5/17/2020

e-Antologi Puisi. Kabar Dari Langit II.

Apero Fublic.- Antologi puisi Kabar Dari Langit memuat dua karya penulis  yaitu, Djamil Soeherman dan Mohammad Diponegoro. Keduanya mengangkat tema puisi dengan merujuk ayat-ayat pendek di dalam Al-Qur’an. Dalam e-Antologi ini hanya menampilkan karya Mohammad Diponegoro.

Mohammad Diponegoro mencoba membawa pesan keimanan kedalam sastra. Agar pembaca merenungi makna Al-Qur’an. Dia berusaha mengajak dialog ayat-ayat Allah bersama kesastraan. Supaya kaum muslimin bertambah cinta terhadap kitab suci Al-Qur’an. Berikut puisi karya penyair angkatan 50-80-an ini.

MANUSIA

Katakan berlindung aku pada penyempurna manusia.
raja manusia
Tuhan manusia
dari petaka sik-berisik tersembunyi.
berbisik menyusupi hati.
dari bangsa jin dan manusia.

(An-Nas).

SUBUH

Katakan berlindung aku pada penyempurna cahaya subuh.
dari petaka segala ciptaan-Nya.
dan gulita bila datang menyeluruh.
dan mereka yang menghembus buhul tali.
dan pendengki bila sakit hati.

(Al-Falaq).

KEESAAN

Katakan ia Tuhan satu Cuma.
Tuhan tepian tiap kebutuhan.
tiada putera tiada ibu-bapak.
tiada apapun yang serupa.

(Al-Ikhlas).

PERTOLONGAN

‘Pabila datang pertolongan Allah.
dan kemenangan karena terbuka kota Makkah.
akan kulihat berderai manusia merasuk agama.
maka berpestalah.
dengan pujian-pujian dan mohon ampunan.
pada Tuhan hakikat penerima taubat.

(An-Nashr).

BANGSA KAFIR

Katakan hai bangsa kafir.
Tak akan aku sembah sesembahanmu.
Takkan juga kausembah sesembahanku.
Tak akan kusembah sesembahanmu.
Takkan juga kausembah sesembahanku.

Bagimu agamamu.
Bagiku agamaku.

(Al-Kafirun).

KEBAJIKAN BERLIMPAH

Benarlah Kami berikan sudah.
Padamu kebajikan berlimpah.
Maka sembahlah Tuhanmu dan berilah korban.
Dan terasinglah musuhmu dari segala kebajikan.

(Al-Kautsar).

MENGULUR TANGAN

Pernahkah kautahu siapa pendusta agama?.
Merekalah yang mengusir anak-anak yatim.
Dan enggan berbagi makan dengan si miskin.

Maka celakalah yang mendirikan sembahyang.
Tapi melenggahkan arti-maknanya.
Mereka berbuat semata ingin dilihat.
Dan enggan mengulur tangan.

(Al-Ma’un).

BANGSA QURAISY

Demi perlindungan bangsa Quraisy.
Bila mereka melawat di musim dingin dan kering.
Suruhlah mereka sembah Tuhan rumah Ka’bah.
Pemberi makan mereka dalam kelaparan.
Dan kedamaian dalam kegelisahan.

(Al-Quraisy).

KEDUNIAWIAN

Telah alpa kalian karena lomba keduniawian.
tiada keputusan hingga menjelang mati.
tegahlah! Nanti kalian akan mengerti.
tegahlah! Segerah kalian akan mengerti.
tegahlah! Jika kalian tahu pasti.
akan tampak padamu neraka Jahim.
kausaksikan dia dengan mata yakin.
lalu padamu akan diperhitungkan.
tentang nikmat telah kaukecap.

(At-Takasur).

GAJAH

Tidakkah kau lihat betapa Allah.
telah menumpas pasukan gajah?
diakhirinya pertempuran dengan porak-poranda.
dan dikirimnya burung-burung berbondongan.
menghujani mereka batu-batu bertuah.
maka lumpuhlah mereka bagai daunan diruyak hama.

(Al-Fil).

Oleh. Mohammad Diponegoro.
Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 17 Mei 2020.
Sumber: Djamil Soeherman dan Mohammad Diponegoro. Kabar Dari Langit. Bandung: Pustaka, 1988. (1408 H).
Terimakasih sudah berkunjung ke halaman e-Antologi puisi Kabar Dari Langit II. Bagi anda yang memiliki koleksi karya puisi atau suka berpuisi jangan hanya di simpan di dalam buku catatan atau komputer Anda. Publikasikan dan berikan inspirasi melalui pesan puisi Anda.

Kirimkan karya puisi, syair atau karya tulis lainnya ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com. Karya tanggung jawab dari pengirim. Pelanggaran hak cipta orang lain dan UU IT tidak menjadi tanggung jawab PT. Media Apero Fublic.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment