8/22/2020

Demas Laira Gugur: Perlukah Pendidikan Jurnalistik Pada Masyarakat.

Apero Fublic.- Sekayu. Dunia jurnalisme kembali berduka dengan kabar yang memilukan hati semua kalangan jurnalisme, media cetak atau elektronik. Dikuitip dari wartalika.id, pada Rabu malam ditemukan jenazah seorang di sisi Jalan Trans Sulawesi. Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (19/08/2020).  Dialah, Demas Laira (28) seorang wartawan dari media massa kabardaerah.com. Dimana pada tubuh korban didapati luka-luka diduga akibat benda tajam.

Apabila kita memperhatikan keadaan masyarakat kita dewasa ini. Melihat kabar-kabar dan kejadian yang menimpa para jurnalis. Tentu di tengah masyarakat kita masih belum menyadari tugas seorang wartawan. Dimana dia bekerja untuk menyampaikan pada khalayak ramai tentang suatu permasalahan. Sehingga tidak terjadi penyimpangan dan penyelewengan oknum pada suatu objek.

Menjadi wartawan atau wartawati sekarang menjadi pekerjaan yang menyeramkan. Padahal dalam pelaksanaannya bergerak dalam pendidikan masyarakat umum dan pengontrol kekuasaan politik, dan kesewenangan manusia serakah. Mandulnya jurnalistik, maka matinya demokrasi dan tertutupnya kebenaran. Tinta atau ketukan jari pada perangkat elektronik adalah senjatanya. Namun, senjata tajam yang menyerangnya.

Karena jurnalistik sangat diperlukan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. Sudah sepantasnya disekolah-sekolah dimasukkan mata pelajaran tentang kebebasan pers. Dengan dua pokok tujuan; akan menyadarkan masyarakat pentingnya jurnalistik, fungsi, tugas wartawan dan mencari bibit-bibit para jurnalistik yang baik dan beretika.

Pendidikan jurnalistik, edukasi pada masyarakat akan fungsi dan tugas wartawan. Apabila tidak mau berurusan dengan wartawan. Maka laksanakan fungsi dan tugas secara baik. Atau jadilah manusia baik, karena yang menjadi buah tinta wartawan ahlak dan aktivitas dari individu. Misalnya terjadi korupsi, sifat amoral, proyek mangkrak, maka wartawan akan memberitakan.

Selain itu, Undang-Undang Negara juga ikut memberikan perlindungan pada wartawan atau wartawati. Peningkatan hukuman, misalnya hukuman untuk pelaku penyerangan terhadap wartawan. Pelaku pembunuhan wartawan hukuman mati atau minimal seumur hidup. Sebab, orang-orang yang berurusan dengan wartawan; ada hal yang buruk atau ada hal yang dia ingin sembunyikan.

Sebagai imbal balik juga tepatkan hukuman tentang kode etik jurnalisme. Agar terjadi keseimbangan hukum dan tidak memunculkan wartawan nakal. Saya rasa, pendidikan umum pada masyarakat tentang dunia jurnalistik sangat diperlukan agar terciptanya iklim yang baik pada dunia jurnalisme kita.

Kami seluruh Wartawan dan Wartawati dari Apero Fublic mengucapkan turut berdukacita atas gugurnya Pahlawan Demokrasi Demas Leira wartawan dari kabardaerah.com. Semoga polisi cepat dapat mengungkap latar musibah menimpa Demas. Doa dan harapan amal dan ibadah beliau diterimah disisi Tuhan.

Oleh. Sujarnik.
Editor. Desti. S.Sos.
Sumberfoto: Jurnalis. wartalika.id.
Sekayu, 23 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment