5/29/2021

Mengenal Kelapa Sawit (Elaeis Oleifera-Elaeis Guineesis).

APERO FUBLIC.- FLORA. Kelapa sawit berasal dari benua Afrika dan benua Amerika. Kelapa sawit afrika dengan nama ilmiah elaeis guineesis, sedangkan kelapa sawit dari benua Amerika bernama elaeis oleifera. Tumbuh pada kawasan tropis di kedua benua tersebut, dan wilayah asalnya. Menurut penelitian pemanfaatan buah kelapa sawit oleh manusia sudah sejak 5000 tahun lalu, di pesisir barat benua Afrika.

Pada akhir abad ke-19 para ilmuan menemukan minyak kelapa sawit di makam abydos yang diperkirakan dari masa 3000 tahun sebelum masehi. Abydos salah satu istilah yang mengacu pada kawasan kebudayaan masa lalu, misalnya Mesir dan hellespont. Sejarah minyak kelapa sawit tersebut kemungkinan dibawa oleh pedagang Arab ke Mesir.

Pada abad ke 20 kelapa sawit mulai menyebar secara luas di dunia serta dibudidayakan sekalah industri, seperti di Indonesia dan Malaysia. Indonesia pun akhirnya menjadi negara produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, di ikuti oleh Malaysia. Spesies kelapa sawit yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan Malaysia adalah spesies elaeis guineensis.

Sekarang telah banyak usaha penyilangan antar spesies kelapa sawit untuk mendapatkan jenis kelapa sawit terbaru dan unggul. Cina sekarang sudah mulai membudidayakan kelapa sawit di negaranya. Kemungkinan Cina akan menjadi negara produsen minyak sawit besar pada waktu-waktu mendatang. Mereka juga kemungkinan tidak lagi inpor dari negara lain.

Kelapa sawit termasuk tanaman monokotil yang berakar serabut. Yang berarti tumbuhan berbunga. Kelapa sawit masuk dalam daftar genus elaeis dan dari ordo arecaceae. Kelapa sawit memerlukan banyak cura hujan di sepanjang tahun. Kelapa sawit dapat ditanam pada kawasan dataran rendah dan dataran tinggi.

Hama kelapa sawit diantaranya ulat api dan ulat kantung yang menyerang daun. Serangan hama ulat dapat menurunkan produksi buah. Selain itu, penyakit busuk pangkal batang yang diakibatkan oleh cendawan yang nama ilmiahnya, ganoderma boninense. Infeksi cendawan ini bertanda adanya bintik-bintik daunnya, dan daun muda menguning. Hama dari hewan seperti babi hutan, rayap, tikus dan kumbang.

Pemanfaatan buah kelapa sawit yang utama adalah untuk membuat minyak kelapa sawit (minyak sayur), dan jenis-jenis bahan bakar seperti biodiesel, sabun, mentega dan selai mentega, lipstik, selai coklat serta dapat mencega coklat mudah mencair, mi instan, shampo, detergen laundry, dan sebagainya.

Secara langsung buah kelapa sawit masyarakat konsumsi langsung dengan cara direbus. Kemudian batang pohon bagian atas diambil mudanya atau dinamakan oleh masyarakat Melayu di Sumatera Selatan dengan, umbut. Umbut kelapa sawit dijadikan sayur dan gulai santan kelapa atau ulam makan.

Kelapa sawit memiliki ciri batang berserat keras bagian luar. Pada bagian dalam batang lembut. Batang pohon terbentuk dari pertumbuhan pelepah. Pelepah awalnya bagian pucuk pohon dan terus memanjang, lalu melengkung.

Pangkal pelepah terdapat duri-duri tajam untuk menglindungi buahnya. Daun muncul disisi kiri dan kanan pelepah. Daun memiliki lidi halus yang sekaligus sebagai tulang daun. Bunga muncul dari sisi pelepah, lalu menjadi buah. Buah muda berwarna coklat keputihan. Saat masak berwarna kuning cerah. Buah awal biasanya hanya seberat antara 15 sampai 20 kilogram. Seiring waktu tandan buah akan terus membesar bahkan ada yang mencapai lebih dari 50 kilogram.

Sekarang perkebunan kelapa sawit berkembang pesat di Indonesia. Baik perkebunan individu, kelompok tani dan perusahaan besar (PT). Budidaya kelapa sawit memang menguntungkan, sebab mudah di tanam dan tidak terlalu banyak perawatan. Tertarik membudidayakan kelapa sawit, tentu memerlukan pengetahuan semai bibit dan perawatan seperti pemupukan dan penanggulangan hama.

Oleh. Medikal Rohim
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 29 Mei 2021.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment