-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng ANDAI-ANDAI: Bujang Pengganggu dan Mengapa Kumbang Hitam Melobangi Tiang Rumah.
Dongeng

ANDAI-ANDAI: Bujang Pengganggu dan Mengapa Kumbang Hitam Melobangi Tiang Rumah.

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
14 Feb, 2022 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Pada zaman dahulu, di Talang Durian ada seorang anak yang nakal sekali, umurnya sebelas tahun. Dia tidak pernah mau mendengar nasihat dan perkataan kedua orang tuanya. Kalau bermain-main dia selalu bertengkar dan berkelahi sesama teman sepermainannya. Karena itulah, dia dijuluki teman-temannya dengan Bujang Pengganggu. Selain itu, anak itu juga mengganggu apa saja di sekitarnya; serangga, burung, hewan-hewan kecil, tumbuhan dan lainnya.

Suatu hari Bujang Pengganggu diminta ibunya membeli garam di kedai Uwa Haji. Tetapi saat dijalan dia tidak membeli garam, tapi membeli makanan. Dia makan sendiri dan langsung pergi bermain-main. Lama ibunya menunggu sebab mau memasak. Tapi dia tidak kunjung pulang membawa garam. Ibu begitu kesal sekali. Akhirnya dia pergi sendiri membeli garam.

Suatu hari Bujang Pengganggu melobangi jalan. Dia buat banyak lobang-lobang kecil seukuran kaki manusia. Lalu dia tutupi dengan sarap sehingga orang tidak tahu kalau ada lobang. Saat orang terinjak lobang yang ditutupi sarap atau daun kering. Orang itu pasti terjatuh dan kakinya terpelintir. Sehingga urat menjadi kencang dan harus minta di urut pada tukang urut. Penduduk akhirnya melapor ke Datu. Datu pemimpin Talang berjanji akan menghukum berat kalau orang yang berbuat tertangkap.

*****

Semua teman-temannya akan pergi menjauh kalau ada Bujang Penggangu. Karena tidak mau berurusan dengannya. Kalau tidak akan terjadi pertengkaran atau perkelahian, paling tidak mainan mereka yang diambil atau dirusak. Kini Bujang Pengganggu tidak memiliki teman lagi. Terpaksa dia bermain sendiri. Pergilah Bujang Pengganggu ke sebuah lapangan rumput. Di lapangan rumput itu, dia menemukan banyak sekali serangga. Seperti kupu-kupu, belalang, jenis semut, dan juga sarang burung.

“Naaa, dapatttt.” Kata Bujang Pengganggu. Dia menangkap seekor belalang, setelah dapat dia tertawa-tawa gembira. Diambilnya tali dan dia ikat. Kemudian kembali dia menangkap serangga lain, kupu-kupu, lebah, merusak bunga-bunga, dan mematakan rerantingan. Begitulah kelakuan Bujang Pengganggu. Selain diikat, ada juga serangga yang dia tancap-tancapkan pada duri-duri.

Suatu hari Bujang Pengganggu menemukan sarang burung. Ada tiga ekor telur  di dalam sarang. Sarang burung diambil oleh si anak nakal itu. Sarang dirusak, dan telur dimain-mainkannya.

“Huuup. Huuupp. Huuuppp.” Telur burung dilempar-lempar ke atas kemudian ditangkap. Untuk beberapa kali telur masih dapat dia tangkap. Tapi untuk selanjutnya telur burung itu, satu persatu terjatu ke tanah dan pecah. Setelah puas dia menangkap katak, laba-laba, bekicot, gelang-gelang dan lainnya. Lalu dia pukul atau dia tusuk-tusuk duri sambil tersenyum gembira.

*****

Begitulah keseharian Bujang Pengganggu, selalu mengganggu apa saja. Buruk sekali sifatnya itu. Suatu hari, dia berjalan di sisi jalan pemukiman. Jalan itu adalah tempat lalu lintas penduduk pergi bekerja atau ke sungai. Bujang Pengganggu lewat, karena hari panas dia duduk di bawa pohon kiara yang rindang. Dahan-dahan pohon melengkung di atas jalan. Tanpa sengaja Bujang Pengganggu melihat sarang tawon harimau yang besar, seukuran gendang. Lama dia memperhatikan sarang tawon itu. Timbul pikiran jahatnya untuk mengganggu orang lewat.

“Wussss.” Sebuah kayu pendek dilemparkan Bujang Pengganggu ke sarang tawon sehingga sarang rusak berat. Dia buru-buru berlari dan sembunyi, mengamati. Tampak induk-induk tawon marah sekali, beterbangan kesana kemari. Tidak berapa lama lewatlah dua orang laki-laki memikul bambu untuk membuat bubu. Tidak jauh di belakang kedua ada tiga orang ibu-ibu menggendong keranjang yang berisi hasil ladang.

“Ahhhh. Ahhhh. Aduuuuu. Aduuuuu.” Jeritan mereka berkali-kali terdengar. Kemudian dua laki-laki melempar pikulannya dan berlari berjingkrak-jingkrak karena disengat tawon harimau berkali-kali. Begitu juga dengan tiga ibu-ibu juga merebahkan keranjang mereka, sehingga isinya berantakan. Ketiganya berlari pontang panting kesana kemari. Sakit sekali rasanya disengat tawon harimau.

“Tabuhan harimau. Tabuhan harimau.” Teriak mereka. Tidak lama kemudian seorang laki-laki tua menunggang kereta sapi juga melintas di bawah pohon kiara itu. Dia merasa aneh melihat banyak barang berantakan di tengah jalan.

“Auuuu. Ohhhh. Uhhhhhh.” Kakek itu berteriak kesakitan. “Mbookkkkk.” Sapi juga menjerit berkali-kali. Membuat si sapi berlari kencang membawa kereta menyusuri jalan. Tampak roda kereta melompat-lompat sedangkan si kakek terguncang-guncang. Di balik persembunyiannya si Bujang Pengganggu tertawa-tawa terbahak-bahak menyaksikan semua itu. Banyak sekali penduduk yang tersengat tawon harimau itu.

*****

Beberapa hari kemudian, Bujang Pengganggu pergi bermain-main. Dia mendatangi sekelompok anak-anak mau ikut bermain. Tapi semua anak-anak berlari pergi, karena mereka tahu kalau Bujang Pengganggu akan berbuat rusu. Bujang Pengganggu akhirnya pergi ke tepi desa. Di sana dia duduk merenung dan melamun. Dia berpikir bagaimana mengganggu orang atau menangkap hewan untuk dipermainkan.

Dari tempat duduknya, Bujang Pengganggu melihat seorang nenek-nenek tua. Berjalan perlahan dengan tongkatnya. Ada gendongan kain yang berisi pakaiannya. Dari tampangnya kalau si nenek-nenek bukan penduduk Talang Durian. Timbullah niat untuk mengganggu si nenek-nenek. Bujang Pengganggu mengambil akar, lalu dia rentangkan di tengah jalan. Dia sembunyi sambil memegang ujung akar.

“Wusss.” Grubakkkkk.” Tubu nenek-nenek tua terjatuh ke tanah berguling-guling karena kaki tersandung akar yang ditarik Bujang Pengganggu. Bujang Pengganggu tertawa-tawa keras, lalu dia keluar.

“Makanya nenek, kalau jalan matanya melihat, biar tidak tersandung.” Kata Bujang Pengganggu sambil tertawa-tawa. Dia melihat si nenek kesulitan bangung, dia pura-pura mau membantu. Lalu memegang tangan si nenek, dan si nenek bangkit dengan susah sekali.

“Gedebukkkk.” Bujang Pengganggu mendorong kembali tubu si nenek membuat dia terjatuh kembali. Bujang Pengganggu kembali tertawa terbahak-bahak. Belum puas dia mengganggu si nenek, kini dia mengambil buntalan si nenek yang terlepas. Membuka dan mengacak-acak buntalan sehingga pakaian si nenek berserakan di tanah.

“Cucu...cucu. Alangkah kurang ajar dirimu. Kau selalu mengganggu orang dan mengganggu hewan serangga.” Kata si nenek yang sudah berdiri kembali. Dia menatap tajam pada Bujang Pengganggu yang sedang mengacak-acak pakaiannya. Bujang Pengganggu menemukan sebuah kendi kecil diantara pakaian si nenek.

“Kendi ini indah sekali. Aku ambil, lumayan kalau di jual.” Ujar si Bujang Pengganggu. Dia mengambil kendi, lalu membawanya pergi tanpa memperdulikan si nenek.

“Cucu, kembalikan kendi itu. Itu bukan kendi sembarangan, namanya kendi Kutuk Diri. Barang siapa membukanya akan terkena kutukan sesuai perilakunya. Kembalikannnnnn.” Kata si nenek. Tapi Bujang Pengganggu tidak peduli, dia terus pergi meninggalkan si nenek. Saat Bujang Pengganggu sudah jauh, si nenek mengarahkan ujung tongkatnya ke pakaian dan buntalannya. Dengan ajaib buntalan pakaian menyusun sendiri seperti semula. Kemudian terbang dan melekat di bahu si nenek. Tiba-tiba dia pun menghilang entah kemana. Penduduk menamakan orang seperti itu, uwang ndikat. Ndikat dalam pengertian orang sakti dan aneh.

“Aku buka kendi ini, apa isinya ya.” Kata Bujang Pengganggu dengan penasaran. Dia membuka penutup kendi dengan lebar. Tiba-tiba dari dalam kendi keluar asap hitam yang langsung terbang menutupi tubuh si Bujang Pengganggu. Untuk beberapa saat tubuh Bujang Pengganggu diliputi asap hitam itu. Entah apa yang terjadi, asap hitam menghilang, kendi terjatuh di tanah dan menghilang juga. Tubuh Bujang Pengganggu juga menghilang, hanya pakaiannya yang tergeletak di atas tanah dimana dia berdiri tadi. Sekarang yang tampak hanya seekor kumbang hitam berbunyi mendengung-dengung. Kumbang itu, terbang kesana-kemari tanpa arah.

*****

“Mengapa Bujang Pengganggu belum pulang.” Kata ibunya cemas, kemudian keluarganya mencari kesana-kemari namun hanya menemukan pakaiannya saja. Warga Talang Durian membantu mencari, tapi Bujang Pengganggu tidak bertemu. Sementara itu, seekor kumbang hitam tampak melobangi tiang rumah. Suaranya mendengung-dengung tanpa henti-henti.

Pada malam hari, ibu Bujang Pengganggu bermimpi bertemu dengannya. Dia menceritakan kalau dirinya menyesal karena terlalu nakal. Suka mengganggu teman-temannya, mengganggu serangga, mengganggu burung-burung, dan mengganggu orang tua. Sekarang dirinya dikutuk menjadi seekor kumbang hitam. Dia menyatakan kalau kumbang yang melobangi tiang rumah adalah dirinya. Meminta ibu dan keluarganya tidak mengusirnya walau suaranya selalu mendengung dan mengganggu.


Dengungan suaranya itu adalah suara tangisan penyesalannya. Sejak saat itulah kumbang hitam suaranya mendengung serta selalu bersarang dengan melobangi tiang-tiang rumah, dinding rumah, pohon mati, sampai sekarang. Kumbang mendengung tangisan penyesalan anak nakal. Dia melobangi tiang rumah maksudnya, dia ingin pulang kerumah. Jangan menjadi anak yang nakal. Itulah kata orang tua-tua

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Februari 2022.

Sy. Apero Fublic

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Muba Masuk Enam Besar Nasional Penilaian PTSP dan Percepatan Berusaha, Selangkah Menuju Tiga Terbaik

PT. Media Apero Fublic- Friday, August 07, 2026 0
Muba Masuk Enam Besar Nasional Penilaian PTSP dan Percepatan Berusaha, Selangkah Menuju Tiga Terbaik
Wabup Kyai Abdur Rohman Husen paparkan komitmen Pemkab Muba dalam membangun pelayanan perizinan yang cepat, pasti, dan ramah investasi di hadapan t…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261628
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan
    APERO FUBLIC.- Memelihara burung puyuh merupakan bagian dari hobi memelihara burung sebagaimana orang biasanya. Namun memelihara burung puy...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

Tuesday, September 26, 2023
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 70 Berita 1847 Berita Daerah 1756 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1237 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 68 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 125 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 997 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 55 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 205 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 38 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us