2/13/2022

Kisah Mengapa Ayam Betina Tidak Berjalu dan Ikan Bersengat

APERO FUBLIC.- Pada masa lalu, di dunia belum ada manusia. Bumi baru dihuni oleh hewan-hewan saja. Keadaan hewan pun banyak yang belum seperti sekarang. Ikan-ikan disungai belum ada yang bersengat, sedangkan ayam betina memiliki jalu. Di sebuah hutan yang terletak di kaki Bukit Pendape hiduplah sepasang ayam hutan. Ada sebuah sungai kecil dimana sepasang ayam sering minum.

Setiap hari selalu mencari makan dengan mengais-ngais sarap dan semak-semak hutan. Di hutan itu juga hidup seekor ular brot yang selalu menggangu sepasang ayam itu. Pada suatu ketika ular brot menghadang sepasang ayam itu.

“Broot. Broottttt. Ayam jago dan ayam betina, kalian harus memberikan banyak makanan padaku. Kalau tidak kalian akan aku patuk dan akan mati.” Kata ular brot.

“Hai ular brot, kami tidak akan perna memberi makan padamu, karena kau bukan majikan kami atau orang tua kami. Kau begitu pemalas dan hidup tidak punya tujuan seperti preman-preman. Kami tidak aka takut padamu.” Kata ayam jago, lalu dia berkokok nyaring.

“Kalau kau berani menyerang kami, maka kita akan bermusuhan selamanya. Sebab kau selalu mengganggu kami.” Kata ayam betina.

“Kalau begitu, Aku akan mematuk kalian dan mengeluarkan bisaku.” Kata ular brot. Dia kemudian menyerang ayam jago dan ayam betina. Kepala ular mematuk kesana kemari sambil melepas bisanya. Namun tidak sekalipun mengenai ayam jago dan ayam betina. Sebab mereka punya sayap dan dapat melompat tinggi dan jauh. Sampai akhirnya bisa ular brot habis dan dia juga kelelahan. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh ayam betina. Dia melompat lalu mengayunkan kakinya dan jalu ayam betina menancap di belakang ular brot. Ayam jantan kemudian datang dan menancapkan jalunya. Membuat ular brot kesakitan dan terluka.

“Ahhhhhh. Brottt. Brooot.” Teriaknya. Ular brot berlari cepat meninggalkan ayam jago dan ayam betina. Tapi dikejar terus menerus oleh keduanya. Sampai berhari-hari membuat ular brot ketakutan. Kini tiba di dekat sungai kecil dan ular brot terjepit.

“Mau lari kemana kau ular jahat.” Kata ayam jago, kemudian dia menyerang dengan jalunya. Ular brot yang terluka ketakutan, sehingga dia menjatuhkan dirinya kedalam air sungai. Setiap kali ular brot ingin naik ke darat selalu dipatuk dan diserang ayam jago dan ayam betina. Karena itulah, ular brot terbiasa tinggal di dalam air. Lama kelamaan ular brot memutuskan tinggal di dalam air, sampai sekarang. Ular brot pun lama kelamaan berevolusi seperti ikan. Makanannya pun ikan-ikan di sungai-sungai. Kalau malam atau setelah hujan, ular brot selalu berbunyi brot..brot..brott.

*****

Ular brot semakin banyak dari waktu ke waktu. Sehingga banyak sekali ikan-ikan yang mereka makan. Ikan-ikan tidak berdaya menghadapi ular brot, karena mereka tidak memiliki senjata. Suatu hari seekor ikan baung merenung di sisi tebing sungai. Dia tampak sedih dan bingun sekali.

“Wahai ikan baung, kenapa kau begitu sedih.” Tanya ayam jago. Ikan baung terkejut dan hampir saja dia berenang jauh kedalam air sungai.

“Oh, ternyata kau ayam jago sahabatku.” Kata ikan baung.

“cobalah ceritakan apa masalahmu, baung.” Kata ayam betina. Ayam jago tampak kehausan sekali, dia minum dengan tidak sabar.

“Begini ceritanya sahabatku, kami bangsa ikan sedang kesusahan sekali. Sebab ada banyak ular brot yang selalu memangsa kami terutama anak-anak kami. Kami tidak berdaya sebab tidak punya senjata untuk melawan.” Kata ikan baung.

Ayam jago dan ayam betina terkejut, ternyata ular brot sekarang sudah tinggal di dalam air. Pantas tidak pernah muncul ke permukaan lagi. Sekarang dia sudah mengganggu bangsa ikan juga. Kata ayam jago, dengan marah.

“Bagaimana, bukankah ini sebab kita yang mengusir ular brot itu.” Kata ayam betina.

“Kalau mereka tidak punya senjata, baik kau berikan saja jalumu istriku.” Kata ayam jago.

“Baiklah suamiku, kita juga bertanggung jawab dalam masalah ini. Jaluku juga mengganggu bertelur, kadang menusuk telur hingga pecah dan kadang tanpa sengaja menusuk anak-anak kami.” Kata ayam betina.

“Benarkah apa yang kalian katakan.” Tanya ikan baung.

“Benar sahabatku, ambillah jaluku ini. Sebab kalian lebih membutuhkan dariku.” Kata ayam betina. Ayam betina kemudian melepaskan jalu di kedua kakinya. Lalu diberikan pada ikan baung. Ikan baung gembira sekali, dia kemudian memasang jalu ayam betina di sisi kiri dan kanannya. Sejak saat itu ikan baung memiliki senjata. Lama kelamaan ikan-ikan lain mencontoh ikan baung, mereka membuat sengat. Seperti ikan leleh dan ikan lainnya.

Saat ular brot melihat jalu ayam betina di pakai ikan baung. Langsung ular brot ketakutan dan berlari sembunyi di rumpun-rumpun semak-semak di dalam air. Brottt. Brottt. Brottt bunyinya. Itulah mengapa dinamakan ular brot oleh penduduk.

Oleh. Joni Apero
Editor. Rama Saputra.
Tatafoto. Totong Mahipal.
Palembang, 13 Februari 2022.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment