7/08/2020

Apero Fublic. Tinjauan Politik Dunia Dahulu dan Sekarang (2020).

Apero Fublic.- Berbicara tentang Pan-Islam yang muncul di Turki Usmani pada pertengahan abad 19 M. Pan Islam yang diistilahkan oleh orang-orang non muslim dengan panislamisme. Mereka menganggap Pan Islam sama seperti sebuah ideologi. Pan Islam juga dianggap sebagai wadah jihat, perang suci.

Mereka tidak mengerti kalau Pan Islam adalah menguatkan kesatuan umat Islam. Kesatuan umat Islam dalam berjuang, saling menjaga, beribadah, persaudaraan dan berpolitik. Banyak juga akademis Muslim yang memahami Pan Islam keliru. Sehingga beranggapan Pan Islam juga sebuah ideologi. Kelompok tersebut mengadopsi pemikiran Barat tanpa memahami pengetahuan dengan cara berimbang.

Lalu membenarkan tindakan mereka memberontak dari Turki Usmani lalu mendirikan negara bangsa. Islam tidak terkait dengan paham atau ideologi kebangsaan. Islam adalah jalan kehidupan manusia untuk menuju kebaikan umat manusia. Terlepas dari sangkutan politik, Islam menugaskan manusia untuk menjadi pemimpin yang baik sesuai ajaran Islam. Isme dalam Islam tertolak.

Tentu akhir-akhir ini kita sebagai penduduk dunia begitu resah dan khawatir. Atas kondisi perpolitikan dunia sekarang (2020). Negara-negara besar, Amerika Serikat dan Cina berseteru dalam urusan perdagangan. Cina juga berseteru dengan negara-negara ASEAN sebab Laut Cina Selatan.

Cina bersitegang dengan India di perbatasan. Arab Saudi berperang dengan Yaman. Iran memanas dengan Amerika Serikat. Di Libyah, Suriyah dan Irak terus terjadi konflik. Israel terus berusaha menguasai Palestina, dan terus berkonflik dengan Libanon. Konflik ini bukan main-main, karena melibatkan negara-negara besar yang memiliki senjata nuklir.

Ancaman krisis pangan dan perang nuklir mengintai. Dunia menjadi tidak aman dan rawan perang. Pokok permasalahan pertama yang kita bincang ini adalah tentang kondisi politik masa lalu dan dampak masa sekarang. Dimana dunia dalam damai saat kekuatan sentral di Timur Tengah masih berdiri, yaitu Kekhalifaan Turki Usmani.

Runtuhnya kekuatan sentral membuat Timur Tengah Kacau balau sampai sekarang. Tidak ada lagi kekuatan penyeimbang kawasan Timur Tengah. Dunia Barat merasa berhasil mengalahkan umat Islam dan meruntuhkan Turki Usmani.

Sehingga kekuatan Sekutu tidak dapat membendung kemunculan kekuatan baru di dunia ini. Apabila Turki Usmani masih berdiri maka ada kekuatan sentral kawasan yang dapat membendung Rusia ke Eropa. Begitu juga dari Eropa ke Rusia. Serta menyeimbangkan politik Timur Tengah. Turki Usmani harusnya masih berdiri dengan sistem negara federal.

Kekalahan Turki Usmani disetiap front pertempuran sebab penghianatan orang-orang Islam sendiri. Menyebabkan Kekhalifaan Turki Usmani kalah perang dengan sekutu. Tapi apakah kekalahan perang itu adalah kekalahan perang umat Islam. Kekalahan Kekhalifaan Islam hanya terletak pada sistem pemerintahan Islam saja di kawasan kekuasaan Turki Usmani sebagai sebuah negara.

Orang-orang Barat mengira kalau jihad artinya cuma satu, yaitu perang suci atau perang keagamaan. Saat seruan jihad Sultan Abdul Hamid II tidak diikuti oleh kalangan kaum muslimin di kawasan Asia Barat. Karena di daerah ini penduduk telah terhasut dengan isu kebangsaan. Sebagaimana kita saksiakan sekarang terbentuknya negara Suriah, Irak, Libanon, Arab Saudi, Yaman, Libyah, Mesir, Sudan, adalah atas keinginan warga setempat yang ingin membentuk negara bangsa sendiri.

Hembusan kebangsaan yang dipompa oleh kelompok Barat melalui agen mereka dan pion-pion setempat. Pion-pion yang dimaksud seperti kelompok Turki Muda, Mustapa Kemal Attaturk, Kelompok Wahabi, dan lainnya. Membuat pertahanan Turki Usmani runtuh.

Seharusnya penduduk lokal semasa Turki Usmani menuntut pembentukan pemerintahan federal. Agar tidak terjadinya perpecahan di dalam tubuh umat Islam. Selain itu, walau pemerintahan wilayah dipegang oleh otoritas masyarakat setempat. Seperti di Suriyah di pimpin oleh orang Suriyah. Irak dipimpin oleh orang Irak, dan lainnya. Tapi tetap dalam kerangka Kekhalifahan Islam, yang demokratis.

Manfaat kesatuan dan ada otoritas tinggi di Kawasan Timur Tengah adalah untuk kestabilan politik setempat. Kita saksikan saja sekarang, Irak diserang oleh Amerika Serikat, kemudian muncul kelompok-kelompok keras, muncul kelompok yang ingin mendirikan kekhalifaan baru, seperti ISIS dan lainnya. Muncul kelompok-kelompk teroris dan militansi. Adalah akibat dari hancurnya kekuatan sentral Timur Tengah.

Arab Saudi menyerang Yaman, Suriyah bentrok dengan Turki, pemberontakan dan perebutan politik di Suriah. Kurdi menuntut pembentukan negara bangsa Kurdi. Libyah juga hancur oleh pemberontakan yang disponsori Barat. Syiah berusaha menguasai kelompok Sunni. Sehingga tatanan Timur Tengah kacau balau. Mengapa hal demikian terjadi, sebab Timur Tengah kehilangan Induk. Berinduk ke PBB tapi tidak dapat menyelesaikan masalah.

Karena sejarah telah mencatat kawasan Timur Tengah akan stabil apabila ada pemerintahan sentral. Dapat kita runut mulai dari pemerintahan Romawi, sampai masa Kekhalifaan. Sekarang kita saksikan bagaimana kacaunya perpolitikan Timur Tengah akibat hilangnya induk dari Kawasan Timur Tengah.

Pertanyaannya, kapan persatuan Kawasan Kekhalifaan dilaksanakan secara demokrasi oleh penduduk Timur Tengah. Dengan satu syarat, tinggalkan sistem tradisional yang identik dengan kekerasan dan fanatisme kesukuan. Gunakan Ukhuwah Islamiyah atau Pan-Islam seperti dulu.

Apabila kita melihat keadaan dunia sekarang, sudah saat umat Islam melakukan konsolidasi baru. Menjadi umat pendamai dan penyeimbang perdamaian dunia. Dunia sekarang tidak dapat lagi dikontrol oleh satu atau dua kekuatan.

Tapi harus lebih banyak lagi poros pendukung perdamaian dunia. Teori kekuasaan apabila bangkit akan menguasai. Sekarang cina yang menjadi kekuatan kiri. Mungkin beberapa puluh tahun kedepannya di Afrika juga muncul kekuatan seperti Cina.

Umat Islam dapat menjadi pendamai dunia. Namun, kesatuan umat Islam harus dibangun dan menjadi kekuatan berimbang. Umat Islam dapat meminta dunia untuk menghentikan produksi senjata nuklir dan menghentikan perang.

Dapat dibayangkan apabila peperangan terjadi. Maka dunia akan dalam bahaya besar dan dalam kesulitan besar. Bencana radiasi akibat senjata nuklir dan bencana kelaparan akan terjadi. Pengungsi terjadi dimana-mana. Dan kehidupan manusia akan menjadi sulit. Semua yang dibangun dengan susah payah oleh manusia akan menjadi sia-sia.

Entah, kapan umat Islam memulai sesuatu yang baru untuk dunia. Mengantisipasi ini, Indonesia dan negara-negara lain di dunia agar mulai memenuhi gudang-gudang makanan untuk rakyat negaranya dalam waktu yang cukup minimal tiga kali lipat. Jangan terlalu banyak membeli senjata yang tidak perlu.

Sebab keegoisan Amerika Serikat, Cina, India akan sangat berbahaya bagi kestabilan ekonomi dan pangan. Dunia sesungguhnya khawatir dengan ambisus Cina. Sehingga banyak yang berusaha menghentikan Cina. Namun Cina bukan negara yang suka menyerah. Begitu juga negara yang mereka hadapi.

Dengan demikian, bukan hanya pemerintah, sebagai rakyat di suatu negara hendaklah mulailah membuat gudang makanan mandiri. Menyimpan pangan minimal untuk tiga bulan. Para petani mulailah mengumpulkan umbi-umbian seperti keladi dan singkong, bibit jagung, labu-labuan sebagai persediaan bertani.

Untuk kemudian disimpan di bilik pangan atau lumbung pangan masing-masing. Belajarlah mengolah pekarangan lalu menanam kebutuhan sayur. Mulai dari tomat, cabai, sayur-sayuran. Sebagai bentuk antisipasi perang dan kemarau panjang. Pangan sama saja dengan bom nuklir. Manusia dapat mati perlahan atau memakan anak-anaknya. Salam damai dan kesejahteraan dari Himpunan Muslim.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang. 9 Juli 2020.
Fotografer. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment