itu, selat Alas adalah lalu lintas yang ramai. Menjadi tempat kapal-kapal dan perahu membongkar dan memuat barang lamu mengambil air minum. Memang di teluk tersebut terdapat sumber mata air sampai sekarang.

Dalam sumber VOC yang pertama kali diberitakan oleh Steven van der Hagen tahun 1603. Bahwa dari pulau Lombok terdapat banyak beras yang murah dan hampir setiap hari diangkut dengan sampan ke Bali. Dengan demikian, yang mempopulerkan nama Lombok adalah dari luar daerah. Orang-orang datang dan pergi keluar menyebut beras dari Kerajaan Lombok. Sedangkan bagi penduduk asli Pulau Lombok daerah mereka bernama gumi sasak atau gumi selaparang.

Demikianlah sedikit keterangan tentang asal usul nama Pulau Lombok. Ciri penamaan sebuah tempat secara tradisional selalu berkembang secara sendiri. Dari nama tempat kemudian berkembangkan juga menjadi nama suku atau etnis. Kalau kita melihat demikian berarti penamaan suku yang kita kenal sekarang di seluruh Indonesia adalah nama daerah secara tradisional.

Sebagai contoh di Sumatera Selatan misalnya ada suku ogan, suku komering, suku musi. Nama-nama tersebut disebut dari tempat mereka bermukim disekitar sungai-sungai yang mereka diami. Suku bukan pembeda orang, bukan pula untuk pembeda ras-antar satu suku dengan suku yang lainnya. Tapi suku hanyalah sebuah hasil perkembangan budaya yang dibuat atau berkembang sendiri oleh masyarakat sebagai identitas atau alamat tempat tinggal saja, dahulunya. Itu pun berguna saat mereka pergi jauh dari tempat tinggal mereka. Atau orang lain menyebut tempat tinggal mereka.

Di zaman kita sekarang sering kali kesukuan membuat perpecahan dan merasa berbeda dari suku yang lainnya. Dijadikan alat politik, alat separatis, rasa kedaerahan. Bahkan ada suku yang ingin mendominasi suku yang lainnya. Merasa bangga dengan suku-nya. Padahal nama suku hanyalah nama tempat tinggal secara tradisional, misalnya diambil dari nama sungai, nama pulau atau benda dan tetumbuhan yang ditemukan penduduk saat membuat kampung mereka pertamakalinya.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Arip Muhtiar, S.Hum.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 22 Mei 2022.
Sumber: Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 1977/1988.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment