5/17/2022

MAKNA: Mengenal Pengertian Nisan atau Maesan

APERO FUBLIC.- Sedikit berbagi tentang ilmu pengetahuan mengenai nisan. Nisan kita kenal sudah sangat akrab dengan kehidupan sosial manusia. Nisan digunakan untuk penanda kuburan, baik itu tanda adanya kubur, arah kepala dan kaki, serta menjelaskan kepercayaan manusia yang dikubur di dalamnya.

Sekarang kita membicarakan nisan atau maesan dalam artian kebudayaan Indonesia. Dalam pandangan akademisi yang menjelaskan tentang asal kata nisan atau maesan. Pertama, menurut Wilkonson berpendapat nisan atau maesan berpendapat berasal dari kosa kata dalam bahasa Persia (Iran), yang berarti tanda.

Sedangkan menurut Hidding berkesimpulan bahwa maesan berasal dari kata paesan yang bermakna cermin untuk berhias. Hal tersebut merujuk dari kata paes dalam bahasa Sunda yang berarti, hias. Kemungkinan nisan atau maesan memberikan pesan agar manusia selalu bercermin pada nisan. Agar hidup selalu mengingat kematian dan takutlah untuk berbuat dosa.

Menurut L.Ch. Damais memandang maesan atau nisan berasal dari kata mahisa yang berarti kerbau. Dia menghubungkan dengan kebudayaan asli Indonesia pada zaman megalitikum (pra-sejarah) dimana terdapat banyak menhir-menhir pengorbanan. Masyarakat zaman itu selalu melakukan pengorbanan di dekat menhir dengan memotong kerbau. Di zaman kita sekarang tradisi tersebut masih melekat pada masyarakat Toraja, Sulawesi.

Sekarang tinggal kita yang memahami dan memaknai arti nisan. Kelak nama kita akan di tulis. Jangan menjadikan nisan atau maesan sebagai benda keramat atau menjadikan tempat meminta togel. Sebab nisan hanyalah sebuah tanda, cerminan kehidupan dan warisan budaya leluhur. Nisan hanyalah buatan tangan manusia, tidak ada yang istimewa. Hanya kita perlu memahami pesan-pesan kehidupan ini sebagai manusia yang akan mati.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Rama Saputra.
Palembang, 17 Mei 2022.
Sumber: Hasan Muarif Ambari. Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Logos Wacana Ilmu. Ciputat, 1998.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment