8/26/2020

Sebuah Puisi: Makan Orang Neofeodalisme

Apero Fublic.- Palembang. Neofeodalisme adalah paham feodal zaman baru. Orang-orang feodal ini dibentuk oleh kedudukan dan jabatan yang mereka dapati. Zaman kerajaan orang-orang feodal dibentuk karena mereka bangsawan atau keturunan bangsawan.

Pada zaman sekarang orang feodal dibentuk oleh jabatan mereka. Misalnya dia seorang sipil kemudian terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau menjadi pejabat tertentu di pemerintahan.

Mereka orang sipil biasa inilah yang kemudian menganut paham feodalisme. Dengan demikian mereka disebut orang neofeodalisme atau kaum feodal baru. Feodal adalah kelompok orang yang menganut pemikiran dan pemahaman bahwa keberhasilan itu dari tampak mewah.

Misalnya kalau makan dengan harga mahal, terhampar di meja. Kalau tidak keras dan selalu benar merasa tidak berkedudukan, pokoknya benar selalu tidak mau kalah. Memiliki hal-hal mewah, bagus, mahal untuk menunjukkan kalau dia sukses. Malu kalau terlihat sederhana. Pokoknya keberhasilan mereka disimbolkan dengan benda-benda.

NEOFEODALISME MAKANAN

Kamu harus tahu,
Feodalisme itu apa?.
Zaman dulu kaum bangsawan penganutnya.
Zaman sekarang orang-orang biasa.
Feodalisme muncul bukan karena kebangsawanan.
Tapi karena sifat sombong,
Kurang ilmu, serakah dan tidak tahu diri.
Mereka jadi lupa diri.
Menyimbolkan keberhasilan dengan materi.
Merasa tinggi dengan derajadnya.
Lalu menjadi sok berkuasa.
 
Salah satu ciri feodalisme,
Makanan terhidang mewa-mewa.
Begitu juga zaman sekarang.
Makanan pejabat harus mewah-mewah.
Karena level pejabat itu tinggi.
Makan juga harus enak dan banyak.
Terhampar terhidang di meja makan.
Pilih saja yang mana suka-suka.
Kalau tidak begitu bukan pejabat namanya.
Sebab kehebatannya disimbolkan dengan makanan banyak.
Padahal makannya cuma satu piring saja.
Lalu makanan jadi sisa dan dibuang saja.
Sedangkan rakyat miskin makan di tong sampah.
 
Oh, pejabat yang berpaham neofeodalisme.
Makanan bukan tanda kamu hebat.
Makanan bukan tanda standar hidup.
Makanan bukan simbol sukses.
Makanan bukan tanda kamu pintar.
Makanan tidak menjadikan kau berhasil.
Makanan bukan tanda derajad tinggi.
Makanan yang mahal dan mewa bukan tanda kaya.
Sebab, hasil makanan itu adalah, TAIK.
 
Makanan itu,
Untuk mengisi perut dan bertahan hidup.
Cukup serat dengan sepiring nasih.
Lalu lauk pauk dan sepotong lauk.
Boleh, tempe, boleh ikan, boleh telur, boleh ayam.
Nasih serba sepuluh ribu ada.
Lebih berkah, lebih halal dan mulia.
Sederhana bukan berarti miskin atau rendah.
Sederhana adalah hidup yang mulia.
 
Namun orang neofeodalisme mana mengerti.
Sebab mereka sedikit pengetahuan.
Hanya rasa sombong dan tinggi hati.
Yang mereka tahu hanya merasa.
Merasa hebat, merasa berkuasa, sok segalahnya.
 
Inilah sedikit syair
Tentang paham neofeodalisme zaman kita.
Tentu ini ada kenyataannya.
Entah dimana, aku tidak tahu persisinya.

Oleh. Joni Apero.
Palembang, 25 Agustus 2020.

Hanya sebuah puisi bukan sejarah. Pusi bersifat hayalan dan imejinasi semata. Tapi kadang ada juga benarnya. Namun tetap karya sastra. Bagi sahabat-sahabat yang ingin mengirimkan karya tulias berupa puisi atau karya sastra lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com. Ingat jangan melanggar hak cipta dan Undang-Undang Negara Indonesia. Konten sepenuhnya milik pengirim dan tanggung jawab pengirim.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment