5/14/2020

Puisi. Teruntuk Palestina.

Apero Fublic.- Kita semua tahu tentang rakyat Palestina yang di jajah oleh Israel. Tanah mereka di rampas dan Palestina akan mereka hapus dari peta dunia.

Keburukan rezim Israel ini telah menyebabkan jutaan orang mengusi dan mati selama ini. Hal demikian telah menyebabkan ribuan anak-anak Palestina menderita. Mereka tidak memiliki lingkungan yang baik untuk hidup.

Untuk aman dan damai saat belajar dan bermain. Mereka menjerit dan menangis dalam kesusahan tersebut. Kadang mereka menangis karena kelaparan dan perang.


JERITAN ANAK PALESTINA

Wahai saudaraku,
Umat Islam yang tak sedarah tapi seiman.
Kami di sini mengalami.
Kesulitan,
Kesakitan,
Menderita,
Kehilangan tempat tinggal.
Wahai saudara seagamaku.
Kini negeriku hancur, rusak,
Bagaikan pohon yang tumbang

Kubutuh penyemangatmu,
Wahai saudara seagamaku.
Kubutuh kehadiranmu.
Untuk membantu, menenangkan kegelisahan.
Dari kemampuan diri yang begitu lemah.


TERDENGAR PILU PALESTINA

Bingar-bingar terdengar di porak-porandakan.
Gemerinci lonceng terdengar meriah.
Itulah di ibaratkan.
Saat peluruh menembus tubuh ini.
Terdengar saat ledakan-ledakan,
Menghancurkan tempat tinggalku.
Saat pasukan tegak berani,
Seraya berpesta dengan alat-alat cangginya.
Menghancurkan tanah airku.
Tanah kelahiranku,
Tempat di mana aku melihat,
Seperti inikah kejamnya dunia.

Terketuk dalam hati ingin membantu.
Namun apalah daya,
Ini hanya melihat berita dan berkata.
Kejamnya negeri sebelah.
Sadis memang sadis.
Itulah sepenggal kata curhatan masyarakat palestina.
Sedih menusuk kalbu.
Tak terasa air mata pun terjatuh.

Oleh. Hamriani Beddu Dewi
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palopo, 14 Mei 2020.
Terima kasih sudah mampir di halam puisiku. Buat sahabat-sahabat yang ingin mengirim karya tulis ke Apero Fublic dapat melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Jangan biarkan karya terbaik kalian hanya tersimpan di dalam buku catatan atau di komputer kalian saja. Publikasikan dan berilah inspirasi pada semua orang. Orang bilang mungkin sastra tidak ada dampaknya. Yang berkata seperti itu hanyalah manusia yang tidak bijak.

Apakah kalian tahu tentang puisi Aku yang di tulis Chairil Anwar. Puisi itu mampu menggerakkan jiwa-jiwa pemuda Indonesia pada zaman pergerakan dan perjuangan. Jangan ragu, melalui puisi dan karya sastra lainnya kita dapat berdakwa dan membelah kebenaran.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment