1/16/2021

Mengenal Durian si Raja Buah

Apero Fublic.- Durian adalah jenis buah-buahan yang memiliki rasa manis yang khas. Sehingga sangat lezat dan harum semerbak. Nama durian diambil dari kulit buahnya yang penuh dengan duri. Untuk penambahan akhiran an yang menjelaskan sesutau yang banyak, Duri-an.

Durian memiliki nama ilmiah Durio Zibethinus. Durian adalah tumbuhan yang berasal dari daerah tropis di Kawasan Asia Tenggara. Di beberapa tempat nama lain durian, seperti dian, taruntung dan lainnya.

Durian dibagi ke dalam tiga jenis sekarang, dengan puluhan varian buah. Pertama durian asli atau durian masyarakat. Durian ini tumbuh subur dan lingkar batang sebesar drum minyak pertamina. Dengan tinggi mancapai tiga puluh meter diatas permukaan tanah.

Durian ini, banyak terdapat di pedesaan di pedalaman Sumatera dan Kalimantan. Durian asli apabila di tanam baru berbuah apabila umur sepuluh sampai limabelas tahun. Batang pohon durian terus tumbuh dan membesar. Umur durian akan lebih panjang apabila disekitar tumbuh ada sungai atau sumer air. Buah durian ini juga besar-besar.

Jenis kedua adalah jenis durian yang tumbuh di dalam hutan. Masyarakat menyebutnya durian rimba. Bentuk durinya panjang-panjang dan buah berbentuk bulat bola. Biji kecil dan daging buah agak tipis. Cara membuka durian rimbah dengan memotong dua pada bagian tengah buah.

Rasa daging buah manis dan harum sama seperti durian pada umumnya. Batang dan daun durian rimba hampir sama seperti durian biasa. Hanya saja durian ini mampu tumbuh di hutan layakanya seperti pepohonan liar pada umumnya. Oleh sebab itulah, masyarakat menamakannya durian rimba.

Jenis ke tiga adalah durian budidaya atau jenis durian unggul. Pada umumnya ciri-ciri durian budidaya sama halnya dengan durian biasa. Hanya masa berbuah yang berbeda, lebih cepat. Durian unggul juga memiliki buah yang banyak. Namun, apakah umur akan sama dan batang pohonnya sama tinggi dan besar dengan durian asli, belum diketahui penulis.

Durian termasuk buah-buahan tahunan. Berkembang biak dengan biji mungkin bisa dengan vegetatif. Daging buah selain dimakan langsung, dapat juga di oleh menjadi berbagai minuman segar, makanan ringan dan selai. Di pedalaman penduduk desa mengolah buah durian menjadi lempuk. Makanan tradisional yang di asap sampai kering.

Selain itu, buah durian juga diolah menjadi jenis asaman, dikenal dengan tempoyak atau jeruk dalam bahasa Melayu Sekayu. Jeruk dijadikan bumbu gulai, pais atau pepes, dan sambal. Buah durian yang masih muda juga sering di masak dengan cara di gulai. Hama buah durian adalah tupai, jenis ulat penggerek buah, dan busuk buah yang disebabkan phytophthora palmivora. Ada juga sejenis jamur yang menyerang buah.

Buah durian mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin c, kalium. Buah durian tergolong panas dan dapat menyebabkan sendawa seperti minum air bersoda. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi durian karena dapat menyebabkan pusing. Batang pohon durian dapat diolah menjadi bahan bangunan atau perabotan rumah tangga.

Biji dari buah durian biasanya dimanfaatkan penduduk untuk pembibitan. Kemudian biji dapat diolah menjadi makanan ringan. Pada zaman dahulu nenek moyang kita mengawetkan biji durian dengan cara di salai. Biji durian yang disalai atau sudah kering suatu saat dapat dimasak dan dimakan (direbus). Biji durian salai dijadikan pengutan pangan masyarakat zaman dahulu. Sebab biji durian hampir sama dengan umbi-umbian. Biji durian juga dapat langsung direbus dan dimakan.

Pengertiak kata salai adalah, pengeringan dengan cara diletakkan diatas nyalah api atau diatas tungku api di dapur. Karena zaman dulu setiap rumah penduduk ada sebuah tempat peletakan sesuatu di atas tungku api yang terbuat dari bambu. Nama tempat yang dimaksud adalah papi. Kata pa dalam bahasa melayu menjelaskan tempat. Papi tempat diatas api. Untuk sesuatu yang kering diatas papi dinamakan, salai.

Oleh. Pais Paliadi, S.Pd.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
OKI, 16 Januari 2021.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment