5/26/2022

Mengenal Tokoh: Haji Andi Sultan Daeng Raja

APERO FUBLIC.-
Haji Andi Sultan Daeng Raja  putra dari Passari Petta Tanra Karaeng  Gantarang  dan Andi Ninong. Lahir pada 20 Mei 1894 di Gantarang.  Daeng Raja masuk sekolah pada tahun 1902 di sekolah Volksschool atau Sekolah Rakyat di Bulukumba. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS) di Bantaeng. Setelah selesai di ELS dia melanjutkan pendidikan di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Makasar.

Pada usia dua puluh tahun dia bekerja menjadi juru tulis di kantor pemerintah Onder Afdeeling Makasar. Karirnya terus menanjak hingga di tahun 1930 dimana dia ditunjuk menjadi jaksa pada Landraad Bulukumba. Haji Andi Sultan Daeng Raja  tidak menyukai penjajahan Belanda atan Bangsa Indonesia. Sikap dan sifat mereka yang selalu berbuat sewenang-wenang.

Haji Andi Sultan Daeng pergi ke Jakarta (Batavia) dan mengikuti kongres Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 dan diikuti Sumpah Pemuda. Menjelang kemerdekaan beliau mengikuti rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai wakil dari Sulawesi Selatan. Setelah itu, dia juga membawa kabar kemerdekaan Indonesia pada rakyat di Bulukumba.

Beliau dituduh ikut dalam berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sehingga dia diasing ke Manado, Sulawesi Utara sampai tahun 1950 ketika kedaulatan Indonesia diakui oleh Pemerintah Belanda. Sebelum ditangkap dia sempat mengusulkan dibentuknya Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah mengumpulkan pemuda di Sulawesi untuk membelah Indonesia.

Para pejuang Bulukumba kemudian membentuk laskar pemuda  dengan nama Laskar Pemberontak Bulukumba Angkatan Rakyat (PBAR). Walau di dalam penjara Daeng Raja diangkat sebagai Bapak Agung. Semua kegiatan PBAR dipantau oleh Daeng Raja dengan perantaran keluarganya yang datang menjenguknya. Darisanalah dia dapat memberikan perintah pada para laskarnya.

Setelah Indonesia merdeka beliau pun bebas dari tahanan. Beliau kembali ke Bulukumba. Setelah mundur dari kedudukan sebagai Kepala Adat Gantarang, Pemerintah mengangkatnya menjadi bupati Bantaeng pada tahun 1951. Pata tahun 1956 beliau diangkat menjadi Residen diperbantukan pada Gubernur Sulawesi Selatan atas Keputusan Presiden. Setahun kemudian beliau pun diangkat menjadi Angota Konstituante. Beliau sakit dan dibawa ke rumah sakit Pelamonia Makasar dan disana beliau wafat pada 17 Mei 1963. Atas jasa-jasa beliau Pemerintah Republik Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2006. Berdasaran Keputusan Presiden No. 85/TK/2006/3 November 2006.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 27 Mei 2022.

Sumber gambar. wikipedia.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment