5/29/2021

Lama: Doa sang Gadis

APERO FUBLIC.- PUISI. Puisi ungkapan hati dan kejujuran itu akan terlihat oleh orang-orang yang memperhatikan dan berpikir dengan baik. Aku menulis dimana hal yang tidak dapat aku jawab dan tidak bisa dijelaskan oleh diriku dan orang lain.

Lama: Doa sang Gadis
 
Hujan di Bulan Mei.
Telah mendung di langit.
Dengan angin berhembus kencang.
Sedikit kilat, ditemani guntur kecil.
Hati pun gembira sudah.
Sebab sudah berpuluh hari tak hujan.
Tengok sumur sudah lah surut.
 
Katak dan teman-temannya pun ramai.
Berdoa meminta hujan siang dan malam.
Oh, ku kira kita sahaja.
Yang meminta hujan pada tuhan.
Sungguh pemurah wahai Allah tuhan sekalian alam.
Doa mahluknya terkabul jua.
 
Hujan di bulan mei.
Hujan pertama yang ditunggu.
Air pun berlimpa-limpa.
Kata tak lagi berdoa,
Hatiku pun tak lagi meminta hujan.
 
Namun, ada yang terasa kurang.
Dalam harapan yang panjang.
Dimana hampa dan gersang.
Itulah hatiku wahai tuhan.
Dimana doa-doa yang terus terpanjatkan.
Namun belum datang yang meminang.
Hatiku pun resah.
Adakah jodoh,
Adakah yang mau??
 
Hujan di bulan Mei.
Akankah ada cerita yang mengharukan.

Oleh. Amalia Kamali Fatmah.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Mei 2021.
Catatan: Buat sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan puisinya, kirim saja ke Apero Fublic melalui email joni_apero@yahoo.com.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment