8/26/2020

Puisi Putra Daerah: Mengapa Tak Maju-Maju

Apero Fublic.- Puisi ini bercerita adalah tentang keluh kesah seorang anak negeri di sebuah daerah. Dia merasa resah dengan keadaan di daerahnya. Dia merasa ada yang janggal dan  salah. Mengapa daerahnya tak maju-maju. Dia tidak mengerti dan tidak tahu. Berpuisi hanya bernalar saja. Sebab dia hanyalah seorang rakyat kecil. Hanya sebatas bertanya-tanya.

MENGAPA TAK MAJU-MAJU
 
Oh, hatiku terasa gelisa.
Resah dan serbah salah.
Hidup dinegeri kaya raya.
Tapi susah makan susa hidup.
 
Sumber daya alam melimpa ruah.
Tanah subur hijau raya.
Tapi mengapa hidup tidak berubah-rubah.
Jalan dibangun disitu-situ saja.
Bukan memanjang, tapi hanya meninggi saja.
 
Kalau kamu tidak percaya, kawan.
Coba survey di daerah kalian.
Lihat jalan-jalan.
Bukan memanjang ke pelosok terjauh.
Tapi jalan naik keatas.
Tiap tahun dilapisi.
Dilapisi putus-putus pula.
Kenapa tidak rata.
Bagaimana menghitung anggarannya.
Kalau begitu, mengapa ya?.
 
Mengapa kita tak maju-maju.
Mengapa jalan ditempat saja. Mengapa
Cuma taman yang banyak dan lebar.
Taman mewah dibangun dengan uang negara.
Tapi jauh dari rumah.
 
Benar juga, saya orang kecil.
Mana tahu, tapi hati bertanya-tanya.
Mengapa ???
 
Mengapa tak maju-maju.
Tanyakan sopir dia yang tahu.
 
Oleh. Padli. S.Pd.
Sekayu, 25 Agustus 2020.

Hanya sebuah puisi bukan sejarah. Pusi bersifat hayalan dan imejinasi semata. Tapi kadang ada juga benarnya. Namun tetap karya sastra. Bagi sahabat-sahabat yang ingin mengirimkan karya tulias berupa puisi atau karya sastra lainnya.

Kirimkan ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com. Ingat jangan melanggar hak cipta dan Undang-Undang Negara Indonesia. Konten sepenuhnya milik pengirim dan tanggung jawab pengirim.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment