11/11/2020

Jeritan Rakyat Kecamatan Cengal: Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Apero Fublic.- Kecamatan Cengal sebuah kecamatan terletak di ujung perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung. Kecamatan Cengal terdiri dari 17 desa, dengan jumlah penduduk total 49.103 menurut sensus tahun 2017. Luas wilayah Kecamatan Cengal 2.316,67 kilometer persegi.

Dengan jarak kurang lebih 150 kilomter ke Kota Kayu Agung. Jarak yang cukup jauh untuk wilayah dalam kabupaten. Kecamatan Cengal memiliki geografis dataran rendah, ketinggian daratan kurang lebih 5 meter diatas permukaan laut (BPS).

Pembahasan kita bukan hanya di pusat Kecamatan Cengal. Tapi membicarakan seluruh kawasan Kecamatan Cengal dan daerah sekitarnya. Sedikit memberitahukan tentang kehidupan masyarakat di sana. Sekaligus memberikan gambaran pada kecamatan tetangga Cengal.

Sepanjang perjalanan hidup kami. Dari kakek-nenek atau jauh sebeumya lagi. Ayah dan Ibu sampai ke generasi kami sekarang. Kehidupan kami selalu berkubang lumpur jalan. Baik itu untuk membawa hasil pertanian, menempuh pendidikan, atau mencari kebutuhan pokok. Terkadang begitu iri saat melihat daerah lain dimana jalan darat mereka mulus dan hitam. Namun di kawasan kecamatan tidak memiliki jalan yang memadai. Untuk menuju ke wilayah perkotaan, terutama Kota Kabupaten.

Jalan adalah impian pertama bagi seluruh warga di setiap tahunnya. Mimpi ingin memiliki jalan yang bagus terus menggema dilubuk hati mereka. Tahun demi tahun bersabar dan sabar untuk mereka. Sebagai akses jalur transportasi ke Kota Kabupaten. Seperti biasa keperluan kami adalah berbelanja, pendidikan, pengurusan administrasi kependudukan, dan lainnya.

Ingin sekali rasanya ada jalan-jalan mulus dan hitam. Lalu melaju dengan cepat menuju Kota Kayu Agung. Bersabar dengan keadaan jalan kami, kawan. Menerima dan bersabar kapan habis waktunya, aku mulai menua. Atau mungkin anak-anak kami juga akan bermandi lumpur seperti kami juga, hanya sekedar untuk dapat membaca.

Selain jalan yang dimpikan oleh semua masyarakat. Listrik juga sangat dimimpikan oleh masyarakat. Kalau jalan berkubang lumpur, dimalam hari kami hidup di dalam kegelapan. Listrik impian kedua bagi seluruh rakyat Kecamatan Cengal. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan listrik. Penduduk menggunakan mesin jenset, aki dan panel surya mini.

Panel surya mandiri masih tergangu oleh cuaca. Sehingga pasokan listrik juga terganggu dan tidak mencukupi. Tidak semua masyarakat yang mengerti dan memiliki panel surya. Bagi masyarakat listrik negara atau PLN adalah solusi yang memadai untuk kebutuhan listrik. Tiang listrik sudah terpasang sejak setahun lalu. Masyarakat sudah tidak sabar masuknya aliran listrik. Sudah terbayang kemerlip lampu dimalam hari. Sehingga keceriaan warga tampak bersinar dimalam hari.

Kita juga tahu kalau zaman kita adalah zaman teknologi. Hampir semua penduduk memiliki smart phone. Namun apalah daya kalau tanpa jaringan internet. Sehingga masyarakat begitu berharap Pemerintah melalui perusahaan BUMN dapat memasang jaringan sinyal internet. Di tambah zaman virus corona dimana proses belajar dilakukan secara daring. Membuat kebutuhan jaringan internet menjadi begitu sangat berarti.

Tujuh Puluh Lima tahun sudah bangsa ini berdiri. Namun, hanya sekedar untuk menikmati jalan yang baik, nyalah listrik, dan jaringan internet terasa mustahil. Lalu warga bertanya-tanya benarkah Indonesia negara terkaya di dunia untuk ukuran SDA (Sumber Daya Alam). Pasir tinggal menggali di Sungai Musi, batu tinggal mengambil sisa letusan gunung api atau di sungai. Entahlah kami hanya orang kecil, tak tahu.

Kami tidak mengkritik siapa pun. Hanya sekedar sedikit mengungkapkan isi hati kami, harapan kami. Kami juga menginformasikan pada dunia, kalau ada sekelompok manusia di kawasan pesisir Selat Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Yang hidup sama seperti zaman Kolonial Belanda dahulu. Terisolasi dan hidup bagai orang buangan.

Sementara di kota dan daerah lain, telah sejahtera. Kami orang kecil, cukup makan dan dapat hidup layak sudah cukup. Semoga Tuan-Tuan di Gedung DPR, Daerah atau Pusat, Tuan Gubernur, Tuan Bupati. Kementerian Daerah Tertinggal atau yang terkait. Tengoklah kami lebih serius. Sebab tidak mudah membangun daerah pesisir.

Awasi setiap pembangunan agar lebih baik. Sesungguhnya, hal yang tersampaikan. Bukan hanya Kecamatan Cengal yang menjerit, tapi juga daerah sekitar yang juga senasib. Sekali lagi, Tiga hal yang sangat diperlukan, jalan yang baik dan terhubung sampai ke Kota, jaringan internet, dan listrik. 

Contoh penggunaan panel surya mandiri oleh masyarakat. Tampak juga sebatang tiang listrik yang terpancang sudah lebih setahun tapi belum dialiri arus listrik. Salah satu keputusan terbaik wilayah kawasan ini, meliputi Kecamatan Cengal-Selapan, Sungai Menang dan sekitarnya adalah pemekaran menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Oleh. Pais Paliadi., S.Pd.  
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Cengal, 19 Oktober 2020.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment