8/16/2020

Gunung Seminung: Petualangan Sejati Anak Negeri.

Apero Fublic.- Gunung Seminung adalah sebuah gunung di Pulau Sumatera. Terletak di perbatasan kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dengan Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Berjarak kurang lebih 25 kilometer dari Kota Liwa. Sebagian kaki Gunung Seminung menjadi tepian Danau Ranau. Zaman purba kaki gunung Seminung didiami nenek moyang orang Melayu. Yang kemudian menyebar di berbagai wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung.

Beberapa waktu lalu, saya pernah mencoba mendaki puncak Gunung Seminung. Bersama MTMA Gugus OKU, dan Kelompok Pecinta Alam SUMMIT Prabumuli. SUMMIT Prabumuli selain mendaki, sekaligus melakukan kaderisasi anggota baru.

Sedikit berbagi pengalaman dengan sahabat-sahabat. Kalau ingin mendaki, kemudian berangkat munuju lokasi pendakian. Bagi yang membawa sepeda motor sendiri. Di sana (basecame) ada layanan jasa penitipan sepeda motor.

Untuk pendakian kita membawa perlengkapan sendiri. Seperti tenda, nesting, perbekalan, dan semangat juga harus dibawa sendiri. Gunung Seminung tidak terlalu tinggi, diperkirakan sekitar 1881 MDPL ( Meter Diatas Permukaan Laut). Sehingga baik untuk latihan bagi pemulah untuk mendaki gunung.

Tapi jangan dianggap enteng dahulu. Jalur cukup menantang bagi pemulah tentu cukup menantang. Saat memasuki salter dua medanya sudah cukup berat. Ada bagian jalur sulit dan cukup menguras tenanga. Tanjakan dikenal dengan Tanjakan 45 dan melewati waru. Disini kita agak kesulitan kalau tidak saling membantu. Perjalanan dengan Trek santai kurang lebih memakan waktu tujuh jam perjalanan dari bascam sampai puncak.

Pada salter dua keadaan hutan sudah mulai lembab dan berlumut. Kita juga sudah merasakan dinginnya kabut. Tapi semua itu akan menjadi sebuah petualangan yang mengesankan. 

Buat pendaki jangan mengambil sesuatu selama pendakian dan saat berada di puncak gungung. Hanya boleh mengambil foto, video dan menikmati keindahan alam dan momentnya. Selain itu, di puncak Seminung terdapat bunga semasa edelwais.

Untuk sampah harap jaga sendiri, dan urus sendiri. Jangan dibiarkan berserakan dan mengotori alam. Jangan meninggalkan sesuatu kecuali tapak kaki. Bawak kembali turun sampah agar alam tetap lestari. Jangang menangkap atau membunuh hewan-hewan. Jangan rusak tetumbuhan. Awas api, hindari kebakaran hutan. Untuk pendaki pemulah agar memperhatikan aturan-aturan.

Kita akan menemukan keindahan dan perjuangan. Semua lelah dan kesulitan akan terbayar saat berada di Puncak Gunung Seminung. Selamat mendaki dan jadilah pemenang. Cintai alam, cintai lingkungan kita. Alam bukan milik kita, tapi hanya kita pinjam dari anak cucu kita. Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 75. Merdeka.

Oleh. Rili Astuti.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
OKU Selatan. 17 Agustus 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment