Berita
Berita Daerah
Berita Nasional
Jakarta
MUBA
SUMSEL
Sumsel "Geruduk" Perpusnas: Perkuat Sinergi Literasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
APERO FUBLIC I JAKARTA.– Bunda Literasi / Ketua TP. PKK Hj. Fatimah Toha menghadiri Audiensi Bunda Literasi Se-Provinsi Sumatera Selatan dengan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Auditorium Lt. 4 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kamis (05/02/2026). Pertemuan besar yang melibatkan sekitar 170 delegasi dari Bumi Sriwijaya ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam meningkatkan indeks literasi di daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran seluruh Bunda Literasi dari 17 kabupaten/kota merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah. Ia memaparkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumatera Selatan yang mencapai angka 15,18 pada tahun 2024, naik dari tahun sebelumnya.
Selain itu, Fitriana menyoroti pentingnya dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik untuk pembangunan serta perluasan gedung layanan perpustakaan di wilayah Sumsel. "Audiensi ini kian menguatkan sinergi dan kebersamaan untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya melalui pantun pembuka.
Duta Literasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, M.M., turut memaparkan program inovatif yang menyasar generasi muda dan kaum disabilitas. Beberapa program unggulan yang ditekankan adalah Gerakan Literasi Bahasa Isyarat, program "Satu Rumah Satu Buku", hingga pelestarian aksara daerah melalui Literasi Tunas Bahasa Ibu.
"Literasi harus inklusif, tidak boleh ada warga negara yang tertinggal dalam mengakses informasi," tegas Ratu. Ia berharap Perpustakaan Nasional terus memberikan pendampingan teknis agar jangkauan literasi dapat diperluas melalui platform digital yang ramah bagi generasi milenial dan Gen Z.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. Aminuddin Azis, M.A., Ph.D., menyambut hangat rombongan yang ia sebut sebagai provinsi pertama yang "menggeruduk" Perpusnas dengan kekuatan penuh. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa literasi adalah kemampuan memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar kegiatan membaca teks.
"Kerja literasi adalah kerja akal, pikiran, dan raga. Ini bukan sebatas seremoni," ungkap Prof. Aminuddin. Beliau juga menyoroti tantangan rendahnya budaya baca, di mana masyarakat Indonesia rata-rata hanya membaca 5,91 buku per tahun.
Sebagai langkah nyata, Perpusnas akan menggeser fokus dari pembangunan fisik gedung ke pembangunan kecakapan melalui program "Buku Bacaan Bermutu untuk Indonesia". Beliau menitipkan pesan kepada para Bunda dan Bapak Literasi agar memastikan buku-buku yang dikirimkan ke desa-desa benar-benar sampai ke tangan masyarakat dan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi serta kreativitas.
Pada kesempatan yang sama , Bunda Literasi Kabupaten Musi Banyuasin, Hj. Fatimah Toha, berkomitmen dalam memajukan literasi di Muba
"Kami berkomitmen memastikan program literasi di Muba bukan sekadar seremoni. Sesuai arahan Perpusnas, kami akan fokus pada pembangunan kecakapan masyarakat melalui penyediaan buku bermutu. Kami ingin perpustakaan di Muba menjadi pusat pemberdayaan yang mampu mengubah pengetahuan menjadi peningkatan ekonomi keluarga."
Pertemuan ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol komitmen bersama untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu mercusuar literasi di Indonesia.Turut mendampingi Bunda Literasi Muba yaitu Ka. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Azmi Dariusmansyah, Kabid PKK DPMD,Zulkurniawan. Serta para staf dan jajaran OPD terkait.
Editor. Tim Redaksi
Source. Dinas Kominfo Musi Banyuasin
Sy. Apero Fublic
Via
Berita

Post a Comment