8/23/2020

Korupsi: Membuat Pembangunan Daerah Jalan di Tempat

Apero Fublic.-
Sekayu. Perjalanan bangsa kita telah memasuki tahun yang ke 75. Beberapa periode pergantian rezin, dimulai dari rezim Orde Lama dengan Demokrasi Parlementer, Orde Baru dengan otoritarianisme dan sekarang Orde Reformasi. Sepanjang jalan Pemerintahan bangsa kita tidak ada yang paling menghancurkan selain korupsi.

Korupsi sudah sangat akut dan sangat mendarah daging. Penggulingan Orde Baru karena pemerintah yang dibalut korupsi pada masa reformasi dengan maksud menjadikan bangsa kita lebih baik. Menjadikan bangsa kita bebas korupsi dan keadilan yang mereta. Pemberlakuan Otonomi Daerah agar daerah berkembang dengan baik. Dengan hara putra daerah membangun dengan rasa cinta di daerahnya.

Namun hal demikian tidak pernah terjadi. Sepanjang jalan politik pemerintahan kita yang penuh dengan korupsi, tidak pernah menjadi baik. Peluncuran proyek-proyek yang tidak bermanfaat dan cenderung tidak perluh. Kemudian dengan dana-dana yang pantastis, tanpa klaripikasi lagi. Sehingga membuat pembangunan wilayah-wilayah menjadi setengah jalan.

Dalam memperingati 17 Agustus 2020 ini, kita penuh dengan rasa sesal. Mengapa anak bangsa kita begitu tidak mencintai bangsa ini. Keinginan menjadi pemimpin hanya karena ketertarikan dengan besaran anggaran suatu daerah. Kepemimpinan bertujuan bagaimana dapat merebut anggar sebanyak-banyaknya. Bagaimana dapat leluasa mempermainkan uang untuk kelompok dan pendukungnya.

Yang paling celaka dalam hal ini. Bukan hanya dari abdi-abdi, tapi juga berasal dari pemimpin Otonomi Daerah itu sendiri. Sebab, komando yang tegas tentu dari pemimpin. Bersih tentu juga dari pemimpin. Namun, apabila sang pemimpin juga bermain. Maka abdi-abdi ikut bermain dan akhirnya keadaan menjadi kacau balau. Korupsi dan manipulasi keuangan negara menjadi-jadi.

Semoga di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 75 ini. Kedepannya, negara Indonesia menjadi lebih maju dan mendapat pemimpin-pemimpin yang bermoral dan anti korupsi. Baik itu dari Tingkat Pusat, Tingkat Provinsi, Tingkat Kabupaten Kota dan Pedesaan. Mari kita pantau dan awasi pemerintahan kita baik di Pusat dan Daerah. Agar tidak terjadi KKN yang berlebihan. Sehingga negara dan daerah kita menjadi maju.

Oleh. Sujarnik.
Editor. Joni Apero.
Sekayu, 23 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment