5/28/2022

Sultan Nuku Muhammad Amiruddin Penguasa Tidore sampai Papua.

APERO FUBLIC.- Nuku atau Muhamad Amiruddin lahir di Soasiu pada 1738. Nama kecil beliau Kaicil Syaifuddin. Dia putra kedua dari Sultan Jamaluddin (1757-1779), dari Kesultanan Tidore. Mulai terjadi konflik dengan Belanda saat kedatangan Belanda yang ingin menguasai Kerajaan Tidore terutama memonopoli perdagangan. Waktu itu, Tidore dalam kepemimpinan Sultan Jamaluddin yang menolak Belanda. Hingga akhirnya Sultan Jamaluddin ditangkap Belanda dan dibuang ke Batavia.

Belanda kemudian mengangkat Kaicil Gay Jira menjadi pemimpin Tidore, kemudian digantikan oleh anaknya Patra Alam. Penobatan tersebut ditetang oleh Pangeran Nuku dan adiknya Kamaluddin. Berdasarkan adat kebiasaan pengangkatan Sultan atau Raja haruslah keturunan langsung dari sultan atau raja.

Politik Belanda kembali berubah, mereka menyingkirkan Patra Alam dan mengangkat Pangeran Kamaluddin menjadi Sultan, Ternate dan Tidore. Sehingga beberapa saat kemudian, Pangeran Nuku kemudian berbalik bertengkar dengan adiknya Kamaluddin yang diangkat oleh Belanda sebagai Sultan.

Sultan Nuku atau Sultan Muhamad Amiruddin kemudian pergi menjauh diam-diam dia membangun armada kora-kora yang besar di Papua dan sekitar pulau Seram. Kemudian Seram bagian timur dipilih menjadi pusat pertahanan oleh beliau. Pada tahun 1787 lokasi pertahanan beliau diketahui Belanda dan mengirim pasukan untuk menghancurkan pertahanannya di sana. Pangeran Nuku kemudian mundur dan membangun kembali pasukannya di Pulau Gorong.

Untuk memperkuat pertahanan Pangeran Nuku membeli senjata pada Inggris. Selama delapan tahun beliau terus memperkuat diri. Hingga pada waktunya beliau melancarkan serangan pada benteng Belanda di Tidore. Serangan yang mendadak membuat Belanda tidak dapat berbuat banyak. Kemudian mereka kalah dan menyerah.

Setelah Pangeran Nuku berhasil merebut kembali pulau Tidore. Sultan Kamaluddin melarikan diri ke Ternate. Kemudian pangeran Nuku mengangkat dirinya menjadi Sultan Tidore. Bergelar Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan. Beliau juga digelari rakyatanya dengan “Jou Barakati” bermakna Pemimpin Yang Diberkahi.

Masa pemerintahan beliau dihitung dari 1797-1805, dimana Kesultanan Tidore meliputi Pulau Tidore, Halmahera Tengah, Seram Timur, dan Papua. Sejarah mencatat beliau dalam kepemimpinannya mencapai 25 tahun dia berjuang dalam peperangan-peperangan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menghalau penjajah Belanda.

Sultan Nuku mangkat pada  tanggal 7 November 1805. Atas perjuangan dan perlawanannya terhadap penjajah Belanda. Beliau kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 Agustus 1995 dengan Keputusan Presiden No. 71/TK/1995.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 28 Mei 2022.

Sumber gambar. wikipedia

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment