5/22/2022

Masuknya Islam di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa (1500-1800)

APERO FUBLIC.- Runtuhnya Kerajaan Majapahit beberapa dekade setelah penaklukan Lombok. Membuat kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Lombok berdiri sendiri-sendiri. Diantaranya Kerajaan Lombok, Kerajaan Langko, Kerajaan Pajenggik, Kerajaan Parwa, Kerajaan Sokong dan Kerajaan Bayan dan beberapa desa-desa otonom berdiri sendiri-sendiri.

Diantara kerajaan tersebut yang paling menonjol adalah Kerajaan Lombok atau Selaparang. Berpusat di Teluk Lombok yang indah dan banyak sumber air bersih. Sehingga Lombok menjadi kerajaan yang ramai, banyak di datangi pedagang dari Palembang, Banten, Gersik, Sulawesi.

Runtunya Majapahit disambut bangkitnya Kesultanan Mataram. Menjelang kedatangan Islam di Kerajaan Lombok terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Demung Brangbatuh. Dia menuntut balas atas kematian adiknya patih Sandubaya. Raja Lombok waktu itu melakukan bunudiri. Kedudukannya kemudian digantikan Prabu Rangkesari dan dia dapat memadamkan pemberontakan.

Beberapa tahun kemudian tibalah Pangeran Prapen anak Sunan Ratu Giri yang membawa Islam dan berhasil mengislamkan Kerajaan Lombok (Selaparang). Dari Kerajaan Lombok (Selaparang) agama Islam terus menyebar ke Kerajaan Pejanggik, Parwa, Sokong, Bayan dan desa-desa kecil lainnya. Dalam beberapa tahun kemudian hampir seluruh Pulau Lombok memeluk Islam, tinggal Pajarakan dan Pengantap. Sementara di Sokong rakyatnya yang tidak mau memeluk Islam pergi lari ke hutan dan pegunungan. Dari Lombok Raden Prapen kemudian melanjutkan dakwa ke Pulau Sumbawa. Dia berhasil dan Sumbawa menerima Islam dengan damai. Setelah selesai menyampaikan dakwa Pangeran Prapen kembali ke Demak.

Beberapa waktu setelah Pangeran Prapen meninggalkan Lombok. Prabu Rangkesari memindahkan ibukota kerajaannya atas usul Patih Banda Yuda. Sehingga letak Kota Selaparang menjadi setrategis dan sulit di serang musuh. Sejak itu, dibawa pemerintahan Prabu Rangkesari kerajaan Lombok atau Selaparang mencapai kejayaannya. Kerajaan Lombok memegang hegemoni di Pulau Lombok karena menjadi pusat penyebaran agama Islam. Hubungan Kerajaan Selaparang (Lombok) sangat erat dengan Kesultanan Demak, dititikberatkan pada hubungan tentang agama Islam (religious).

Kerajaan Gelgel tidak menyukai kemajuan Kerajaan Lombok atau Selaparang. Terutama berkembangnya Islam dengan pesat dan maju. Gelgel khawatir dengan kekuatan kerajaan Lombok dan merasa terancam. Oleh karena itu, pada tahun 1520 Kerajaan Gelgel menyerang kerajaan Lombok (Selaparang). Tetapi serangan Gelgel tidak berhasil.

Sepuluh tahun kemudian pada tahun 1530, Kerajaan Gelgel ingin merusak Islam dari dalam. Oleh karena itu, mereka mengirim seorang bernama Dankiang Nirartha yang memasukkan paham baru berupa sinkretisme Hindu-Islam. Walau Dankiang Nirartha tidak lama di Lombok. Tapi paham sesatnya sudah mempengaruhi beberapa orang pemimpin umat Islam yang belum lama memeluk Islam.

Beberapa waktu kemudian Raja Kerajaan Gelgel bernama Waturenggong meninggal. Kemudian digantikan oleh rajah yang lemah bernama Raja Bekung. Begitu juga Kerajaan Selaparang atau Kerajaan Lombok menjadi lemah dan tidak dapat menyatukan kerajaan-kerajaan di Lombok. Sedangkan kerajaan-kerajaan kecil-kecil itu berkembang sangat lambat sekali. Namun, agama Islam terus tertanam di dalam jiwa orang Lombok dan orang Sumbawa.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Deni Saputra
Palembang, 22 Mei 2022.
Sumber: Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977/1978.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment