5/27/2020

Surat Ayah Mahasiswi Kepada Dosen Mesum.

Apero Fublic.- Kalian tentu tahu seorang ayah selalu bekerja keras untuk kebutuhan anak-anak mereka. Terutama untuk biayah kuliah anak-anak mereka. Sang ayah siang malam membanting tulang untuk biayah sang anak.

Agar anak mereka menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Menjadi anak yang baik, berbati kepada orang tua. Mereka kirim anak-anak perempuannya ke kota untuk kuliah. Namun, kampus yang menjadi tempat para akademisi dan intelektual tinggi.

Ternyata di Perguruan Tinggi tempat yang tidak begitu aman bagi anak-anak gadis mereka. Karena di Perguruan Tinggi ada penyusup-penyusup dari jelmaan siluman buaya buntung yang menjelma menjadi seorang dosen di sebuah kampus.


Teruntuk Dosen Mesum
Di kampus mana pun berada.

Dosen mesum jelmaan buaya buntung yang tidak terhormat. Banyak rumor dan berita-berita yang aku dengar. Kalian bermarkas di mana, mengapa kalian tidak habis-habis. Kalian selalu ada di sepanjang zaman. Bersarang di kampus-kampus yang terhormat.

Dosen mesum, apakah kamu tidak berpikir kalau anak perempuan kamu diperlakukan orang seperti itu. Apakah kamu tidak takut dosa, atau kamu sudah tidak bertuhan lagi. Walau kamu tidak bertuahan setidaknya kamu menghormati kaum wanita yang lemah. Lalu, apa gunanya kau belajar begitu lama puluhan tahun lamanya.

Kepada dosen mesum dimana saja berada. Aku, ayah mahasiswi yang kau perlakukan tidak senono itu, sangat sedih dan sakit hati. Aku bekerja siang dan malam untuk membiayai anakku kuliah. Aku membesarkan mereka dari kecil sampai mereka kuliah. Betapa pedih dan sakit rasanya hatiku. Coba kau pikir, bagaimana apabila kau diposisiku. Oh, dosen mesum jelmaan siluman buaya buntung.

Kepada Perguruan Tinggi dan para dosen-dosen. Kami menitip anak untuk di didik agar berakhlak baik. Untuk masa depannya, dan untuk masa depan bangsa kita. Tapi mengapa kau dosen mesum berbuat demikian.

Sekarang kami ayah-ayah mahasiswi bertambah khawatir. Sejak ada disertasi seorang dosen yang menghalalkan berzinah. Ada juga kampus yang melarang memakai cadar karena alasan radikal. Aku sangat khawatir dengan anakku. Nanti jadi gundik atau istri muda kalian. Aku juga khawatir, paling tidak tubuh anak-anak kami kalian gerayangi dengan nikmat.

Untuk kamu dosen mesum yang hobi ngeseks di mana saja berada. Mengapa kamu tidak jadi germo saja, biar kamu puas. Jangan jadi dosen tukang rusak anak orang. Semoga, para rektor dan menteri pendidikan ada tindakan untuk melindungi para anak-anak kami di kampus-kampus.

Demikialah surat saya ini pada dosen mesum. Apabila kata saya banyak yang salah. Mohon maaf itu memang disengaja. Apabila kamu tidak mau berubah. Semoga anak keturnanmu menjadi wanita-wanita pelacur semuanya.

Oleh. Ayah-Ayah Mahasiswi.
Editor. Joni Apero
Fotografer. Dadang Saputra.
Yogyakarta, 28 Mei 2020.
Terim kasih sudah mampir ke halam Surat Kita, kirimanku. Bagi Anda yang ingin mengirim karya sastra Surat Kita dapat dikirim ke Apero Fublic atau Jurnal Sastra Apero Fublic. Melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Sudah tahu belum apa itu Surat Kita. Surat Kita adalah karya sastra yang bertema surat. Dalam penulisannya seakan-akan kita mengirim sebuah surat. Alat dan tujuannya bersifat abstrak dan dipublikasikan melalui media. Tidak menyebut nama atau identitas objek yang baku. Surat Kita berfungsi untuk kritik sosial, mengasa kemampuan menulis, dan hiburan.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment