6/02/2020

Cerita Kita. Lebaran Di Musim Corona

Apero Fublic.- Lebaran tahun ini sungguh berbeda dengan lebaran tahun-tahun lalu. Ya, terasa kurang semarak rasanya. Tidak ada berita liputan arus mudik dan arus balik lebaran. Hanya ada liputan pak polisi meminta orang balik kendaraan dan kembali ke kota. Jalan-jalan sepi dan tidak seramai tahun-tahun lalu.

Mulai di hari sebelum lebarang sampai dua hari setelah lebaran. Tidak ada mobil-mobil yang penuh sesak oleh penupang. Atau mobil-mobil yang penuh perabotan yang berlalu. Semuanya memakai masker, tua, muda, laki-laki, wanita, yang mengendarai motor atau yang mengendarai mobil. Ada beberapa tempat dimana pak polisi razia masker. Bagi yang tidak memakai masker, mereka diminta memakai masker.

Itulah cerita keadaan lebaran tahun ini. Di hari lebaran juga sepi tidak seperti tahun-tahun lalu. Tidak banyak orang-orang berkunjung kerumah. Teman-teman sekolahku, tidak ada yang bersilahturahmi kerumah. Jalan raya juga tidak ramai orang berpergian. Hanya ada beberapa yang berlalu. Aku pun tidak kemana-mana. Tetap di rumah dan bermain ponselku. Yang membuat bosan seandainya signal hilang. Sehingga terasa membosankan rasanya hari-hariku.

Semoga corona cepat berlalu dan berakhir. Ya, kata dirumah saja membuat sedih dan bosan. Jadi pemalas saja rasanya. Bingung mau berbuat apa, tapi tidak ada kerja. Akhirnya hanya rebahan di dalam kamar saja. Aku berdoa semoga semoga keadaan normal kembali.

Beruntung kakak-kakak ku dapat pulang dengan aman. Tidak ada yang dikhawatirkan sebab mereka hanya pulang yang bersifat lokal. Sehingga tidak terpapar virus corona. Teman-teman dekat rumah ada juga yang berkunjung. Aku bahagia bercerita dengan mereka. Kami semua mengeluhkan tentang virus corona.

Di hari lebaran idul fitri 1441 hijriyah ini. Tetap bahagia dan bersyukur sebab masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Semoga lebaran mendatang kita dapat menikmati libur yang menyenangkan tanpa harus takut pada virus corona lagi. Kita akan bersilaturahmi seperti dahulu lagi. Ini adalah sejarah kita, cerita kita nanti pada anak cucu kita. Semoga corona cepat berakhir. Aammiiinnnnnn.

Oleh. Arini Putri
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sekayu, 3 Juni 2020.
Buat sahabat semua yang mau berbagi tentang cerita-cerita yang dialami di sekitar kita. Dapat mengirim karya cerita kita ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Manfaat cerita kita diantaranya, untuk mengasa kemampuan menulis. Untuk menajamkan imejinasi dan mengembangkan pola pikir. Melatih menyusun kalimat dalam menulis. Berbagi cerita-cerita yang dialami secara langsung. Semoga ceritamu menjadi ispirasi semua orang.

Cerita Kita jenis karya sastra yang bersifat cerita yang terjadi langsung dialami. Cerita kita adalah cerita hangat dan ringan. Bercerita tentang perasaan yang kamu alami. Cerita Kita dimana kita berbagi tentang kehidupan yang penuh kedamaian dan kebaikan.

Cerita Kita dapat dijadikan sumber promosi usaha Anda. Promosi profesi Anda, promosi tempat wisata, promosi produks, promosi karir dan promosi apa pun asalkan tidak melanggar norma-norma hukum pada masyarakat konsumsi.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment