2/07/2021

Toraja: Mengenal Sastra Klasik Pasomba Tedong

Apero Fublic.- Sastra Klasik Pasomba Tedong adalah sastra lisan milik masyarakat Toraja. Pasomba Tedong adalah lagu yang dinyanyikan oleh pemangku-pemangku adat di Bumi Toraja, yang dikenal dengan sebutan Tomina. Pasomba Tedong dinyanyikan pada kerbau yang akan disembeli dalam pesta adat yang dianggap sangat mulia.

Tujuan dinyanyikannya lagu Pasomba Tedong semalaman untuk memuliakan dan mensucikan terlebih dahulu hewan yang akan disembeli. Pada msyarakat Toraja pesta adat ini dianggap sangat mulia dan suci. Pasomba Tedong pertama kali salin oleh orang Belanda bernama Dr. M. Van Der Veen, dengan judul The Merok Feat of The Sa’dan Toraja.

Pedoman ejaan bahasa daerah diimbing oleh Balai Penelitian Bahasa di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Bagi kamu yang belum tahu Daerah Toraja. Toraja adalah nama tradisional sebuah daerah di Sulawesi Selatan.

Sekarang (2021) daerah Toraja sudah terbentu dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Masyarakat Toraja sebagian besar memeluk agama Kristen, kemudian agama Islam dan kepercayaan Aluk To Dolo. Berikut ini, cuplikan sastra lisan Pasomba Tedong.

Bahasa Daerah Toraja.
1.Kurre ! Kurre ! Kurre !.
Kurre sumangaqna te padang tuo baloq.
 
2.Mangkomo nasampaq raraq mendeatanna.
Te tomaqrapu tallang nabangunni banua.
 
3.Sabaq parayanna te tana tumbo kulauq.
Napata bulaan todolo kapuanganna.
Te tomaqkaponan aoq umpateqdangi aqriri sanda patiqna.
 
4.Kurre sumangaqna te takianan pia.
Sabaq parayanna te selleran lotong ulu.
 
5.Kurre sumangaqna te banua dilindo puang.
Sabaq parayanna te paqkombong to Balanda.
 
6.Kurre sumangaqna te banua dilindo puang.
Nanii bendan bongana gauq.
Sabaq parayanna te sondong dirupa deata.
Iananii tannang samara bisara.
 
7.Kurre sumangaqna te sarita tolamban.
Sabaq parayanna te maaq tounnorong.
 
8.Kurre sumangaqna te gayang ditarapangi.
Sabaq parayanna te indoq simangkoro.
 
9.Kurre sumangaqna te tonapa londongna.
Sabaq parayanna te indoq simangkoro.
 
10.Dipanan baraq dao banua unnarranni sangiananna.
Dipamammaq doti langiq dao tananan sambaq ungkorok sangpaqduananna.
 
11.Kurre sumangaqna te dedekan gandang.
Sabaq parayanna te remangan karongian.
 
Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia.
1.Syukur, syukur, syukur.
Syukur dan terima kasih dengan tanah yang sakti.
 
2.Telah diurapi roh nenek moyangnya.
Dari rumpun keluarga yang membangun rumah.
 
3.Sebab berkat tanah yang luhur ini.
Hidayat mulia dari roh nenek moyangnya.
Dari rumpun yang mendirikan sempurna.
 
4.Syukur dan terima kasih dalam timangan anak,
Sebab berkat dalam pemberian manusia.
 
5.Syukur dan terima kasih dengan jumlahnya uang,
Sebab berkat dari buatan orang Belanda.
 
6.Syukur dan terima kasih pada rumah yang suci ini,
Tempat merintis budi yang baik,
Sebab berkat rumah yang bermuka dewa,
Akan dimulainya membangun bahasa mulia.
 
7.Syukur dan terima kasih dengan kain penyeberangan.
Sebab berkat pada bidangan orang terapung.
 
8.Syukur dan terima kasih pada keris tempahan ajaib.
Sebab berkat pada kalung panjang terurai.
 
9.Syukur dan terima kasih dengan keris mujizat ini.
Sebab berkat dari induk kelewang mulia.
 
10.Bersemayam  mengerami sesamanya harta.
Beristirahat di pelaminan menarik kekayaan.
 
11.Syukur dan terima kasih dari ketukan gendang.
Sebab berkat dari getaran bunyi-bunyian.

Buku Sastra Lisan Toraja Pasomba Tedong terdiri dari 775 bait. Setiap bait ada yang dua baris, tiga baris dan empat baris. Menggunakan bahasa Daerah Toraja. Kemungkinan Pasomba Tedong ditulis oleh seorang misionaris Kristen. Karena banyak menyebut dan memuji orang Belanda.

Buku Pasomba Tedong Sastra Lisan Toraja dialihaksakan oleh Drs. J.S. Sande. Diteritkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Buku setebal 119 halaman, ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Toraja. Anda dapat menjumpai buku ini di perpustakaan milik Pemerintah baik di Daerah dan Perpustakaan Pusat Jakarta.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 7 Januari 2021.
Sumber: J.S. Sande. Pasomba Tedong: Sastra Lisan Toraja. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment