-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng ANDAI-ANDAI: Asal Usul Cendawan Tikus dan Cendawan Kuping
Dongeng

ANDAI-ANDAI: Asal Usul Cendawan Tikus dan Cendawan Kuping

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
14 Feb, 2022 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Hiduplah sebuah keluarga di sebuah ladang. Mereka tidak memiliki rumah di talang mereka. Talang adalah nama pemukiman tradisional penduduk di Sumatera Selatan.  Letak ladang milik keluarga itu tidak begitu jauh dari talang. Ladang mereka subur, ditanami sayur mayur, umbi-umbian, tebu dan pisang. Padi baru saja di tanam sebulan lalu, sehingga belum terlalu tinggi rumpunnya. Masih terlihat batang-batang pohon yang menghitam bekas pembakaran sewaktu membuka ladang.

Pondok mereka terletak di tengah ladang, dinding terbuat dari kulit pohon, lantai dari bilah bambu, atap terbuat dari daun serdang. Ada kentongan yang terbuat dari kerangka kura-kura yang dinamakan getuk. Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anak laki-lakinya. Anak pertama bernama Antam umurnya dua belas tahun. Anak kedua bernama Samdu umurnya sepuluh tahun, dan yang bungsu bernama Nalja umurnya delapan tahun.

Suatu hari, kakek mereka datang dari Talang. Ketiga kakak beradik begitu gembira. Kakek membawa kue dan suka bercerita andai-andai. Hari itu, mereka bermain dan mendengar cerita andai-andai kakeknya. Setelah selesai berandai-andai kakek minum kopi hangat, lalu memberi dua nasihat pada ketiga cucunya.

“Jadilah anak yang baik dan jujur. Jangan suka menuruti hawa nafsu dan berbohong. Karena akibatnya akan buruk sekali pada dirimu sendiri. Jangan kalian pikir berbohong adalah perbuatan pintar. Tapi berbohong adalah perbuatan jahat dan curang.” Nasihat sang kakek.

“Kami akan mengingat nasihat kakek.” Kata Nalja.

“Kalau kalian bermain di hutan, jangan bermain di dekat sebuah gaung besar. Karena disana ada negeri suban.” Pesan sang kakek lagi. Gaung berupa lobang besar pada tanah yang mengalir mata air. Hari pun sudah sore, kakek mau pulang ke talang kembali.

“Bak, hati-hati di jalan. Ini ada madu, ikan kering, pisang masak dan sayuran.” Kata menantu si kakek. Sedangkan ayah mereka turut mengantar kakek keluar pondok. Sang kakek berjalan menyusuri jalan di tengah ladang seraya menggendong keranjang yang penuh hasil ladang.

Waktu berlalu, padi mereka mulai berbuah dan sampailah masak menguning. Tebu pun mulai di panen untuk membuat gula. Sementara ibu dan ayah mereka sibuk memanen buah padi. Ketiga anaknya bermain di hutan pinggir ladang.

“Kalian mau kemana?.” Panggil ayah mereka seraya menuai padi di tengah ladang.

“Kami nak bermain di hutan sebentar, Bak.” Jawab Samdu. Ibu juga berkata kalau jangan bermain terlalu jauh dan cepat pulang. Karena ada hewan buas seperti harimau atau beruang. Ketiganya mengiakan dan terus berjalan, dan keluar pagar ladang.

“Tuttttt. Tuttttt. Tutttttt.” Begitulah bunyi mainan mereka yang terbuat dari batang padi.

*****

Ketiga kakak beradik bermain dengan gembira sekali. Mereka berayun-ayun di akar-akar pohon, dan berjalan menjelajah hutan. Mereka juga mencari buah-buahan yang dapat dimakan. Tanpa sadar ketiganya telah masuk hutan dimana ada gaung yang dilarang kakeknya. Sehingga mereka masuk kedalam dunia suban.

“Koyong, kenapa ada rumah orang dan ada kebun buah-buahan.” Tanya Samdu pada kakanya Antam. Tampak sebuah rumah kayu besar beratap sirap papan. Di halaman tumbuh puluhan pohon buah yang berbuah lebat. Dahan-dahan melentur ke bawah karena menahan beban buah yang banyak. Buah berbentuk buah apel. Ada tiga warna buah, merah, kuning dan putih. Rumah tampak sepi, pintu pagar yang terbuat dari bilah bambu terbuka sedikit. Di atas pintu pagar berdiri gapura bertiang kayu dan beratap ijuk.

“Iya, sejak kapan ada rumah orang di dekat ladang kita.” Kata Antam. Keduanya tanpa curiga melangka mendekati rumah diantara pohon buah-buahan.

“Jangan Koyong, ingat pesan kakek. Agar kita menjauhi gaung yang ada negeri suban. Mungkin kita sudah tersesat dan tidak sengaja kita masuk. Baiklah kita kembali, pulang.” Kata Nalja dengan rasa khawatir.

“Ah, kau penakut sekali, anak jantan pula.” Kata Antam. “Kita memang belum perna bermain ke hutan ini. Mungkin memang ada ladang orang.” Lanjutnya.

“Benar juga.” Ujar Samdu.

“Ayo kita cari tahu dan meminta buah yang enak itu.” Kata Antam. Kalau kau takut pulanglah, tapi saya tidak mau memberimu buah enak itu.” Ujar Antam pada Nalja. Tentu saja Nalja takut pulang sendiri dan dia juga ingin makan buah yang tampak enak itu.

“Permisi. Ada orang.” Teriak Antam beberapa kali. Tapi tidak ada sahutan, oleh sebab itu Antam mengajak kedua adiknya lebih dekat. Membuka pintu pagar dan melangkah masuk halaman. Mereka pikir rumah tidak ada penghuninya. Nalja takut dan tidak mau. Tapi tangannya ditarik Samdu.

“Ada apa mau apa, cucu-cucu tiba di sini.” Sapa seorang nenek tua tiba-tiba. Ketiganya terlonjak kaget bukan kepalang dan wajah merah padam, ketiganya juga gemetaran. Nenek tua bongkok berjubah coklat, bertongkat kayu, mulutnya komat kamit mengunya siri-pinang. Kulit coklat yang sudah keriput dan matanya menatap tajam ketiga kakak beradik itu.

“Ka..kami sedang bermain dan tersesat lalu tiba di sini.” Ujar Antam agak gemetar.

“Benar begitu. Tapi mengapa kalian masuk halam rumah orang tanpa permisi.” Tanya si nenek lagi.

“Maaf Nek, kami panggil-panggil tidak ada yang menjawab. Boleh kami meminta buah nenek yang tampak enak itu.” Kata Samdu. Nenek itu tidak langsung menjawab. Dia memandangi ketiganya dengan tajam, baru dia berkata.

“Itu buah budi namanya. Jangan berbuat tidak baik, sebab akan menimbulkan hukuman. Aku mengizinkan kalian memakan tiga bua untuk satu warna. Ambilah, setelah makan buah kalian pulanglah. Aku mau pergi ke sungai mengangkat bubu.” Kata si nenek.

“Baiklah nenek, terimakasih.” Kata Antam dengan gembira sekali. Nenek tua bongkok itu mengambil sebuah keranjang dan pergi meninggalkan ketiganya. Tampak dia berjalan perlahan di jalan setapak. Sementara Antam, Samdu dan Nalja mendekati sebatang pohon. Ketiganya memetik buah itu, dan mulai memakannya.

“Buah ini sangat enak.” Ujar Samdu sambil memakan dengan lahap sekali.

“Kita hanya boleh memakan tiga bua, dalam satu warna, Koyong.” Kata Nalja mengingatkan.

“Ahhh, nenek itu sedang pergi. Buah ini begitu banyak, pasti dia tidak tahu berapa yang kita makan. Tidak ada yang melihat juga. Makanlah sepuasnya dan bilang kalau kita hanya makan tiga buah dalam satu warna.” Kata Antam. Samdu tersenyum dan sepakat. Nalja hanya mengambil tiga buah dalam satu warna. Lalu dia duduk di bawa pohon makan dengan perlahan dan lahap. Lima buah dia habiskan, dan empat buah sisakan untuk ayah dan ibunya. Setelah puas makan, mereka mau pulang. Antam dan Samdu juga membawa banyak buah itu dengan memetik dahan buah, lalu meninggalkan rumah si nenek.

Beberapa saat kemudian ketiganya tiba di pinggiran ladang mereka. Saat masuk ladang, Antam dan Samdu merasa kepalanya pusing. Keduanya bertanya pada Nalja apakah kepala pusing seperti kepala mereka. Nalja menggeleng dan terus berjalan. Karena pusing Antam dan Samdu terjatu dan bersandar pada batang pohon hitam di tengah ladang mereka. Keduanya memanggil ibu dan ayahnya. Sementara Nalja tampak takut dan menangis. Dia kemudian berusaha menarik-narik kedua kakaknya agar ke pondok segera. Namun tenaga anak umur delapan tahun tak dapat berbuat apa-apa. Lalu dia berlari-lari menyusuri jalan setapak di tengah ladang menuju pondok. Dia memberi tahu keadaan kedua kakaknya. Lalu ayah dan ibu mereka mendatangi keduanya diikuti Nalja.

“Makkkk. Bakkkkkk. Nalja adikkuuuu.” Teriak Samdu dan Antam histeris ketakutan. Saat melihat kedatangan kedua orang tuanya dan Nalja. Belum sampai kedekat keduanya. Tiba-tiba terdengar suara petir yang keras dan angin bertiup kencang. Kemudian hujan turun dengan derasnya. Kabut muncul menutupi tubuh Antam dan Samdu. Beberapa saat kemudian keduanya menghilang dari pandangan mata.

“Anaakkkkuuuuuu.” Teriak ibu dan ayahnya. Lalu menangis mengenang keduanya. Keesokan harinya Nalja menceritakan semua perbuatan mereka kemarin. Dimana mereka meminta buah budi pada seorang nenek-nenek. Mereka hanya diizinkan memakan tiga buah dalam satu warna. Namun kedua kakaknya tidak jujur, dan makan sesuka hatinya karena si nenek pergi. Mengertilah mereka kalau Antam, Samdu dan Nalja tersesat ke negeri suban. Sejak saat itu Ibu mereka selalu menangis setiap hari. Sampai pada suatu malam bermimpilah ibunya pada Antam dan Samdu.

“Umak jangan menangis dan bersedih lagi, yang terjadi adalah kehendak tuhan. Kalau Umak, rindu pada kami datangi batang pohon di mana kami terjatu. Di batang pohon itu, akan tumbu cendawan kecil keabuan mirip warna buluh tikus dan cendawan berbentuk telinga. Masaklah jamur itu, akan terasa enak sekali. Dengan begitu akan mengobati rasa rindu Umak, Bak dan Adik pada kami. Jamur akan tumbuh di musim hujan sepanjang tahun.” Kata Antam.

“Umak, Aku dan Koyong pamit, nak pergi jauh. Kami meminta maaf sebab melalaikan nasihat kakek dan nasihat Umak dan Bak. Sebab itulah kami menerima hukuman ini. Kami bangga dengan Nalja, dia jujur dan tidak seraka.” Kata Samdu. Sementara itu, dalam tidurnya Nalja juga bermimpi bertemu kedua kakaknya.

“Adikku, tetaplah jadi orang jujur dan tidak seraka. Patu pada kedua orang tua, serta selalu mendengarkan nasihat. Karena akan menyelamatkan hidupmu dan akan membahagiakan semua orang. Koyong minta maaf sebab telah berbuat salah, memberikan contoh yang tidak baik.” Kata Antam. Lalu ketiganya berpelukan dan Nalja menangis sedih.

“Nalja. Nalja. Bangun, kamu bermimpi ya.” Ujar ayah Nalja Ayah Nalja membangunkannya.

Sejak saat itulah, jamur tikus dan jamur kuping muncul di dunia ini. Sering tumbuh di batang-batang pohon rapu di hutan, atau di tengah ladang warga. Jamur itu tumbuh kembang biasanya setelah hujan di pagi hari. Ibu-ibu berbondong-bondong memunguti jamur, yang sangat enak rasanya.

Oleh. Joni Apero
Editor. Melly.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 13 Februari 2021.
Arti Kata: Koyong: Kakak. Umak: Ibu. Bak: Ayah. Pondok: Bangunan tempat tinggal sederhana. Getuk: Kentongan. Gaung: tanah berongga atau lobang besar pada tanah dimana mata air keluar dari dalamnya. Cendawan: Jamur. Talang: Kampung/desa. Nama pemukiman tradisional di provinsi Sumatera Selatan. Embacang: Nama jenis buah sejenis mangga.

Sy. Apero Fublic

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Jaga Stabilisasi Harga dan Inflasi 2026, DKP Muba Kembali Adakan Gerakan Pangan Murah

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, July 15, 2026 0
Jaga Stabilisasi Harga dan Inflasi 2026, DKP Muba Kembali Adakan Gerakan Pangan Murah
APERO FUBLIC   I   SEKAYU .-  Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali diadakan Pemkab Muba di bawah kepemimpinan Bupati H M Toha Tohet SH dan Wakil Bupa…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261428
  • 20251140
  • 2024209
  • 2023142
  • 2022104
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat
    APERO FUBLIC   I  BANDUNG .— Tingginya jumlah angkatan kerja di Jawa Barat belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memad...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • GIG ECONOMY: Fleksibel Bagi Perusahaan, Rapuh Bagi Pekerja
    Ketika Pekerjaan Modern Tidak Lagi Menjamin Kepastian Hidup   APERO FUBLIC   I  ESAI .--   Di tengah mahalnya biaya hidup dan su...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026

Popular Post

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Monday, June 15, 2026
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
GIG ECONOMY: Fleksibel Bagi Perusahaan, Rapuh Bagi Pekerja

GIG ECONOMY: Fleksibel Bagi Perusahaan, Rapuh Bagi Pekerja

Monday, June 15, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1753 Berita Daerah 1686 Berita Internasional 44 Berita Nasional 1220 Brand 117 Budaya Daerah 38 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 64 Cerita Rakyat 12 Cerpen 31 Dongeng 67 Ekonomi 107 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 889 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 654 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 49 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 57 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 201 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us