5/11/2021

Mengenal Lantemu (Curcuma Xanthorrhiza).

Apero Fublic.- Flora. Lantemu atau Temulawak yang memiliki nama ilmiah curcuma xanthorrhiza, dari keluarga zingiberaceae dengan ordo zingiberales. Adalah salah satu tanaman obat dan bumbu masak yang tersebar di seluruh Asia Tenggara. Lantemu masuk kedalam golongan tumbuhan terna atau tumbuhan berbatang lunak.

Lantemu memiliki tinggi batang antara 20 sampai 50 senti meter dari permukaan tanah. Batang pohon lantemu terbentuk dari pertumbuhan batang melalui kelopak pelepah daunnya. Dimana sumbu daun muncul dari tengah kelopak daun. Berbentuk bulat memanjang dari gulungan daun muda. Daun ini nantinya membuka dan membentang.

Daun menegak ke atas yang ditopang pelepa daun. Tulang daun tunggal dengan urat-urat daun halus menyebar ke kiri dan kanan. Akar menjulur tunggal muncul dari pangkal batang. Bunga muncul dari samping kiri, tangkai berwarna putih, dengan ujung merah. Pembibitan diambil dari ruas umbi dan tunas muda. Namun, lebih sering dengan umbi agar mudah tumbuh.

Ekologi lantemu atau temulawak dikawasan sedang dan tinggi. Tanaman ini tergolong mudah tumbuh, seperti dapat tumbuh di bawah pepohonan. Selain itu, tumbuh subur di ladang, perkebunan atau di pekarangan rumah. Dapat tumbuh dari 5-1.500 meter dari atas permukaan laut.

Khasiat lantemu diantaranya memperlancar kerja empedu, antidiare, meningkatkan daya tahan tubuh, dan dapat mengobati ambeien. Kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk bumbu masak, ulam makan, dan ramuan obat tradisional.

Lantemu juga sudah menjadi tanaman komoditas perdagangan dan industri. Dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar rakyat dan perkebunan. Pada bidang industri lantemu juga dimanfaat untuk industri obat-obatan, seperti jamu, obat herbal, sirup, farmasi dan lainnya. Tentu ini menjadi peluang usaha bagi kita semua.

Dengan membudidayakan lantemu untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal dan internasional. Karena seiring waktu keutuhan lantemu sebagai bahan baku obat terus meningkat. Dimana masyarakat mulai meninggalkan obat-obat industri berkimiah.

Pada masyarakat Melayu, Sumatera Selatan, terdapat kuliner khas yang menggunakan lantemu, yaitu gulai pindang ganso. Gulai ini menggunakan banyak irisan lantemu. Proses gulai ini sederhana, dimana ikan dan bumbu digoreng terlebih dahulu. Kemudian baru dimasak pindang dengan bumbu lantemu.

Oleh. Rika Julianti.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Banyuasin, 12 Mei 2021.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment